4. Hindari pamer
Hindari adu gengsi dengan bersepeda terlalu jauh jaraknya. Menempuh jarak sampai puluhan bahkan ratusan kilometer, lalu pamer di grup, screenshot, dan menyebarkan di berbagai media sosial. Tidak jarang ada berita orang yang kecelakaan dan kecapekan dalam bersepeda.
5. Hindari sombong
Hindari bersepeda dengan rasa sombong dan mendominasi di jalan raya menutup jalan bagi kendaraan lainnya. Terkadang sepeda yang mahal dan aksesori yang mahal, pengendaranya merasa sombong seolah-olah menguasai jalan tersebut dan menyebabkan kendaraan yang lain susah melintas.

6. Utamakan keluarga
Apabila tidak bisa bersepeda keluar karena istri tidak setuju, mungkin karena istri ditinggal terus, bisa bersepeda indoor yaitu di dalam rumah. Sepeda di rumah juga masih bisa meraih manfaat lain, misalnya bersepeda sambil menonton kajian atau hal-hal yang bermanfaat, atau bersepeda sambil mengobrol ringan dengan keluarga.
Mari tetap semangat olahraga bersepeda dan selalu berdoa agar selalu diberi keselamatan serta dijauhkan dari sifat malas.
اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ وَالْجُبْنِ وَالْهَرَمِ وَالْبُخْلِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ
Artinya: "Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kelemahan, rasa malas, rasa takut, kejelekan di waktu tua, dan sifat kikir. Dan aku juga berlindung kepada-Mu dari siksa kubur serta bencana kehidupan dan kematian." (HR Bukhari Nomor 6367 dan Muslim Nomor 2706)
(Hantoro)