Sekadar Coba yang Mendaftar pun Istri, Muhammad Ternyata Lolos Jadi Imam di Emirat Arab

Avirista Midaada, Jurnalis · Minggu 09 Mei 2021 04:15 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 08 614 2407832 sekadar-coba-yang-mendaftar-pun-istri-muhammad-ternyata-lolos-jadi-imam-di-emirat-arab-KqcnV5vdpr.jpg Muhammad Shohibul Huda. (Foto: Dok Pribadi via Okezone)

MALANG - Awalnya daftar hanya coba-coba saja dan yang mendaftarkan pun juga istri, namun ternyata Muhammad Shohibul Huda tidak menyangka menjadi satu dari 27 peserta yang lulus seleksi imam masjid di UEA atau Uni Emirat Arab.

Seleksi ini dilakukan oleh Kementerian Agama dan Pemerintah UEA. Warga Perumahan Istana Bedali Agung, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang, Jawa Timur, ini awalnya hanya coba-coba didaftarkan sang istri mengikuti seleksi imam asal Indonesia yang bakal dikirim ke UEA.

Menurut dia, awalnya dirinya mengetahui adanya seleksi imam masjid di UEA pada tahun 2020 lalu. Saat itu ia membaca informasi dari Dirjen Binmas Kemenag RI bahwa Pemerintah Indonesia bekerja sama dengan UEA di Abu Dhabi mencari imam yang bakal di tempatkan di masjid-masjid di UEA. Ini atas permintaan khusus Pangeran UEA Syeikh Mohammaed bin Zayed.

Baca Juga: Lailatul Qadar Malam ke-27, Apa Benar Begitu?

 "Kalau enggak salah itu informasinya tahun lalu, sekitar bulan September. Sebetulnya saya sendiri juga melihat pengumumannya kayak enggak yakin juga, apakah memenuhi kriteria atau bukan. Kriterianya banyak, yang masuk kriteria saya kira di atas umur 25 tahun, ya itu yang akhirnya memberanikan diri mendaftar," ucap Shohibul Huda.

Atas dorongan sang istri pula, ia pun akhirnya coba mendaftarkan diri. Mendaftarnya pun di hari terakhir batas pendaftaran yang ditentukan oleh pihak Kemenag RI dan panitia dari Pemerintah UEA. Pria berusia 37 tahun ini masih ingat betul saat itu pendaftaran terakhir pada 20 Oktober 2020, sedangkan ia sendiri juga mengirim syarat dokumen pendaftaran pada hari sama di sorenya.

Baca Juga: Tanda Malam Lailatul Qadar, Sahabat Nabi Diperlihatkan dalam Mimpi

"Sore hari itu baru daftar. Kalau enggak salah ditutupnya malam jam 9 (21.00) atau jam 10-an (22.00)," timpalnya.

 Bulan berganti, pada November 2020, pria yang akrab disapa Shohib itu terkejut saat menerima pemberitahuan dari pihak Kemenag RI bahwa dirinya menjadi 1 dari ratusan peserta seleksi calon imam yang lulus verifikasi dokumen awal. Saat itu ia pun menerima pemberitahuan harus berangkat ke Jakarta untuk menjalani seleksi tahap pertama calon imam.

"Tanggal 2 sampai 4 Desember diminta ke Jakarta untuk melakukan seleksi tahap pertama. Jadi pertama itu dites sama orang Kemenag-nya di Jakarta," ungkap dia.

Selama tes tahap pertama di Jakarta ini, Shohibul Huda harus bersaing dengan ratusan peserta seleksi lain menjalani tes meliputi tahsin atau suara yang merdu, fikih sholat, kebahasaan atau fasih dalam berbahasa Arab, hingga memiliki keilmuan Islam moderat. Di tahap pertama pula setiap peserta harus bisa berkhotbah dan berpidato secara bagus menggunakan bahasa Arab.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Selesai menjalani seleksi tahap pertama, Shohibul terkejut namanya masuk dan berhak mengikuti seleksi tahap kedua. Ia bersama 100 peserta masuk tahap seleksi kedua yang digelar pada Maret 2021 lalu.

"Di tahap kedua ini pengujinya langsung Syeikh-nya dari UEA ada 5 orang. Pelaksanaannya Maret kemarin, pelaksanaannya sama 3 hari juga. Saat itu yang datang 90 orang dari 100 orang peserta," bebernya.

Di sinilah kunci dari seleksi verifikasi dokumen dan tahap pertama yang dijalani pria yang sehari-hari juga berprofesi sebagai pengajar hafalan Alquran di Ma'had UIN Malang ini, bagaimana tidak setiap peserta yang masuk seleksi tahap dua harus menjalani seleksi satu per satu di hadapan para Syeikh dari UEA yang datang secara khusus ke Indonesia.

"Peserta yang ada itu dipanggil dites oleh para Syeikh itu. Materi tesnya sama sebenarnya, mengenai kebahasaan, tahsin (suara bacaan Alquran), hafalan Alquran, hingga pemahaman Islam. Kira-kiranya itu. Tapi hasilnya enggak langsung keluar, baru beberapa hari kemudian keluar," terang Shohibul Huda.

Usai menjalani seleksi tahap kedua, nama Muhammad Shohibul Huda masuk 27 peserta seleksi imam yang bakal diberangkatkan ke UEA. Awalnya ia mengaku tidak percaya ada namanya yang lulus, namun saat dikonfirmasi lagi ke pihak Kemenag RI benar ada namanya yang menjadi satu dari 27 peserta lulus.

"Enggak nyangka bisa lulus, karena semua tesnya berat. Enggak yang ada muda, yang paling besar porsinya di hafalan 30 juz, tilawahnya, tahfidz, lagu membacanya, sama kemampuan bahasa Arab, porsinya itu," jelasnya.

Shohibul Huda mengaku saat menjalani tes pemahaman agama ada keterbatasan bahasa Arab yang dimilikinya, sehingga beberapa kali terpaksa menjawab pertanyaan dengan Syeikh-nya dengan menggunakan bahasa Inggris.

 "Waktu dites Syeikh di bahasa Arab ada yang lupa, mungkin karena nervous atau grogi, akhirnya saya pakai bahasa Inggris, tapi alhamdulillah yang sana juga paham. Waktu itu dites fikih moderat, semuanya sulit. Tapi saya kira ini semua bukan dari kemampuan saya, tapi karena ridho Allah saya bisa lulus," paparnya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya