JAKARTA- Sikap riya dan syirik sangat dilarang oleh Allah Subhanahu wa ta'ala (SWT).
Mengapa demikian? Ustaz Dr Firanda Andirja MA dikutip dalam Kelas UFA, Rabu (2/12/2020) menjelaskan ada doa agar kita berlindung dari riya dan syirik yakni:
Baca Juga: Mutowif di Masjidil Haram: Ini Lebih Baik dari Pekerjaan Apapun di Dunia
"Allahumma inni a'u dzubika an usyrika bika wa ana a'lam wa astaghfiruka lima laa a'lam" (Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari perbuatan syirik yang aku ketahui. Dan aku memohon ampun kepada-Mu atas apa yang tidak aku ketahui).
Doa diatas disebutkan dalam sebuah hadis:
Baca Juga: Cara Tumbuhkan Sifat Qanaah, Tanpa Perlu Bersedih dan Tetap Bersyukur
Ma’qil bin Yasar Radhiyallahu anhu berkata, “Aku bertolak bersama Abu Bakar ash-Shiddiq Radhiyallahu anhu menuju Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam (SAW) , lalu Beliau ? bersabda: “Wahai Abu Bakar! Sungguh, syirik di tengah kalian itu lebih tersembunyi daripada semut yang merayap.”
Lalu Abu Bakar Radhiyallahu anhu berkata, “Bukankah makna syirik adalah kala seseorang menjadikan ada sesembahan lain selain Allah?”
Nabi Shallallahu ‘alaihi wa salam menjawab, “Demi Dzat yang jiwaku ada di tangan-Nya! Sungguh, syirik itu lebih tersembunyi daripada semut yang merayap. Maukah aku tunjukkan sesuatu kepadamu, yang bila mana engkau mengucapkannya, maka kesyirikan pun akan lenyap darimu, baik syirik yang sedikit (yang kecil) maupun banyak (besar)? Maka katakanlah:
Allahumma inni a'u dzubika an usyrika bika wa ana a'lam wa astaghfiruka lima laa a'lam" (HR. Al-Bukhari dalam al-Adabul Mufrad)
Baca Juga: Penting bagi Umat Muslim untuk Miliki Rasa Diawasi meski Sendirian, Mengapa?
Yang dimaksud syirik yang tidak terlihat diatas adalah perbuatan riya', sum'ah dan 'ujub. Perbuatan buruk diatas tidak bisa dihindari oleh orang yang tidak menyadari kapasitas dirinya.
Adapun bila tahu hakikat dirinya, dia akan sadar bahwa semua pujian hanyalah milik Allah Allah Subhanahu wa ta'ala (SWT). (Fadhlullah ash-Shamad 2/394).
Sementara saat ketika dapat pujian agar tidak timbul riya maka ucapkan doa ini:
Allahumma laa tuakhidzniii bimaa yaquuluun, waghfirlii maa laa ya'lamuuna waj'alnii khairan mimma yadhunnuun
Artinya: "Ya Allah, janganlah Engkau menghukumku akibat apa yang dia ucapkan (pujian), ampunilah aku atas apa yang mereka tidak ketahui dan jadikanlah aku lebih baik daripada apa yang mereka sangkakan.” (HR. Bukhari, Adabul Mufrad: 761).
(Vitrianda Hilba Siregar)