Hikmah Orang Berilmu, Semut hingga Ikan Memintakan Rahmat

Ade Naura, Jurnalis · Rabu 05 Agustus 2020 17:20 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 05 330 2257509 hikmah-orang-berilmu-semut-hingga-ikan-memintakan-rahmat-p6f7i7Pszo.jpg Ilustrasi orang berilmu. (Foto: Freepik)

MENJADI seorang Muslim harus taat beribadah kepada Allah Subhanahu wa ta'ala. menjalankan semua perintah-Nya dan menjauhi larangannya.

Namun dalam menjalani hidup, kaum Muslimin juga memerlukan ilmu. Sebab, ilmu menjadi salah satu hal yang penting untuk dikuasai. Tanpa ilmu, seseorang tidak akan bisa tahu atau mengerti akan sesuatu. Sebut saja membaca atau menghitung, bahkan berdagang pun harus ada dasar ilmunya.

Baca juga: Berprasangka Baik kepada Allah Ta'ala, Jaminan Bahagia Dunia-Akhirat 

Senang akan ibadah merupakan hal yang bagus sekali. Tetapi di luar itu, banyak ilmu yang bisa dipelajari, contohnya ilmu agama, kesehatan, dan lain-lain.

Banyak keutamaan atas seorang Muslim yang berilmu dan taat beribadah kepada Allah Subhanahu wa ta'ala.

Dalam Hadis Riwayat Tirmizi dijelaskan:

"Dari Abu Umamah Radhiyallahu anhu bahwa Keutamaan seorang alim dibanding ‘abid (seorang ahli ibadah tapi jahil) adalah seperti keutamaanku dibanding dengan orang yang paling rendah di antara kalian." Kemudian Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda, "Sesungguhnya Allah, malaikat, serta penghuni langit dan bumi sampai-sampai semut yang berada di sarangnya dan juga ikan senantiasa memintakan rahmat kepada orang yang mengajarkan kebaikan kepada manusia."

"Banyak manusia yang taat beribadah, rajin sholat ketika azan sudah mulai berkumandang. Selalu rajin mengaji dan menjalankan ibadah haji. Tetapi bagaimana jika dibandingkan kedudukannya dengan orang yang berilmu? Jawabannya ada pada hadis, 'Keutamaan seorang alim dibanding ‘abid (seorang ahli ibadah tapi jahil) adalah seperti keutamaanku dibanding dengan orang yang paling rendah di antara kalian," ungkap Ustadz Dr Khalid Basalamah, dikutip dari akun Youtube-nya, Rabu (5/8/2020).

Baca juga: Lupakan Kenangan Kelam, Segera Bertobat Tatap Masa Depan 

"Ilmu itu nikmat, jika sudah menjadikan ilmu sebagai kebutuhan maka kita akan merasa ketagihan. Membaca buku seperti tidak mau ditutup sampai selesai, atau mendengar ceramah harus sampai selesai," ujar Ustadz Khalid Basalamah.

Ia melanjutkan, kenikmatan itu akan didapatkan oleh orang yang ikhlas. Ketika seseorang riya dan hanya mengejar dunia, tidak akan ada bekasnya ilmu di dunia.

Lalu saat seseorang membuka pintu dosa, ia akan jauh dari ilmu. Hadis tersebut sangat luar biasa, bagaimana Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam mengumpamakan seorang alim dengan seorang ahli ibadah tanpa ilmu.

Banyak contoh, manusia yang ibadah haji tetapi tidak paham hukumnya seperti apa, atau banyak yang melakukan pelanggaran.

Baca juga: Selesaikan Masalah Sebelum Wafat agar Selamat Dunia-Akhirat 

Ada juga yang masih salah dalam gerakan sholatnya, bacaannya, shafnya. Begitu juga dengan membaca Alquran, masih ada sering yang salah dalam membacanya.

"Maka itu, kita sebagai umat Islam sangat diwajibkan memiliki ilmu agar tidak salah dalam memahami dan melakukan sesuatu," pungkas Ustadz Khalid Basalamah.

Wallahu a'lam bishawab.

Baca juga: Manfaat Istighfar Tak Terduga, Mendatangkan Nikmat yang Hilang 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini