Gemar Bermaksiat? Jangan Sedih, Allah Buka Pintu Tobat Seluas-luasnya

Novie Fauziah, Jurnalis · Jum'at 28 Agustus 2020 18:30 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 28 614 2269092 gemar-bermaksiat-jangan-sedih-allah-buka-pintu-tobat-seluas-luasnya-VHBKeIfRXX.JPG Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

SETIAP manusia dilahirkan dalam keadaan suci, namun setelah dewasa tak sedikit ada yang berbuat dosa, terkecuali manusia itu Rasulullah Shalallahu alaihi wasallam yang terpelihara dari dosa (ma'shum).

Oleh karenanya, setiap manusia diperintahkan untuk bertobat, demikian disampaikan oleh Wakil Ketua Majelis Dakwah dan Pendidikan Islam (Madani) Ustadz Ainul Yaqin.

“Tobat itu fasilitas atas karunia dan kemurahan Allah, karena Allah mengetahui kelemahan kita sebagai manusia yang penuh kealpaan dan kesalahan sehingga terkadang sering tergelincir dalam maksiat dan dosa,” katanya saat dihubungi Okezone, Jumat (29/8/2020).

Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam bersabda:

كُلُّ بَنِي آدَمَ خَطَّاءٌ وَخَيْرُ الْخَطَّائِينَ التَّوَّابُونَ

Artinya: "Setiap anak Adam pasti memiliki kesalahan, dan sebaik-baik orang yang bersalah adalah mereka yang mau bertaubat," (HR. Ibnu Majah).

Baca juga: Alasan Pentingnya Menutupi Aib dan Dosa Masa Lalu

Lebih lanjut, sangatlah merugi apabila ada orang yang mengabaikan pintu maaf Allah Subhanahu wa Ta’ala. Sebab, jika seorang hamba benar-benar ingin melakukan taubatan nasuha, maka semua dosanya akan diampuniNya.

“Jangan menyia-nyiakan pintu tobat, menunda-nunda tobat, mengulang-ulang maksiat, hobi berbuat dosa pada Allah, sombong nekat berbuat dosa-dosa, terlebih bandel meninggalkan segala perintah Allah Subhanahu wa ta’ala,” tuturnya.

Allah Ta'ala berfirman:

وَاسْتَغْفِرِ اللَّهَ ۖ إِنَّ اللَّهَ كَانَ غَفُورًا رَحِيمًا

Artinya: “Dan mohonlah ampun kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang,” (QS. An-Nisa: 106).

إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ التَّوَّابِينَ وَيُحِبُّ الْمُتَطَهِّرِينَ

Artinya: “Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertobat dan mencintai orang-orang yang mensucikan diri,” (QS. Al-Baqarah: 222).

Selain itu, tobat itu juga bermakna mendekatkan diri, kembali kepada Allah, meminta keridhoan Allah atas dirinya dan kesalahanya, tobat dari dosa kecil atau besar. Terlebih dosa menyangkut hak Allah ataupun dosa atas Haqul adami.

Bahkan para Nabi dan Rasul yang maksum (terjaga)pun selalu bertaubat kepada Allah Subhanahu wa ta’ala, termasuk Nabi Muhammad Shalallahu alaihi wassala yang telah terjamin dan jelas masuk surga, juga memohon ampun dan bertaubat kepadaNya.

Nabi Shallallahu alaihi wasallam bersabda:

وَعَنْ أبِي هُرَيرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنهُ قَالَ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: (وَاللهِ إَنِّي لَأَسْتَغْفِرُ اللهَ وَأَتُوبُ إِليهِ فِي اليَومِ أَكثَرَ مِنْ سَبعِينَ مَرَّةً) رَوَاهُ البُخَارِيُّ.

Artinya: "Dari Abi Hurairah radhiallahu anhu beliau berkata: “Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda, ‘Demi Allah, sesungguhnya aku pasti memohon ampun kepada Allah dan bertaubat kepada-Nya dalam sehari lebih dari tujuh puluh kali," (HR. Al-Bukhari).

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini