Cicilan 0% Bunga Bisa Juga Riba, Begini Penjelasanya

Vitrianda Hilba Siregar, Jurnalis · Rabu 03 Maret 2021 18:00 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 03 330 2371700 cicilan-0-bunga-bisa-juga-riba-begini-penjelasanya-HloCaswFLo.jpg Hati-hati transaksi riba. (Foto:SINDOnews)

JAKARTA - Cicilan 0% bunga termasuk riba? Bila membeli suatu barang dengan cara dianggsur dengan cicilan 0% besar kemungkinan masih masuk riba. Mengapa demikian? Ini mungkin dalam perjanjian jual beli ada klausul denda. Jika ada denda dalam proses jual beli maka ini menjadi salah satu penyebab riba.

Ustaz Muhammad Abduh Tuasikal mengilustrasikan sebagai berikut. Contohnya adalah beli HP dengan harga 2,4 juta dan jika dengan kartu kredit cicilan 0% diubah menjadi cicilan menjadi 400 ribu dibayar enam kali. Apa memang masih termasuk riba?

Baca Juga: Ada 4 Keutamaan Bulan Ramadhan yang Penuh Keberkahan

Ternyata kalau ditelusuri, tetap ada denda untuk transaksi krediti cicilan 0%. Jika melewati jatuh tempo lalu telat membayar, tetap dikenai denda. Namun kalau membayar tepat waktu, cicilan 0% akan tetap jadi 0%.

Dikutip dari laman Rumasyo pada Rabu (3/3/2021) disebutkan hal seperti ini bermasalah karena adanya akad menyetujui transaksi riba.

Baca Juga: Kisah Wanita di Pinggir Kuburan Mengusir Nabi Muhammad SAW

Syaikh Muhammad Shalih Al-Munajjid menyatakan bahwa tetap tidak dibolehkan mengikuti transaksi kredit yang ada dendanya ketika telat bayar, walaupun pembeli bertekad untuk melunasi angsurannya tepat waktu. Ada dua alasan terlarangnya:

Ini sama saja menyetujui syarat riba, itu haram. Bisa jadi ia tetap terjatuh dalam riba karena telat saat punya udzur yaitu karena lupa, sakit, atau pergi safar. (Dinukil dari Fatwa Al-Islam Sual wa Jawab, 101384)

Dan perlu dipahami bahwa denda ketika ada keterlembatan pembayaran termasuk riba jahiliyah dan disepakati haramnya.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Ibnu Katsir menyatakan bahwa jangan seperti orang jahiliyah yang akan berkata kepada pihak yang berutang (debitor) ketika sudah jatuh tempo, “Lunasilah! Kalau tidak, utangmu akan dibungakan.” (Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim, 2:287)

Karena sikap yang tepat untuk menyikapi orang yang telat dalam melunasi utang sebagai disebutkan dalam ayat,

وَإِنْ كَانَ ذُو عُسْرَةٍ فَنَظِرَةٌ إِلَى مَيْسَرَةٍ وَأَنْ تَصَدَّقُوا خَيْرٌ لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ

“Dan jika (orang yang berutang itu) berada dalam kesukaran maka berilah tangguh sampai dia lapang. Dan menyedekahkan (sebagian atau semua utang) itu lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui.” (QS. Al-Baqarah: 280)

Berarti kalau transaksi cicilan 0% tidak dikenakan denda ketika telat membayar, bisa selamat dari riba. Wallahu a’lam. 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya