Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Potret Al Zahrawi, Ilmuwan Muslim Penemu Operasi Caesar

Muhammad Sukardi , Jurnalis-Rabu, 06 Mei 2020 |19:46 WIB
Potret Al Zahrawi, Ilmuwan Muslim Penemu Operasi Caesar
Ilustrasi. (Bibalex)
A
A
A

Al Zahrawi pun ternyata merupakan sosok di balik adanya alat-alat bedah yang digunakan dalam operasi persalinan caesar dan katarak. Tidak berhenti di sana, sosok Muslim ini pun merupakan penemu akar penyebab kelumpuhan. Ya, salah satu penyebab kelumpuhan yang banyak dialami manusia adalah adanya patah tulang belakang dan ini merupakan ilmu dari Al Zahrawi.

Sosok ini pun dikenal menggunakan kombinasi unik bahan kimia untuk sterilisasi alat bedah yang memiliki dampak cukup mirip dengan sifat antibakteri di zaman sekarang.

Di sisi lain, lebih dari seratus tahun setelah kematian Zahrawi, penerjemah manuskrip ilmiah terkenal Italia bernama Gerard dari Cremon tiba di Spanyol untuk menerjemahkan karya tersebut dari bahasa Arab ke bahasa Latin. Pada 1250, Inggris melaporkan memiliki manuskrip medis pertama dan menurut British Medical Journal, apa yang ada di dalam manuskrip milik Inggris dengan Al Zahrawi hampir sama.

Periode antara abad ke-8 dan abad ke-13 yang umumnya dikenal sebagai Zaman Keemasan Islam telah menghasilkan banyak ilmuwan cerdas. Intelektual Muslim membuat penemuan-penemuan baru, berkontribusi pada berbagai cabang pengetahuan manusia seperti filsafat, astronomi, matematika, dan kedokteran.

Al Zahrawi pun punya andil penting dalam diagnosis bedah saraf, yang meliputi manajemen cedera kepala, cedera tulang belakang, patah tulang tengkorak, hidrosefalus, dan efusi subdural.

Pada kasus hidrosefalus, dalam hidupnya ia baru pertama kali menemukan kasus tersebut dan diagnosa yang ia keluarkan sangat tepat ketika Al Zahrawi dengan jelas menggambarkan bagaimana kelainan terbentuk, yaitu karena drainase cairan serebrospinal yang rusak, yang mana ini membuat cairan tersebut melebar ke otak dan sumsum tulang belakang.

Al Zahrawi juga telah berkontribusi yang signifikan untuk operasi pediatrik. Dia adalah orang pertama yang menjelaskan aspek medis hemofilia secara rinci. Dia ahli bedah pertama yang menggunakan cat intestines untuk menjahit. Praktik menjahit luka dan luka internal menggunakan bahan, seperti benang yang terbuat dari usus binatang diikuti selama beberapa abad.

Al Zahrawi juga menggambarkan operasi trakeotomi dan melakukan operasi darurat pada salah seorang pelayannya. Dia adalah orang pertama yang merinci operasi klasik untuk kanker payudara, lithotripsy untuk batu kandung kemih, teknik untuk menghilangkan kista tiroid, pengobatan kista sebaceous menggunakan jarum eksplorasi, dan perawatan fistula lakrimal dengan mengubahnya menjadi fistula ke dalam rongga hidung menggunakan kauterisasi.

Di bidang kebidanan dan ginekologi, Al Zahrawi menggambarkan beberapa instrumen yang digunakan untuk persalinan dan merupakan orang pertama yang menggambarkan "posisi Walcher" dalam kebidanan dan juga yang pertama kali mengajarkan posisi lithotomy untuk operasi vagina.

Ensiklopedia medis Zahrawi terdiri dari tiga buku tentang kauterisasi, insisi, perforasi, venesection, luka dan pengaturan tulang. Di bagian farmakologi dan terapi, ia membahas beberapa obat dari obat jantung dan obat pencahar hingga tata rias dan dietetika.

Dalam bukunya yang berjudul Liber Servitoris, Al Zahrawi juga memberikan beberapa tips tentang cara menyiapkan obat-obatan sederhana, yang digunakan pada masa itu.

Di bagian operasi, dia menangani mata, telinga, hidung dan tenggorokan, kepala dan leher, operasi umum, kebidanan dan ginekologi dalam semua aspeknya termasuk pengobatan militer, urologi, ortopedi. Bahkan yang kemudian dikenal sebagai metode Kocher untuk mengurangi bahu yang terkilir.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita muslim lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement