Cara Rasulullah Bentengi Anak-Anak dari Godaan Setan

Reza Andrafirdaus, Jurnalis · Senin 01 Februari 2021 08:00 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 30 330 2353541 cara-rasulullah-bentengi-anak-anak-dari-godaan-setan-siHntjKU7J.jpg Ajarkanlah anak-anak untuk sholat sehingga dia bertakwa kepada Allah Ta'ala dan dijauhi gangguan setan terkutuk. (Foto:Freepik)

JAKARTA - Iblis memiliki sifat yang bernama setan. Oleh sebab itu dia diturunkan ke dunia dan telah bersumpah untuk menyebarkan tipu daya menyesatkan umat manusia.

Nabi Muhammad SAW telah memberikan pembelajaran kepada umatnya bagaimana beliau melindungi anak-anaknya dari Iblis atau godaan setan.

Dari Abut-Tayyah, dia berkata, "Aku bertanya kepada Abdurrahman bin Hunaisy, "Apakah engkau pernah mengetahui Nabi ?"

"Ya," jawabnya.

Baca Juga: 6 Adab Umat Muslim Saat Tidur, Waspada Jangan Lakukan Nomor 4

Aku bertanya, "Apa yang dilakukan Rasulullah pada suatu malam tatkala hendak diperdayai setan-setan?"

"Pada malam itu setan-setan mendatangi Rasulullah dari perkampungan dan bukit, dan di antara mereka ada setan yang membawa api yang berkobar-kobar, yang digunakan untuk menyulut wajah beliau. Lalu Jibril turun kepada beliau seraya berkata, "Hai Muhammad, ucapkanlah!" Beliau bertanya, "Apa yang harus kuucapkan?"

Baca Juga: 3 Foto Fenomena Bulan Purnama di Langit Masjidil Haram, Netizen: Rindu

Jibril berkata, "Ucapkanlah, 'Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dan kejahatan yang Dia ciptakan, yang Dia adakan dan yang ditiadakan-Nya, dari kejahatan yang turun dari langit, dari kejahatan yang naik ke langit, dari kejahatan cobaan malam dan siang, dari kejahatan setiap yang datang, kecuali yang datang dengan membawa kebaikan, wahai Yang Maha Pengasih."

Dilansir dari buku "Perangkap Setan" oleh Ibnul Jauzi, Senin (1/2/2021), Abdurrahman bin Hunaisy berkata, "Lalu api di tangan setan itu pun padam dan Allah mengalahkan setan-setan itu.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Dari Hisyam bin Urwah, dari ayahnya, dari Aisyah, bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda:

"Sesungguhnya setan mendatangi salah seorang di antara kalian, seraya bertanya, "Siapakah yang menciptakanmu! Dia menjawab, 'Allah Tabaraka wa Ta'ala. Setan bertanya lagi, 'Lalu siapa yang menciptakan Allah?" Jika salah seorang di antara kalian merasakan seperti itu, maka hendaklah dia berucap, 'Aku beriman kepada Allah dan Rasul-Nya'. Karena yang demikian itu bisa menghilangkan perasaan itu."

Dari Ibnu Mas'ud , dia berkata, memarfu'kannya, "Sesungguhnya setan itu mempunyai langkah terhadap anak keturunan Adam, dan malaikat itu juga mempunyai langkah. Langkah setan ialah mengembalikan kejahatan dan mendustakan kebenaran, sedangkan langkah malaikat itu ialah mengembalikan kebaikan dan membenarkan yang benar.

Barangsiapa mendapatkan yang demikian ini, maka hendaklah dia mengetahui bahwa itu berasal dari Allah, lalu hendaklah dia memuji Allah. Barangsiapa mendapatkan selain itu, maka hendaklah dia berlindung dari setan." Kemulian Ibnu Mas'ud membaca Surat Al-Baqarah ayat 268.

"Setan menjanjikan (menakut-nakuti) kalian dengan kemiskinan dan menyuruh kalian berbuat kejahatan (kikir)," (QS. Al-Baqarah: 268).

Menurut Syaikh, hadits ini diriwayatkan Jarir dan Atha', lalu dia memauqufkan pada Ibnu Mas'ud.

Dari Ibnu Abbas , dia berkata, "Rasulullah pernah melindungi Hasan dan Husain dengan bersabda, "Aku melindungi kalian berdua dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari segala setan, tuduhan jahat dan mata yang senantiasa mencela." Kemudian beliau bersabda, "Beginilah ayahku Ibrahim melindungi Ismail dan Ishaq." (HR. Al-Bukhari dan Muslim).

Mutharrif berkata, "Aku melihat, bahwa ada anak Adam yang terbaring antara Allah dan Iblis. Jika Allah menghendaki untuk melindunginya, maka dia terlindungi, dan jika dia menelantarkannya, maka dia akan pergi bersama Iblis."

Dikisahkan dari sebagian orang salaf, dia bertanya kepada salah seorang muridnya, "Apa yang dilakukan setan jika dia membujukmu dengan kesalahan?"

Sang murid menjawab, "Aku akan melawannya.

"Bagaimana jika dia kembal? lagi?"

"Aku akan tetap melawannya," jawab sang murid.

"Tentu saja cara ini akan bertele-tele. Apabila engkau melewati sekumpulan domba dan anjing penjaganya menyalak-nyalak ke arahmu atau menghalangi jalanmu, apa yang akan engkau lakukan?"

Sang murid menjawab, "Aku akan berhenti dan menghalaunya sebisa mungkin."

"Itu terlalu lama bagimu. Yang benar, mintalah tolong kepada penggembala domba itu agar dia menyibak jalan bagimu."

Ketahuilah bahwa perumpamaan Iblis di hadapan orang yang bertakwa dan orang yang tidak bertakwa, seperti seseorang yang duduk dan di hadapannya ada makanan. Lalu ada seekor anjing yang lewat. Orang itu berkata, "Menyingkirlah!" Maka anjing itu pun menyingkir.

Anjing itu lewat di hadapan orang lain yang di depannya ada makanan dan daging ketika orang itu menghalaunya, maka anjing itu tidak mau beranjak pergi.

Yang pertama perumpamaan orang yang bertakwa dan setan lewat di hadapannya. Dia cukup menghalau setan dengan dzikir. Sedangkan orang kedua adalah orang yang tidak bertakwa. Setan tidak mau enyah dari sisinya. Kami berlindung kepada Allah dari setan. 

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya