3 Cara Menjaga Takwa Sepeninggal Ramadhan

Novie Fauziah, Jurnalis · Minggu 31 Mei 2020 01:05 WIB
https: img.okezone.com content 2020 05 30 616 2222138 3-cara-menjaga-takwa-sepeninggal-ramadhan-npIVJ3oxVf.JPG Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

UMAT Islam telah sebulan penuh menjalankan ibadah puasa. Sepeninggal Ramadhan, umat muslim sejatinya tetap menjaga kualitas ibadahnya meski pada bulan-bulan di luar Ramadhan.

Kepala Sub Divisi Dakwah Jakarta Islamic Centre (JIC), Ustadz Ma’arif Fuadi menuturkan, muslim justru harus semakin terpacu dalam meningkatkan kualitas keimanan ketakwaannya kepada Allah SWT.

"Tapi kenyataannya setelah Ramadhan berlalu banyak di antara kita kembali menjauh dari Allah SWT. Lalu apa yang harus kita lakukan agar kebaikan-kebaikan yang kita laksanakan di bulan Ramadhan tidak hilang begitu saja seiring berlalunya bulan suci Ramadhan?," kata dia dalam keterangan tertulisnya kepada Okezone, Minggu (31/5/2020).

Ustadz Ma'arif menuturkan, bahwa ada beberapa cara agar seorang muslim dapat menjaga kualitas ibadahnya setelah Ramadhan berlalu. Yakni di antaranya:

1. Memohon keteguhan iman kepada Allah SWT

Selama bulan Ramadhan umat Islam melaksanakan ibadah puasa, sholat tarawih, tadarus, shodaqoh dan ibadah lainnya yang dapat meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT.

"Oleh karena itu setelah bulan Ramadhan selesai kita mohon kepada Allah SWT, agar hati kita tetap kuat dan semangat untuk melaksanakan perintah-perintah Allah sebagaimana kita semangat ketika melaksanakan perintah-perintah itu di bulan Ramadhan," terangnya.

Baca juga: Menag Sebut Zona Kuning Tak Menentukan Rumah Ibadah Bebas Beroperasi

Rasulullah SAW bersabda:

عن أَنَسٍ رضى الله عنه قَالَ: كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم يُكْثِرُ أَنْ يَقُولَ: يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ ثَبِّتْ قَلْبِي عَلَى دِينِكَ,فَقُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ, آمَنَّا بِكَ, وَبِمَا جِئْتَ بِهِ, فَهَلْ تَخَافُ عَلَيْنَا؟ قَالَ: نَعَمْ, إِنَّ الْقُلُوبَ بَيْنَ أُصْبُعَيْنِ مِنْ أَصَابِعِ اللَّهِ,يُقَلِّبُهَا كَيْفَ يَشَاءُ

Artinya: "Dari Anas RA berkata, adalah Rasulullah SAW memperbanyak doa, Yaa muqallibal quluub, tsabbit qalbi ‘alaa diinik. Wahai Dzat yang membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku atas agamamu. Anas berkata: Wahai Rasulullah, kami beriman kepadamu dan kepada apa yang datang padamu, apa yang kau khawatirkan? Beliau bersabda: Ya, sesungguhnya hati itu ada di antara dua jari dari jari-jari Allah, Allah membolak-balikkan kepada yang dikehendaki-Nya," (HR. Tirmidzi).

"Hati manusia bisa condong kepada kebaikan dan kepada keburukan karena di dalam diri manusia terdapat bisikan dari setan yang selalu mengajak kepada keburukan dan bisikan dari malaikat yang selalu mengajak kepada kebaikan," tuturnya.

Ilustrasi

2. Istiqamah beribadah

Imam Nawawi menjelaskan makna istiqamah adalah luuzumu tha’atillah, yaitu tetap konsisten dan konsekuen dalam melaksanakan ketaatan kepada Allah SWT.

Oleh karena itu ketaatan setiap muslim kepada Allah bukan hanya di bulan Ramadhan saja, seyogyanya tetap taat kepada Allah dan selalu meningkatkan amal shalih meskipun di luar bulan Ramadhan.

Baca juga: MUI: Jalankan Protokol Kesehatan Dapat Pahala dari Allah SWT

Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Hijr ayat 99:

وَاعْبُدْ رَبَّكَ حَتَّى يَأْتِيَكَ الْيَقِينُ

Artinya: "Sembahlah Tuhanmu sampai kematian datang menjemputmu." (QS. Al Hijr: 99).

Kemudian dalam salah satu riwayat hadits, Rasulullah SAW bersabda :

عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ اكْلَفُوا مِنْ الْعَمَلِ مَا تُطِيقُونَ فَإِنَّ اللَّهَ لَا يَمَلُّ حَتَّى تَمَلُّوا وَإِنَّ أَحَبَّ الْعَمَلِ إِلَى اللَّهِ أَدْوَمُهُ وَإِنْ قَلَّ وَكَانَ إِذَا عَمِلَ عَمَلًا أَثْبَتَهُ

Artinya: "Dari Aisyah radliallahu 'anha bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Kerjakanlah suatu amalan itu sesuai dengan kemampuan kalian, karena Allah tidak akan bosan sehingga diri kalianlah yang bosan, sesungguhnya amalan yang paling dicintai Allah adalah yang dikerjakan secara terus menerus walaupun sedikit." Apabila beliau mengerjakan suatu amalan, beliau akan mengerjakannya secara rutin," (HR. Abu Daud).

3. Puasa enam hari di bulan Syawal

"Puasa Syawal untuk menjaga agar amal ibadah kita tetap kontinyu meski di luar bulan Ramadhan. Pada saat berhari raya orang bergembira merayakannya, makan dengan makanan yang beraneka macam dan berpakaian dengan pakaian yang bagus," kata alumnus Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah ini.

Lebih lanjut, supaya tidak terlena dengan kegembiraan di hari raya, Rasulullah SAW mengingatkan untuk melaksanakan puasa Syawal yang pahalanya seperti melaksanakan puasa setahun. Sebagaimana sabda Nabi SAW:

عن أبي أيوب رضي الله عنه أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال: من صام رمضان ثم أتبعه ستا من شوال كان كصيام الدهر. رواه مسلم وأبو داود والترمذي والنسائي وابن ماجه

Artinya: “ Dari Abu Ayyub RA, bahwa Rasulullah saw bersabda barangsiapa berpuasa di bulan Ramadhan lalu diiringi dengan puasa enam hari pada bulan Syawal, maka dia seperti puasa satu tahun,”

Para ulama menjelaskan mengenai hadits di atas bahwa puasa Ramadhan selama 30 hari ditambah puasa Syawal 6 hari berjumlah 36 hari. Kemudian setiap satu hari puasa dibalas dengan 10 pahala kebaikan, sehingga puasa 30 hari Ramadhan ditambah puasa 6 hari Syawal setara dengan 360 hari atau satu tahun.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini