Share

Cara agar Kerja Seorang Muslimin Bernilai Ibadah

Selasa 09 Juni 2020 08:01 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 09 330 2226633 cara-agar-kerja-seorang-muslimin-bernilai-ibadah-4HzHilImMt.jpg Ilustrasi. (Foto: Thoughhtcho)

DICERITAKAN dalam sebuah kisah, seorang sahabat bernama Araq bin Malik ketika usai Sholat Jumat berdiri di depan pintu masjid lalu memanjatkan berdoa.

"Ya Allah sudah aku penuhi panggilan-Mu, sudah aku tunaikan faridhah-Mu. Kini aku ingin keluar menjemput rezeki seperti yang Engkau perintahkan kepadaku, maka berilah aku rezeki dari karunia-Mu, sesungguhnya Engkau sebaik-baik pemberi rezeki."

Begitulah sepenggal kisah yang menunjukkan sikap tawakal seorang sahabat Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam yang paham dengan perintah untuk berusaha dan bekerja usai Sholat Jumat.

Allah Subhanahu wa ta'ala menekankan untuk banyak mengingat-Nya saat kita akan dan sedang bekerja. 

Hal ini seperti ditekankan dalam Surah Al Jumu'ah Ayat 10:

Artinya: "Apabila telah ditunaikan sholat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung."

Menurut Ustadz Muchlis al Mughni, dai lulusan Universitas Al Azhar Kairo, Mesir, kerja duniawi berpotensi salah niat dan menghalalkan berbagai macam cara.

Banyak mengingat Allah Subhanahu wa ta'ala dalam arti Dia-lah Yang Maha Pemberi Rezeki, dan Dia Maha Mengetahui dengan apa yang kita rencanakan serta kerjakan.

Jika bekerja diisi dengan mengingat Allah Subhanahu wa ta'ala semacam ini, maka kerja setiap aktivitas Muslimin akan bernilai ibadah.

"Tidak perlu 'jilat atas', 'sikut kanan dan kiri', apalagi 'injak bawah', hanya untuk mencari keuntungan semata jika kita sudah tawakal dan yakin dengan usaha dan rezeki kita," kata Ustadz Muchlis yang juga Imam Masjid Cut Meutia Menteng, Jakarta Pusat, dikutip dari Sindonews, Selasa (9/6/2020). 

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Ia menyatakan sayang sekali jika kerja yang menyita lebih dari separuh hidup manusia tidak bernilai ibadah.

Maka itu, luruskan niat, kemudian koreksi serta perbaiki cara kerja yang belum sesuai syariat. Semoga Allah Subhanahu wa ta'ala memberi taufik dan karunia-Nya untuk semua umat.

Wallahu Ta'ala A'lam. 

 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini