Karya Syaikh Ali Thantawi Soal Kematian yang Menggetarkan Hati

Vitrianda Hilba Siregar, Jurnalis · Selasa 15 Desember 2020 11:41 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 15 330 2327894 karya-syaikh-ali-thantawi-soal-kematian-yang-menggetarkan-hati-wkF31TKswX.jpg Syaikh Ali Thantawi rahimahullah. (Foto/Ist)

JAKARTA-  Kematian, siapa yang tak bergetar hati mendengar kata itu. Syaikh Ali Thantawi rahimahullah semasa hidupnya pernah menuliskannya.

Syaikh Ali Thantawi rahimahullah lahir di Damaskus pada 23 Jumadil Ula 1327 H bertepatan dengan 19 Juni 1909 M.

Syaikh Ali Thanthawi adalah seorang ahli sastra dan balaghah yang dikenal dengan keindahan kata-katanya juga manis ungkapannya.

Baca Juga: Ganjarannya Syahid bagi Ibu yang Wafat Ketika Melahirkan

Keluarganya berasal dari Thanta sebuah kota di Mesir. Namun diawal abad ke 19 M kakeknya Muhammad  Musthofa melalukan imigrasi dari mesir menuju Syam. Bila mengacu pada literatur yang ada, dapat disimpulkan bahwa beliau lahir di tengah keluarga yang dipenuhi ilmu dan hikmah.

Ayah beliau Mustafa Thantawi merupakan ulama kenamaan Syam di masanya. Ibunya adalah saudara kandung Muhibbuddiin Al-khatiib seorang tokoh pergerakan dakwah salafiyah di abad ke 20 M. Lingkungan ilmiyah inilah yang mendorongnya untuk tekun dalam menuntut ilmu.

Baca Juga:  Tipe Istri yang Bisa Masuk Surga dari Segala Pintu, Simak Ciri-Cirinya

Berikut salah satu tulisan terbaik Syaikh Ali Thantawi yang dikutip pada Selasa (15/12/2020) :

Pada saat engkau mati, janganlah kau bersedih. Jangan pedulikan jasadmu yang sudah mulai layu, karena kaum muslimin akan mengurus jasadmu.

Mereka akan melucuti pakaianmu, memandikanmu dan mengkafanimu lalu membawamu ke tempatmu yang baru, kuburan.

Akan banyak orang yang mengantarkan jenazahmu bahkan mereka akan meninggalkan pekerjaannya untuk ikut menguburkanmu. Dan mungkin banyak yang sudah tidak lagi memikirkan nasihatmu pada suatu hari.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Barang- barangmu akan dikemas; kunci kuncimu, kitab, koper, sepatu dan pakaianmu. Jika keluargamu setuju barang-barang itu akan disedekahkan agar bermanfaat untukmu.

Yakinlah; dunia dan alam semesta tidak akan bersedih dengan kepergianmu. Ekonomi akan tetap berlangsung!

Posisi pekerjaanmu akan diisi orang lain. Hartamu menjadi harta halal bagi ahli warismu. Sedangkan kamu yang akan dihisab dan diperhitungkan untuk yang kecil dan yang besar dari hartamu!

Kesedihan atasmu ada tiga; Orang yang mengenalmu sekilas akan mengatakan, kasihan.

Kawan-kawanmu akan bersedih beberapa jam atau beberapa hari lalu mereka kembali seperti sediakala dan tertawa- tawa!

Di rumah ada kesedihan yang mendalam! Keluargamu akan bersedih seminggu dua minggu, sebulan dua bulan, dan mungkin hingga setahun? Selanjutnya mereka meletakkanmu dalam arsip kenangan!

Demikianlah "Kisahmu telah berakhir di tengah-tengah manusia". Dan kisahmu yang sesungguhnya baru dimulai, Akhirat!!

Telah musnah kemuliaan, harta, kesehatan, dan anak. Telah engkau tinggalkan rumah, istana, suami dan istri tercinta. Kini hidup yang sesungguhnya telah dimulai.

Pertanyaannya adalah: Apa persiapanmu untuk kuburmu dan akhiratmu? Hakikat ini memerlukan perenungan.

Usahakan dengan sungguh-sungguh menjalankan kewajiban- kewajiban, hal-hal yang disunnahkan, sedekah rahasia, merahasiakan amal shalih, shalat malam, tilawah Al- Qur'an, Semoga saja engkau selamat.

Andai engkau mengingatkan manusia dengan tulisan ini insya Allah pengaruhnya akan engkau temui dalam timbangan kebaikanmu pada hari Kiamat. "Berilah peringatan, karena peringatan itu bermanfaat bagi orang orang mukmin" 

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya