Kisah Selendang Nabi Muhammad Ditarik Secara Kasar, Sikapnya di Luar Dugaan

Vitrianda Hilba Siregar, Jurnalis · Rabu 18 November 2020 17:50 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 18 613 2311864 kisah-selendang-nabi-muhammad-ditarik-secara-kasar-sikapnya-di-luar-dugaan-BVTROmm7Gx.jpg Ahlak Nabi Muhammad SAW sangat mulia. (Foto/Okezone/Ist)

JAKARTA - Ahlak mulia Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wasallam (SAW) tidak ada keraguannya. Bahkan ketika Nabi diperlakukan tidak enak, sikapnya pun di luar dugaan.

Ustaz Firanda Andirja mengisahkan, Anas bin Malik Radhiyallaahu anhu yang melayani Rasulullah selama 10 tahun, menuturkan bahwa dirinya tidak pernah dihardik, atau pun ditegur secara kasar oleh Rasulullah SAW terkait kesalahan yang dia lakukan selama melayaninya.

"Bukankah sudah sering kita baca bahwa Rasulullah SAW juga sosok yang memuliakan para budak, bahkan beliau pernah menjenguk bekas pelayan beliau yang ketika itu masih beragama Yahudi," ujar Ustaz Firanda, dalam sebuah dakwahnya, seperti dikutip Rabu (18/11/2020).

Baca Juga: Akhlak Rasulullah Adalah Al-Qur'an, Ini Penjelasannya

Suatu ketika seorang badui secara tiba-tiba menarik selendang Nabi Muhammad SAW lalu dengan hanya menyebut nama beliau (tanpa panggilan Rasulullah) dia serta-merta meminta kain yang sedang beliau kenakan sebagai selendang.

Rasulullah SAW tidak sedikit pun memarahinya atau pun bermuka masam terhadapnya. Rasulullah malah tersenyum kepadanya, sembari memberikan selendang tersebut kepada si Arab badui.

Baca Juga: Hukum Mengabadikan Hubungan Suami Istri Menurut Islam, Bolehkah?

Lihatlah bagaimana kaum kafir Quraiys mengusir Nabi Muhammad SAW dari Makkah dengan penuh kekejaman, namun ketika berhasil menaklukkan Makkah, hal pertama yang beliau lakukan adalah menawarkan pemaafan atas segala kesalahan mereka dengan penuh kerendahan hati, hingga masuk Islam mereka dengan berbondong-bondong.

Rasulullah SAW sering membawa serta cucu-cucu beliau (Umamah, Hasan, dan Husein) ketika shalat, dan membiarkan mereka menaiki punggung beliau hingga memperlama sujud beliau.

Rasulullah adalah sosok nabi dan rasul yang memerintahkan para imam untuk mempersingkat durasi shalat ketika terdengar tangisan anak kecil. Beliau Nabi Muhammad SAW adalah sosok yang terbiasa menghampiri anak-anak yang sedang bermain, lalu mengucapkan salam sembari bercengkrama dengan mereka.

Ketika Rasulullah menyelenggarakan acara walimah pernikahannya dengan Zainab binti Jahsy, para sahabat yang memang sangat senang berdekatan dengan beliau terlupa akan waktu, sehingga mereka terlalu lama berada di rumah Rasulullah.

Baca Juga: Kisah Nabi Musa, Lupakan Berharap Ucapan Terima Kasih

Namun ternyata Rasulullah SAW merasa malu untuk meminta mereka untuk pergi, hingga Allah menurunkan ayat terkait hal ini, agar para sahabat mengingat waktu dan tidak berlama-lama ketika bertamu kepada Rasulullah SAW.

Shafiyyah binti Huyai radhiyallaahu anha, adalah istri Rasulullah SAW yang sebelumnya merupakan putri terhormat dari keluarga Yahudi yang terkenal alim nan terhormat pula.

Ayah, suami, dan saudaranya wafat terbunuh pada peristiwa pengusiran Yahudi Bani Nadhir dari Madinah, setelah mereka mengkhianati perjanjian damai dengan kaum muslimin di Perang Khandaq.

Namun demikian, Shafiyyah mengakui akan mulianya akhlak dan budi pekerti Rasulullah SAW.

Dikisahkan bahwa Nabi Muhammad SAW pernah menjadikan paha beliau sebagai pijakan Shafiyyah untuk menaiki unta.

Shafiyyah juga pernah mengunjungi suaminya, Rasulullah SAW, ketika beliau sedang beri’tikaf. Setelah saling berbincang beberapa saat, Rasulullah SAW pun mengantar Shafiyyah untuk pulang.

Rasulullah kadang berjalan tanpa alas kaki, dan sangat zuhud terhadap kenikmatan duniawi, walau kemewahan dunia sangat mudah untuk beliau dapatkan.

1
4

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini