Kemuliaan Mengerjakan Shalat Subuh, Tak Akan Masuk Neraka

Vitrianda Hilba Siregar, Jurnalis · Selasa 24 November 2020 05:01 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 23 613 2314771 kemuliaan-mengerjakan-shalat-subuh-tak-akan-masuk-neraka-50AoYt06Xs.jpg Shalat Subuh mempunyai keutamaan yang mulia. (Foto: Freepik

JAKARTA - Shalat Subuh mempunyai keutamaan mulia. Dalam sebuah hadis disebutkan tidak akan masuk neraka orang yang Shalat Subuh.

Shalat Subuh datang di waktu tatkala manusia sedang beristirahat, tatkala mereka sedang dalam kondisi tenang dan menginginkan untuk tetap di atas tempat tidur mereka.

Merasakan lezatnya tidur, maka berat bagi sebagian jiwa untuk bangun dari tempat tidurnya untuk mengerjakan ibadah yang besar tersebut.

Baca Juga: Di Mana Rasulullah Melaksanakan Shalat Ba'diyah Magrib?

Dalam sebuah hadis disebutkan:

“Tidak akan masuk neraka seseorang yang shalat sebelum matahari terbit dan sebelum matahari terbenam (maknanya yakni Shalat Subuh dan Shalat Ashar).” (HR. Muslim 634)

Baca Juga: Anak-Anak Tidak Boleh Keluar Rumah saat Magrib, Mengapa?

Mengutip ceramah Syaikh Prof. Dr. Abdurrazzaq bin Abdil Muhsin Al-Abbad Al-Badr pada Selasa (24/11/2020) yang meriwayatkan Abu Bakar bin Umarah bin Ru’aibah, dari ayahnya, beliau berkata, “Aku mendengar Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

“Tidak akan masuk neraka seseorang yang shalat sebelum matahari terbit dan sebelum matahari terbenam (maknanya yakni Shalat Subuh dan Shalat Ashar).” (HR. Muslim 634)

 Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam juga bersabda:

“Barangsiapa yang mengerjakan Shalat Subuh dan Shalat Ashar, dia pasti akan masuk surga.” (Muttafaqun ‘alaih)

Baca Juga: Akhlak Mulia Rasulullah, Tidak Pernah Mencela Makanan Sekalipun Tidak Enak

Khusus dua shalat yang agung tersebut (Shalat Subuh dan Shalat Ashar) disebutkan secara khusus akan keutamaannya dibanyak nash-nash syar’i. Karena kedua shalat tersebut memang memiliki masyaqqah (kesukaran) yang sangat berat bagi sebagian manusia.

Adapun Shalat Ashar, maka dia datang di waktu di mana manusia sedang sibuk-sibuknya mengerjakan perkara dunia mereka, sedang sibuk-sibuknya menyempurnakan amalan-amalan dunia mereka sebelum kembali beristirahat ke rumah-rumah mereka.

Maka barang siapa yang diberikan taufiq oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala untuk bisa menjaga keistiqamahan Shalat Subuh dan Shalat Ashar, maka biidznillah dia akan mampu menjaga keistiqamahan shalat-shalat yang lainnya.

Baca Juga: Semakin Sering Meminta Kepada Anak Adam, Maka Semakin Direndahkan

Menjaga Shalat Subuh dan Shalat Ashar bersamaan dengan masyaqqah yang didapatkan merupakan di antara wasilah bagi seorang hamba untuk dimudahkan di dalam mengerjakan shalat-shalat yang lainnya.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya