Hati-Hati jika Rezeki Berlimpah tapi Hati Terasa Hampa

Rizka Diputra, Jurnalis · Senin 01 Juni 2020 18:04 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 01 614 2222687 hati-hati-jika-rezeki-berlimpah-tapi-hati-terasa-hampa-2F6t6URoej.JPG Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

SEBAGAI seorang muslim sudah sepatutnya selalu mengingat Allah Subhanahu wata'ala kapanpun dan di manapun berada. Karena hanya dengan mengingat-Nya lah hati menjadi tenang. Dengan banyak mengingat Allah, kita bakal cenderung berhati-hati dalam melakukan sesuatu.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

الَّذِينَ آمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ

Artinya: “Orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan berzikir (mengingat) Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram” (QS. Ar-Ra’du: 28).

Sebaliknya, mereka yang kerap lalai atau melupakan Allah akan melakukan perbuatan sekehendak hatinya, sekalipun itu dilarang dan dimurkai Allah. Alhasil, hidupnya akan mejadi hampa tanpa merasakan nikmatnya mengingat Allah Ta'ala.

Baca juga: Ini Hukum Nikah Beda Agama dalam Islam

Dalam kitab Ar-Risalah Al-Qusyairiyah disebutkan:

من لم يذق وحشة الغفلة لم يجد طعم أنس الذكر

Artinya: “Barangsiapa tidak merasakan pahitnya melupakan Allah, pasti tidak akan merasakan juga manisnya mengingat Allah,”

Ilustrasi

Dengan demikian, orang yang selalu mengingat Allah akan berhati-hati agar terhindar dari perbuatan maksiat. Jikapun melakukannya, dia segera terpanggil untuk bertaubat dan memohon ampunan kepada Ilahi.

Sedangkan mereka yang lalai mengingat Allah, akan timbul perasaan menganggap enteng perbuatan dosanya, sehingga alih-alih menyesal, justru kembali mengulangi perbuatan maksiat.

"Adapun level terparah dari orang yang melupakan Rabb ialah istidraj. Hal itu ditandai dengan melimpahnya kenikmatan, tetapi membuat si pelaku justru jauh dari sang pencipta, " ujar

Silmi Adawiya, alumni Pondok Pesantren Putri Walisongo Jombang, dikutip dari website Pesantren Tebuireng, Jombang.

Baca juga: Kewajiban Salat Jumat Tertulis di Dalam Alquran

Tentu kita semua tidak menginginkan hal buruk itu terjadi. Oleh karena itu sebisa mungkin dalam melakukan hal apapun, kita sertakan Allah. Dengan demikian hal yang dilakukan tersebut tidak akan keluar dari jalan-Nya.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Dengan mengingat Allah kita telah membuktikan bahwa kita memiliki adanya rasa suka dan cinta kepada Allah. Sebab tidak akan ada yang mengamalkannya kecuali jiwa yang dipenuhi rasa suka, dan cinta untuk selalu mengingat dan kembali kepada-Nya.

Lantas, bagaimana kabar orang yang melupakan Allah? Tentu saja tidak akan terbesit sedikitpun untuk merasakan betapa nikmatnya terus mengingat Allah. Padahal mengingat Allah adalah satu hal yang mudah namun berpahala besar. Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam bersabda:

قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَلَا أُنَبِّئُكُمْ بِخَيْرِ أَعْمَالِكُمْ وَأَزْكَاهَا عِنْدَ مَلِيكِكُمْ وَأَرْفَعِهَا فِي دَرَجَاتِكُمْ وَخَيْرٌ لَكُمْ مِنْ إِنْفَاقِ الذَّهَبِ وَالْوَرِقِ وَخَيْرٌ لَكُمْ مِنْ أَنْ تَلْقَوْا عَدُوَّكُمْ فَتَضْرِبُوا أَعْنَاقَهُمْ وَيَضْرِبُوا أَعْنَاقَكُمْ قَالُوا بَلَى قَالَ ذِكْرُ اللَّهِ تَعَالَى

Artinya: “Maukah aku beritahukan kepada kalian mengenai amalan kalian yang terbaik, dan yang paling suci di sisi Raja kalian (Allah subhanahu wa ta’ala), paling tinggi derajatnya, serta lebih baik bagi kalian daripada menginfakkan emas dan perak, serta lebih baik bagi kalian daripada bertemu dengan musuh kemudian kalian memenggal leher mereka dan mereka memenggal leher kalian?” Mereka berkata: Iya. Beliau berkata: “Dzikrullah (mengingat) Allah ta’ala.” (HR. Tirmidzi -Shahih-).

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya