"Kami berpendapat bahwa diplomasi ilmiah selalu dianggap sebagai salah satu alat yang paling efektif dan efisien saat hendak menjalin kerjasama dengan negara lain," kata Ataollah seraya menambahkan bahwa kerjasama ini juga mempertimbangkan kemampuan dan potensi kedua belah pihak dalam kerangka kerja bilateral.
Proyek pertama dari program ini sendiri diketahui sudah mulai dilaksanakan. Salah satunya melaksanakan proyek penelitian bersama antara Iran dan Turki dalam kerangka kerja "TUBITAK-MSRT Joint Call 2020".
Pada praktiknya nanti, program TUBITAK-MSRT juga akan didukung oleh Universitas Tabriz yang menjadi badan penanggung jawab. Mereka ditugaskan untuk menindaklanjuti ketentuan-ketentuan Nota Kesepahaman (MoU) yang telah ditandantangi pada Desember 2017 lalu.
(Salman Mardira)