Selanjutnya, buah dari ketaatan itu, yaitu sikap tawakkal kepada Allah, akan menghadirkan kecukupan dalam setiap aspek kehidupan yang dijalaninya.
Sungguh, betapa bahagianya orang-orang yang taat kepada Allah. Allah akan selalu hadir untuknya, selalu menemaninya, terus-menerus mengulurkan ‘tangan-Nya’, menenangkan hatinya ketika dirundung masalah, menenteramkan batinnya ketika didera persoalan, mendamaikan jiwanya ketika diliputi kesedihan.
Bahagianya ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya, hanya dirasakan oleh mereka yang menjalankan ibadah penuh rasa cinta kepada Sang Khalik dan kekasih-Nya, yakni Rasulullah SAW. Taat yang membahagiakan adalah ketika ibadah bukan karena keterpaksaan, tetapi karena kesadaran.
Taat yang membahagiakan adalah ketika menjalankan syariat-Nya karena cinta, bukan karena takut. Taat yang membahagiakan adalah ketika seluruh aktivitas kehidupan yang kita jalani hanya mengharap ridha-Nya, bukan karena pamrih kepada manusia.
(Salman Mardira)