Gus Miftah: Orang Salah Pergaulan Lebih Mudah Dinasihati ketimbang Salah Pengajian

Muhammad Hafizh Arya Pradana, Jurnalis · Kamis 16 Juli 2020 14:06 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 16 330 2247331 gus-miftah-orang-salah-pergaulan-lebih-mudah-dinasihati-ketimbang-salah-pengajian-KDhYCFuPPc.jpg Gus Miftah. (Foto: Twitter @syahudatroy)

USTADZ Miftah Maulana Habiburrahman atau lebih dikenal Gus Miftah mengatakan sangat penting memahami materi yang disampaikan ketika berdakwah. Ia menerangkan bahwa berdakwah bukan tentang berani menyampaikan ajaran agama Islam, tetapi harus sesuai dalilnya.

Menurut Gus Miftah, orang yang tidak berilmu kemudian berfatwa, itu adalah sebuah kemungkaran. Dengan kapasitas yang ilmu memadai, konten sesuai ajaran Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam harus dipahami dengan jelas.

Baca juga: Ketika Gus Miftah Menangis Diamanatkan Sumbangan oleh Wanita Pekerja Malam 

"Makanya banyak yang menganggap berdakwah adalah sebuah profesi. Dengan meraup keuntungan dari sebuah profesi berdakwah. Kita perlu membuat rule of the game agar tidak ada yang keliru tentang penempatan pendakwah di sebuah media," ungkap Gus Miftah ketika berbincang dengan Ketua Komisi Dakwah dan Pengembangan Masyarakat Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Muhammad Cholil Nafis, dikutip dari akun Youtube MUI, Kamis (16/7/2020).

Ia menerangkan, ilmu yang tidak mempunyai guru sama seperti bisikan setan. Untuk saat ini guru sangat penting karena memiliki pengetahuan tentang ajaran Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam.

Baca juga: Sales Promotion Akhirat ala Gus Miftah 

Setiap orang, kata Gus Miftah, perlu mempertajam ilmu dari guru atau alim ulama sebelum mulai berdakwah. Mereka yang berdakwah tidak dengan ilmu dinilai sangat meresahkan.

"Maka perlunya menggunakan media sosial digunakan untuk berdakwah membenarkan apa yang salah terhadap diri kita. Orang yang salah pergaulan mudah dinasihati, ketimbang orang yang salah pengajian," ujar Gus Miftah.

Gus Miftah. (Foto: Istimewa)

Sementara KH Cholil Nafis menyimpulkan dakwah itu dinamis. Ajaran Islam sudah sempurna, tidak perlu ada penambahan. Gunakanlah metode syiar mengikuti perkembangan zaman.

"Banyak orang menggunakan media sosial. Banyak yang berilmu dan pintar jangan hanya diam saat orang lain berdakwah. Gunakan metode berdakwah sesuai etikanya," terangnya.

Baca juga: Buat Traveller Muslim Hobi Fotografi, Perhatikan 3 Hal Ini saat Liburan 

Ilustrasi pengajian. (Foto: Istimewa)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini