Setelah mempelajari berbagai teks Islam, Fredy Bollag bertemu dengan seorang guru dari ordo Tidjaniyyah. Dia menjadi murid Amadou Hampaté (1990–1991) dari Mali dan belajar Islam kepada guru ini sampai sang guru meninggal pada 1991. Semasa hidup, sang guru sering mengunjungi Paris dan di sana Fredy setidaknya berkunjung ke perusahaan gurunya sekali dalam setahun.
Fredy Bollag berpendapat bahwa Syekh Hampate mengajarinya Islam dengan cinta. Hal ini dimaknai dimana kita harus membawa orang kepada Tuhan melalui cinta. Setelah bertahun-tahun belajar mendalami Islam, Fredy Bollag diberi tanggung jawab dan kehormatan untuk memimpin orang lain sebagai syekh dari Ordo Tidjaniyyah.
Semasa hidupnya, Syekh Fredy Ali Abdussamad Bollag juga aktif dalam dialog antaragama, terutama antara ketiga agama Ibrahim. Dia juga belajar di bawah berbagai guru Muslim lainnya. Ia juga belajar dengan berbagai guru Muslim lainnya. Bahkan, ia menghabiskan beberapa waktu untuk belajar agama Hindu.
Dalam bukunya yang berjudul 'Der Name Allah und die Zahl 66' (Nama Allah dan Nomor 66), ia mengemukakan pandangannya tentang asal usul semua agama dengan menampilkan bukti menarik dari sains dan mistik numerologi. Hingga pada 2011, Syekh Fredy Ali Abdussamad Bollag meninggal dunia.
(Hantoro)