Humor Gus Dur: Kiai Wahab Naik Sepeda Motor

Tim Okezone, Jurnalis · Sabtu 13 Juni 2020 20:32 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 13 614 2229510 humor-gus-dur-kiai-wahab-naik-sepeda-motor-d1y11OmDFF.jpg KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur (Foto NU Online)

BERSAFARI ke kediaman para kiai menjadi ķegiatan favorit KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur. Dari beragam perbincangan dengan mereka, Gus Dur mendapatkan kedekatan batin sekaligus cerita unik yang dikisahkan kembali kepada jamaahnya.

“Orang tidak banyak yang tahu bahwa saya bisa melakukan empat ratus perjalanan dalam setahun untuk bertemu dengan kiai-kiai itu,”terang Gus Dur.

Baca juga: Gus Dur dan Terwujudnya Kemerdekaan Pers di Indonesia

Kedekatan tadi seakan menjadi penopang dalam setiap langkah Gus Dur. Misalnya, ketika Muktamar NU pada 1989 di Yogyakarta, Gus Dur banyak diserang dengan sangat tajam dalam acara pertanggungjawabannya sebagai Ketua Tanfidziyah. Kenyataannya, Gus Dur malah terpilih untuk memimpin NU secara aklamasi.

Baca juga: Kisah Menarik di Balik Munculnya Adzan sebagai Panggilan Sholat

Semua itu berkat diplomasi canggih yang dijalankannya dengan cara mendatangi para kiai, bahkan yang tinggal di tempat paling terpencil sekalipun. Mereka inilah yang punya pengaruh besar.

Salah satu cerita yang didulangnya dari pertemuan dengan seorang kiai, dituliskannya dalam salah satu majalah kenamaan. Nama tokoh yang unik dan nyentrik Itu adalah Kiai Wahab Sulang dari Rembang.

Kiai ini tetap populer di kalangan pengikutnya, meskipun isterinya adalah anggota DPRD yang termasuk paling asyik dan getol mengikuti acara-acara non-santri di pendopo kabupaten.

Suatu hari istri Kiai Wahab Sulang mendapat bagian sepeda motor angsuran. Sang Kiai langsung menggunakan kendaraan itu. Nahas, ia terjatuh dan sepeda motornya rusak. Badan Kiai Wahab tak tereleakkan mengalami luka-luka.

"Kenapa Kiai bisa nabrak begitu? tanya Gus Dur saat sowan ke rumah Kiai Wahab.

“Habis saya pakai rem kaki.”

“Lho, bukankah memang rem kaki harus dipakai, Kiai?” timpal Gus Dur. 

“Ya, tapi maksud saya bukan gitu. Saya mengerem hanya pakai kaki saja. Karena belum tahu bagaimana dan dimana remnya," jawab Kiai Wahab.

*diadaptasi dari buku “Gitu Aja Kok Repot! Ger-geran Gaya Gus Dur” karya Hamid Basyaib (2001)

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini