Tuntaskan Masalah Rumah Tangga dengan Istighfar

Rizka Diputra, Jurnalis · Kamis 18 Juni 2020 06:06 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 18 616 2231983 tuntaskan-masalah-rumah-tangga-dengan-istighfar-tYaKhFdCmw.JPG Ilustrasi (Foto: About Islam)

SEBAGAI hamba Allah Subhanahu wata'ala, sudah sepatutnya kita memperbanyak mengucap istighfar. Ya, kalimat istighfar menjadi salah satu kalimat thoyyibah yang disukai Allah. Kalimat bermakna permohonan ampun kepada Allah itu banyak mengandung hikmah dan manfaat jika rutin diamalkan.

Salah satunya dapat menjadi penawar sekaligus penjernih hati dalam menyelesaikan masalah rumah tangga yang kerap dihadapi pasangan suami istri. Memiliki keluarga harmonis merupakan dambaan setiap muslim dan muslimah.

Namun, ada saja rintangan yang menghadang manakala kita sedang membangun mahligai rumah tangga. Kerap kali bisikan syaithan menguasai ego masing-masing sehingga ada saja prahara rumah tangga yang terjadi.

Masing-masing baik suami maupun istri sangat berpeluang melakukan dosa. Ya, potensi itu bersumber dari syaithan yang berupaya menjauhkan hamba Allah dari rumah tangga sakinah, mawaddah wa rahmah. Ketidakberkahan rumah tangga disebabkan oleh perbuatan dosa di dalamnya. Sehingga suami dan istri sejatinya saling mengintrospeksi diri untuk memohon ampun kepada Allah Ta'ala.

Baca juga: 3 Karomah Utsman bin Affan yang Menakjubkan

Sebagaimana Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ الْمُؤْمِنَ إِذَا أَذْنَبَ كَانَتْ نُكْتَةٌ سَوْدَاءُ فِي قَلْبِهِ فَإِنْ تَابَ وَنَزَعَ وَاسْتَغْفَرَ صُقِلَ قَلْبُهُ وَإِنْ زَادَ زَادَتْ حَتَّى يَعْلُوَ قَلْبَهُ ذَاكَ الرَّيْنُ الَّذِي ذَكَرَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ فِي الْقُرْآنِ { كَلَّا بَلْ رَانَ عَلَى قُلُوبِهِمْ مَا كَانُوا يَكْسِبُونَ }

Artinya: "Dari Abu Hurairah radhiyallaahu anhu ia berkata: Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda: Sesungguhnya seorang mukmin jika berdosa akan ditandai titik hitam pada hatinya. Jika ia bertaubat, mencabut kemaksiatannya dan beristighfar, maka hatinya akan mengilap. Namun, jika ia menambah dosanya, maka titik hitam itu akan bertambah hingga menguasai hatinya. Kalau sudah demikian, itulah ‘ar-raan’ (bintik hitam yang menguasai/menutup hati) yang Allah sebutkan dalam Alquran: 'Sekali-kali tidak (demikian), sebenarnya apa yang selalu mereka perbuat telah menutup hati mereka' - Surah Al-Muthaffifin ayat 14 -.(HR. Ahmad).

Disebutkan pula bahwa hati merupakan 'raja' bagi anggota tubuh lainnya. Bila hati kita baik, maka semua anggota tubuh kita akan baik. Begitupun sebaliknya. Rasulullah bersabda:

أَلَا وَإِنَّ فِي الْجَسَدِ مُضْغَةً إِذَا صَلَحَتْ صَلَحَ الْجَسَدُ كُلُّهُ وَإِذَا فَسَدَتْ فَسَدَ الْجَسَدُ كُلُّهُ أَلَا وَهِيَ الْقَلْبُ

Artinya: "Ingatlah bahwa di dalam jasad terdapat segumpal daging. Jika baik, maka baiklah seluruh jasad. Jika rusak, maka rusaklah seluruh jasad. Ketahuilah, bahwa (segumpal daging) itu adalah hati," (HR. Bukhari dan Muslim).

Banyak beristighfar dapat membersihkan hati dari dosa. Hati yang kotor dengan noda dosa, tentu akan sulit menerima nasihat dari Alquran maupun Sunah Nabi Muhammad. Paling utama ialah kejernihan dan keselamatan hati sebagai penentu kesuksesan saat bertemu Allah rabbul 'alamin kelak di hari kiamat. Sebagaimana Allah Ta'ala berfirman:

يَوْمَ لَا يَنْفَعُ مَالٌ وَلَا بَنُ(88) إِلَّا مَنْ أَتَى اللَّهَ بِقَلْبٍ سَلِيمٍ (89)

Artinya: "Di hari yang tidak bermanfaat (lagi) harta ataupun anak. Kecuali yang datang menghadap Allah dengan hati yang selamat," (QS. Asy-Syu’araa’: 88-89).

Semoga kita bisa istiqamah mengamalkannya. Aamiin.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini