Kisah Guru Bahasa Inggris, 6 Tahun Tinggal di Saudi hingga Bisa Berhaji

Saskia Rahma Nindita Putri, Jurnalis · Minggu 02 Agustus 2020 01:05 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 01 614 2255527 kisah-guru-bahasa-inggris-6-tahun-tinggal-di-saudi-hingga-bisa-berhaji-XhzcdgyuqM.JPG Azra Aly, seorang guru Bahasa Inggris asal Afrika Selatan yang beruntung bisa berhaji tahun ini (Foto: Saudigazette)

AZRA Aly, seorang jamaah haji asal Afrika Selatan sangat beruntung karena dapat melaksanakan ibadah haji tahun ini. Wanita berusia 38 tahun yang bekerja sebagai guru Bahasa Inggris di Jeddah dan telah tinggal di Arab Saudi selama enam tahun terakhir itu tak bisa melukiskan pengalaman spiritual hebatnya tahun ini.

"Ini bisa menjadi awal dari sisa hidup saya," ucap Azra, dikutip dari laman Saudigazette, Sabtu (1/8/2020).

Kakek Azra, Qassim Ali, adalah seorang imam masjid yang dihormati. Ia dilahirkan sembilan tahun setelah kematiannya, tetapi terus-menerus mendengar kisah-kisah inspirasional tentang dirinya, karakternya, dan dedikasinya kepada komunitasnya. Azra bahkan bertanya-tanya mengapa ayahnya tidak hidup dengan nilai dan prinsip yang sama seperti sang kakek.

Azra dan saudara-saudaranya memiliki pengalaman yang kacau di rumah, di mana kedua orangtuanya berpisah ketika dia baru berusia sembilan tahun. Ia sering mendapati dirinya bertanya kepada Allah mengapa hal itu bisa terjadi terhadap keluarganya.

Baca juga: WHO Puji Arab Saudi atas Perlindungan terhadap Jamaah Haji

"Pada 2011, setelah perdebatan sengit dengan keluarga saya, saya dengan berani menyatakan kepada ibu saya bahwa saya akan meninggalkan mereka dan pergi ke padang pasir," tuturnya.

Pada Januari 2014, setelah serangkaian peristiwa tak terduga terjadi dalam kehidupan Azra, ia menerima panggilan untuk mengajar di Universitas King Abdulaziz di Kota Jeddah.

Pada saat itulah dia berpikir kembali ketika dia menyatakan bahwa dia akan meninggalkan keluarganya dan pergi ke padang pasir, dan pada saat itulah Azra menemukan jawaban untuk pertanyaan yang terus dia tanyakan kepada sang khalik.

Setelah pindah ke Arab Saudi, dia belajar bagaimana melakukan umrah dan telah melaksanakan ibadah haji "ringan" itu sebanyak 18 kali. Sepanjang pengalaman ini, dia menjaga kakeknya di belakang pikiran dan jiwanya, hampir seperti penunjuk arah mental dan spiritual.

Apa yang paling luar biasa bagi Azra tentang kakeknya, adalah kisah kematiannya. Dia meninggal pada tahun 1973 dalam keadaan sujud saat memimpin Sholat Ashar pada hari Jumat.

"Kematiannya mengirimkan riak-riak di komunitas muslim ketika orang-orang menceritakan detail berulang kali satu sama lain, dan anak-anak mereka, dan cucu selama beberapa dekade," kata dia.

Kakek Azra telah mengubah hidupnya. Ketika pengumuman datang untuk berhaji tahun ini, Azra ingat betul bagaimana seorang kerabat pernah mengatakan kepadanya bahwa haji telah mengubah hidupnya.

“Aku tidak percaya! Gembira! Mungkin Dia (Allah) tidak meninggalkan saya. Mungkin Dia sudah menunggu untuk membantu saya memperbaiki apapun yang rusak. Saya tidak tahu apa yang diharapkan dari sini, tetapi yang saya tahu adalah bahwa saya ingin kejelasan, dan kedamaian. Saya merasa takut karena beberapa alasan tetapi pada saat yang sama, ini bisa menjadi awal dari sisa hidup saya," tutup Azra. (put)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini