Memberi Nafkah Keluarga Akan Mendapat Penghalang Siksa Neraka

Hantoro, Jurnalis · Selasa 30 Juni 2020 21:45 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 30 330 2239138 memberi-nafkah-keluarga-akan-mendapat-penghalang-siksa-neraka-QU09mTc6YQ.jpg Ilustrasi bekerja. (Foto: Dok Okezone/Arif Julianto)

Dua hadis tersebut menerangkan keutamaan memberi nafkah kepada anak perempuan karena mereka berbeda dengan anak laki-laki yang bisa mencari nafkah, sedangkan perempuan asalnya di rumah.

عن أبي هُريرةَ ؛ قالَ : بَيْنَا نحنُ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ _ صلَّى اللَّهُ عليهِ وسلَّمَ _ ، إِذْ طَلَعَ عَلَيْنَا شَابٌّ منَ الثَنِيَّةِ ، فَلَمَّا رَمَيْنَاهُ بِأَبْصَارِنَا ، قُلْنَا : لَوْ أنَّ ذَا الشَّابَّ جَعَلَ نَشَاطَهُ وَشَبَابَهُ وقوَّتَهُ في سَبِيلِ اللَّهِ ، فَسَمِعَ مَقَالَتَنَا رَسُولُ اللَّهِ _ صلَّى اللَّهُ عليهِ وسلَّمَ _ ؛ فقالَ : ” ومَا سَبِيلُ اللَّهِ إلاَّ منْ قُتِلَ ؟ ، مَنْ سَعَى عَلَى وَالِدَيْهِ ؛ فَفِي سَبِيلِ اللَّهِ ، ومَنْ سَعَى عَلَى عِيَالِهِ ؛ فَفِي سَبِيلِ اللَّهِ ، ومَنْ سَعَى مُكَاثِراً ؛ فَفِي سَبِيلِ الشَّيطَانِ ”

Artinya: "Dari abu Hurairah Radhiyallahu anhu, ia berkata: Pada saat kami bersama Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam, tiba-tiba muncul di hadapan kami seorang pemuda dari lembah. Ketika kami terfokus kepadanya, kami berkata, 'Semoga pemuda itu menjadikan kerajinannya, kepemudaannya, dan kekuatannya di jalan Allah.' Rasulullah mendengar ucapan kami, lalu Beliau bersabda: 'Apakah yang dinilai syahid hanya orang yang wafat di meda perang? Barang siapa yang bekerja untuk kedua orangtuanya, maka dia di jalan Allah, barang siapa yang bekerja untuk keluarganya maka ia di jalan Allah, barang siapa bekerja hanya untuk memperbanyak harta maka dia di jalan syaithan. Sungguh mulianya orang yang bekerja untuk memenuhi kehidupan keluarganya, jika ia mati dalam bekerja maka ia dinilai syahid'." 

(han)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini