Ini Kebiasaan Nabi Muhammad Sebelum Tidur

Novie Fauziah, Jurnalis · Rabu 24 Juni 2020 20:24 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 24 330 2235843 ini-kebiasaan-nabi-muhammad-sebelum-tidur-KWKp6HA1eu.jpg ilustrasi (stutterstock)

TUBUH manusia tetap membutuhkan istirahat seperti tidur. Nabi Muhammad SAW sering tidur selepas isya lalu bangun lagi pada sepertiga malam untuk beribadah kepada Allah. Namun, saat hendak tidur, Rasulullah punya kebiasaan yang sangat layak dicontoh.

"Tidur itu sunnatullah, di dalam Alquran disebut," ujar Ketua Umum Wadah Silaturahim Khotib Indonesia (Wasathi) Ustadz Fauzan Amin saat dihubungi Okezone beberapa waktu lalu.

Allah SWT berfirman:

اللَّـهُ لَا إِلَـٰهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ ۚ لَا تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلَا نَوْمٌ ۚ لَّهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ ۗ مَن ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِندَهُ إِلَّا بِإِذْنِهِ ۚ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ ۖ وَلَا يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِّنْ عِلْمِهِ إِلَّا بِمَا شَاءَ ۚ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ ۖ وَلَا يَئُودُهُ حِفْظُهُمَا ۚ وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ

Artinya: "Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafa'at di sisi Allah tanpa izin-Nya? Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar" (QS. Al Baqarah ayat 255).

Baca juga:  Cerita Mbah Moen tentang Malaikat Thawaf Kelilingi Ka'bah

Ustadz Fauzan melanjutkan, ada beberapa kebiasaan Rasulullah sebelum tidur, yaitu menyucikan diri dengan cara berwudhu. Kemudian dilanjutkan dengan sholat sunnah, dan berdizikir hingga terlelap.

Rasulullah SAW bersabda:

مَنْ بَاتَ طَاهِرًا، بَاتَ فِي شِعَارِهِ مَلَكٌ، فَلَمْ يَسْتَيْقِظْ إِلَّا قَالَ الْمَلَكُ: اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِعَبْدِكَ فُلَانٍ، فَإِنَّهُ بَاتَ طَاهِرًا

Artinya: "Barangsiapa yang tidur dalam keadaan suci, maka malaikat akan bersamanya di dalam pakaiannya. Dia tidak akan bangun hingga malaikat berdoa ‘Ya Allah, ampunilah hambamu si fulan karena tidur dalam keadaan suci.’" (HR. Ibn Hibban).

Diriwayatkan dari Al-Barra’ bin Azib bahwa Rasulullah bersabda, “Jika ingin mendatangi pembaringanmu, maka berwudhulah dengan wudhu sholat, kemudian berbaringlah dengan menyamping ke bagian kanan," lalu bacalah:

اللَّهُمَّ أَسْلَمْتُ نَفْسِي إِلَيْكَ وَوَجَّهْتُ وَجْهِي إِلَيْكَ وَأَلْجَأْتُ ظَهْرِي إِلَيْكَ وَفَوَّضْتُ أَمْرِي إِلَيْكَ رَغْبَةً وَرَهْبَةً إِلَيْكَ لَا مَلْجَأَ وَلَا مَنْجَا مِنْكَ إِلَّا إِلَيْكَ آمَنْتُ بِكِتَابِكَ الَّذِي أَنْزَلْتَ وَبِرَسُولِكَ الَّذِي أَرْسَلْتَ

“Ya AIlah, aku berserah diri kepada-Mu, aku serahkan urusanku kepada-Mu, kurebahkan punggungku kepada-Mu dengan penuh kecintaan dan ketakutan kepada-Mu, karena tidak ada tempat berlindung dan keselamatan dari Mu kecuali Engkau. Aku beriman kepada kitab-Mu yang telah Engkau turunkan dan aku beriman kepada Rasul-Mu yang telah Engkau utus.” (HR. Bukhari dan Muslim).

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini