Mahfud MD: Berpuasa adalah Mencoba Bersikap Mati Sebelum Mati

Vitrianda Hilba Siregar, Jurnalis · Sabtu 17 April 2021 08:01 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 17 330 2396145 mahfud-md-berpuasa-adalah-mencoba-bersikap-mati-sebelum-mati-3QOr4uxqu4.jpg Menko Polhukam Mahfud MD. (Foto: Polkam go.id)

JAKARTA - Pada Sholat Tarawih di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Jumat (17/4/2021), Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Prof Mahfud MD menjadi penceramah.

Sholat tarawih berlangsung dengan protokol kesehatan yang amat ketat. Seluruh jamaah wajib memakai masker. Shafnya berjarak dua meter lebih antara jamaah satu dengan yang lain.

Sebelum masuk ke dalam masjid, jamaah diperiksa suhu tubuhnya oleh petugas. Untuk tempat wudhu, sudah ada petugas yang mengarahkan agar tidak berkerumun. Di dalam, tak disediakan karpet. Jamaah membawa sajadah sendiri-sendiri.

Baca Juga: Bulan Ramadhan, Bung Karno dan 50 Tusuk Sate

Dikutip dari laman polkam go id disebutkan dalam ceramahnya, Mahfud mengajak jamaah untuk menahan hawa nafsu selama berpuasa.

“Tahan hawa nafsu untuk tidak berbuat sewenang-wenang dan selalu berbuat baik menolong orang lain,” ungkap Mahfud MD dari depan mimbar.

Diterangkannya, siapapun saja punya godaan masing-masing. Godaan pun datang silih berganti sesuai peran dan kapasitas seseorang.

“Siapapun itu, pejabat, pedagang, yang cantik, miskin, punya godaan sendiri. Kita mampu tidak bertahan dari banyak godaan? Khususnya selama puasa,” tambahnya.

Baca Juga: Waspadai Setan Khinzib, Tugasnya Bikin Orang Sholat Gagal Fokus

Menurutnya, berpuasa adalah mencoba bersikap mati sebelum mati. Mati menurut hadis nabi, ada mati sebelum mati. Nuraninya tetap hidup. Maksudnya orang mampu menjaga dirinya dari keperluan fisik duniawi yang mampu membunuh hawa nafsu, ketamakan, dan nafsu lainnya.

“Bersikap mati sebelum mati. Bertahan maupun menyerang agar tidak tergoda hawa nafsu. Menyerang dalam arti positif, yakni membantu yang membutuhkan, mengerjakan pekerjaan dengan baik dan sungguh-sungguh,” kata Mahfud MD.

“Manakala kita bisa mengendalikan hawa nafsu, baik dengan bertahan maupun menyerang, kita bisa masuk bulan Syawal dengan meningkat. Syawal artinya meningkat. Kalau tidak, puasa wajib terpenuhi, tapi hatinya tidak tertempa. Masih keras. Kalau tidak berubah, kita artinya tidak bisa menempa diri selama berpuasa,” tandas Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) ini.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

(Vitri)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya