Cerita Tukang Ketoprak yang Tinggalkan Dagangannya Demi Sholat

Vitrianda Hilba Siregar, Jurnalis · Kamis 19 November 2020 11:22 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 19 613 2312216 cerita-tukang-ketoprak-yang-tinggalkan-dagangannya-demi-sholat-hoYIonCEVT.jpg Belajar mencintai Allah SWT dari seorang tukang ketoprak. (Foto:Ist)

JAKARTA - Rezeki, maut, jodoh adalah kehendak Allah Subhanahu wa ta'ala (SWT). Jika Allah SWT sudah berkendak tak satupun dapat mengahalanginya.

Ini kisah tukang ketoprak dan rezeki seperti dituturkan Ustaz Boris Tanesia di dalam akun Facebook-nya seperti dikutip Kamis (19/11/2020).

Pulang kantor, mampir dulu beli titipan orang rumah. Kali ini dititipin ketoprak.

Baca Juga: Tugas Seorang Muslim hanya Menyampaikan Kebenaran, Selebihnya Urusan Allah SWT

Akhirnya ketemu gerobak ketoprak, kok ini gerobaknya kosong enggak ada orang yang jaga.

"Pak, ini tukangnya mana pak?" tanyaku ke tukang kue cucur di sebelahnya.

"Oh, lagi Sholat Maghrib Pak. Dah dari tadi, bentar lagi datang," jawabnya.

Baca Juga: Kisah Selendang Nabi Muhammad Ditarik Secara Kasar, Sikapnya di Luar Dugaan

Sehubungan ini pesenan orang rumah, terpaksalah menunggu agak lama, kalau untuk diri sendiri sudah saya tinggal langsung.

Sedikit terlintas dalam hati, betapa banyak potensi pembeli yang akan hilang, kalau ditinggal lama begini.

Tak berapa lama datanglah tukang ketoprak tersebut."Beli ketoprak pak, satu," ucapku.

Entah mengapa, tiba-tiba berubah pikiran. "Beli dua deh pak," sebutku

Kemudian datanglah beberapa orang yang antre ingin beli ketoprak. Entah darimana mereka. Tadi saya menunggu sendiri gak ada orang lain, tiba-tiba mereka datang memesan ketoprak .

Baca Juga: Hukum Mengabadikan Hubungan Suami Istri Menurut Islam, Bolehkah?

Masya Allah, tidak sedikit pedagang yang rela meninggalkan sholat demi menjaga dagangannya yang belum tentu ada orang beli. Apalagi jika pelanggan sedang ramai. Atau mungkin pegawai-pegawai kantoran, rela menunda-menunda sholat bahkan meninggalkan sholat hanya karena alasan sibuk kerja, meeting dan lain sebagainya. Mereka (dan juga kita) seakan lupa kalau Allah yang mengatur rezeki.

Tukang ketoprak ini, dengan yakinnya meninggalkan jualannya untuk sholat, seakan-akan dia lari meninggalkan rezekinya. Sekembalinya dari sholat ternyata rezeki datang seperti lebah mengerumuni bunga. Bahkan Allah menggerakkan hati saya sendiri untuk membeli lebih dari yang seharusnya.

Sungguh benar perkataanmu wahai Nabi Muhammad SAW:

“Kalaulah anak Adam lari dari rezekinya sebagaimana ia lari dari kematian, niscaya rezekinya akan mengejarnya sebagaimana kematian itu akan mengejarnya.” (HR Ibnu Hibban No.1084)

Semoga Allah menjadikan kita hamba-hamba-Nya yang selalu bertakwa, yang selalu mengutamakan-Nya di atas dunia dan seisinya. 

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini