Ajaran Islam Tidak Melanggar Fitrah Manusia

Rabu 01 Juli 2020 17:29 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 01 330 2239613 ajaran-islam-tidak-melanggar-fitrah-manusia-3uhnK1Hvo4.jpg Ilustrasi. (Foto: Freepik)

ISLAM diturunkan oleh Allah Subhanahu wa ta'ala untuk semua umat manusia. Allah pun memilih seorang Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam sebagai Rasul yang berasal dari kalangan manusia sehingga ajaran yang dibawa cocok serta sesuai fitrah manusia.

Pengajar Rumah Fiqih Indonesia Ustadz Ahmad Zarkasih Lc dalam bukunya 'Manusia yang Tidak seperti Manusia' mengemukakan bahwa tidak satu pun ajaran Islam yangmelanggar fitrah manusia. Semua yang diperintahkan Allah Subhanahu wa ta'ala dan dicontohkan oleh Rasul-Nya semua berjalan selaras dengan kecenderungan yang ada pada manusia.

Baca juga: Ini Sederet Manfaat Air Zamzam Disebutkan dalam Hadist Nabi 

"Apa pun yang dilakukan seorang Muslim yang bertentangan dengan nalar kemanusiaan, atau menjurus kepada hal yang membahayakan diri sebagai manusia, itu pasti dilarang oleh syariat," jelas Ustaz Ahmad Zarkasih, dikutip dari Sindonews, Rabu (1/7/2020).

Buktinya bisa dapati dalam sebuah hadis masyhur. Ada beberapa orang datang kepada Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam untuk bersaksi atas dedikasi dirinya dalam ibadah kepada Allah Subhanahu wa ta'ala, namun Nabi tidak merestuinya.

Dari Anas bin Malik Radhiyallahu anhu, beliau berkata:

"Ada tiga kelompok yang mendatangi rumah istri-istri Nabi Shallallahu alaihi wa sallam untuk bertanya tentang bagaimana ibadah Nabi. Ketika dikabari tentang bagaimana ibadahnya Nabi, mereka merasa malu dan terpukul, sampai akhirnya mereka berkata: 'Kita ini siapa jika dibandingkan dengan Nabi Shallallahu alaihi wa sallam? Kita tidak ada apa-apanya. Padahal, Beliau sudah diampuni dosanya yang lalu dan juga yang akan datang."

Ilustrasi agama Islam. (Foto: Freepik)

Kemudian salah seorang di antara mereka berucap: "Kalau begitu untuk menyamai Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam dalam ibadahnya, saya akan terus-terusan sholat malam tanpa tidur."

Sahabat yang lain berkata: "Kalau begitu saya akan puasa setiap hari, tak pernah berbuka." Sahabat yang lain lagi berkata: "Kalau begitu saya tidak akan menikah selamanya."

Akhirnya Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam datang lalu berkata:

"Wahai kalian yang berkata ini dan itu. Ketahuilah bahwa aku adalah orang yang paling takwa di antara kalian. Akan tetapi, setakwa-takwanya aku, aku (kalau malam) sholat juga tidur. (Kalau siang) aku puasa, tapi juga kadang berbuka. Dan aku menikahi wanita. Siapa yang menolak sunnahku, maka ia bukan dari golonganku." (Muttafaqun 'Alayh)

Baca juga: Butuh Keteladanan Wujudkan Moderasi Beragama 

Ustadz Ahmad Zarkasih mengatakan hadis tersebut cukup menjadi bukti bahwa syariat Islam tidak akan mengeluarkan kita dari sisi kemanusiaan. Dalam mencari jodoh misalnya, Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam menjelaskan bahwa aspek-aspek yang bisa dipertimbangkan dalam mencari jodoh adalah kekayaan, kecantikan, keturusan terhormat danagama.

Dari empat aspek itu, tiga aspek adalah hal-hal yangmenjadi kecenderungan dasar orang sebagai manusia yang bernafsu. Sebab tidak masalah mencari jodoh berdasarkan kaya, cantik, dan keturunan orang terhormat, karena memang itulah yang manusia mau.

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu bahwa Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda: "Wanita itu dinikahi karena empat hal: karena hartanya, nasabnya, kecantikannya dan agamanya. Perhatikanlah agamanya kamu akan selamat." (HR Al Bukhari dan Muslim)

Hadis ini menjelaskan bahwa ada beberapa pertimbangan yang biasa dijadikan patokan oleh kebanyakan orang dalam mencari jodoh, dan itu legal, alias tidak salah. Itu juga yang menjadi padangan Imam Nawawi, salah satu ulama kenamaan Mazhab Syafiiyyah.

Ketika beliau mengomentari hadis di atas dalam kitabnya Syarhu Al-Nawawi 'ala Muslim: "Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam dalam hadisnya yang cukup masyhur. Yang benar pada makna hadis ini adalah bahwa Nabi sedang memberi tahu kepada kita tentang apa yang biasanya dijadikan pertimbangan oleh kebanyakan orang. Bahwa mereka sangat mempertimbangan empat hal tersebut. Dan yang terakhir dalam pertimbangan mereka adalah agama. Maka perhatikanlah betul-betul soal agama wahai para pencari jodoh. Dan ini (empat pertimbangan) bukan berarti perintah (dari Nabi Shallallahu alaihi wa sallam)."

Baca juga: Hari Bhayangkara, Ini 3 Humor Kocak Gus Dur tentang Polisi 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini