JAKARTA - Ustadz Abdul Somad atau akrab disapa UAS melalui akun Instagram-nya @ustadzabdulsomad_official membagikan rangkaian khotbah singkat untuk Sholat Idul Fitri di rumah saja.
Hal ini mengingat situasi di Tanah Air masih pandemi covid-19, dan dianjurkan melaksanakan Sholat Id di rumah saja secara sendirian atau bersama anggota keluarga.
Berikut contoh atau panduan khotbah singkat Idul Fitri dari UAS yang bisa Anda praktikkan ketika melaksanakan Sholat Id di rumah:
Baca Juga: Selain Muhammadiyah, Persis juga Tetapkan Lebaran 13 Mei
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
Assalaamu'alaikum wa Rahmatullahi wa Barakaatuh
الله اكبر الله اكبر الله اكبر
الله اكبر الله اكبر الله اكبر
الله اكبر الله اكبر الله اكبر
ولله الحمد
Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar
Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar
Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar
Wa Lillahil hamdu
الحمد لله رب العالمين
Alhamdulillahi Rabbil 'Alamin
اللهم صل على سيدنا محمد وعلى ال سيدنا محمد
قل هو الله احد
الله الصمد
لم يلد ولم يولد
ولم يكن له كفوا احد
Qul Huwallahu Ahad
Allohush-Shomad
Lam Yalid wa Lam Yuulad
Wa lam Yakul Lahu Kufuwan Ahad
Jamaah Idul Fitri yang dimuliakan Allah.Tujuan utama puasa adalah takwa.
Sifat orang bertakwa ada enam menurut surah Al 'Imran ayat 134-134, yaitu:
1. Bersedekah pada saat lapang dan sempit.
2. Menahan amarah.
3. Memberi maaf.
4. Segera ingat Allah jika tersalah.
5. Banyak bertaubat dan istighfar.
6. Stop. Tidak larut dalam dosa. . . (Duduk antara dua khutbah)
الله اكبر الله اكبر الله اكبر
الله اكبر الله اكبر الله اكبر
الله اكبر ولله الحمد
Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar
Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar
Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar
Wa Lillahil hamdu
الحمد لله رب العالمين
Alhamdulillahi Rabbil 'Alamin
اللهم صل على سيدنا محمد وعلى ال محمد
Allahumma Shalli 'ala Sayyidina Muhammad wa 'ala Aali Sayyidina Muhammad
والعصر
ان الانسان لفي خسر
الا الذين امنوا وعملوا الصالحات
وتواصوا بالحق وتواصوا بالصبر
Wal 'Ashr
Innal Insaana Lafii Khusr
Illalladziina Aamanu wa 'Amilush Shaalihati
wa Tawaa Shaubil haqqi wa Tawaa Shaubish Shabr
ايها الناس
اتقوا الله حق تقاته
AyyuHannaas
Ittaqullaah haqqo Tuqootih
اللهم اغفر للمسلمين والمسلمات
والمؤمنين والمؤمنات
الاحياء منهم والاموات
برحمتك يا ارحم الراحمين
Allahummaghfir Lil-Muslimiina wal-Muslimaat
Wal Mu'miniina wal Mu'minaat
Al Ahyaa-i MinHum wal-Amwaat
Birahmatika Yaa Arhamamar Raahimiin
Sementara Wakil Ketua Majelis Dakwah dan Pendidikan Islam (Madani) Ustadz Ainul Yaqin mengatakan tujuan khotbah Idul Fitri tidak terlepas dari pesan moral untuk saling mewasiatkan, baik untuk diri sendiri ataupun jamaah, dalam hal kebaikan, ibadah, serta amar makruf nahi mungkar.
Sebagaimana perkataan Imam Syafii yang tertuang dalam Kitab Al Majmu’ syarh Al Muhadzdzab berikut ini:
ويستحب للناس استماع الخطبة ، وليست الخطبة ولا استماعها شرطا لصحة صلاة العيد ، لكن قال الشافعي : لو ترك استماع خطبة العيد أو الكسوف أو الاستسقاء أو خطب الحج ، أو تكلم فيها أو انصرف وتركها ، كرهته ولا إعادة عليه
Artinya: “Dan disunahkan untuk umat manusia untuk mendengarkan khutbah. Khotbah Id dan mendengarkannya bukanlah syarat sah Sholat Id, tapi Imam Syafii berkata, 'Andai seseorang tidak mendengarkan khotbah Id, khotbah Gerhana, khotbah Istisqa, atau khutbah haji, atau berbicara ketika khotbah atau pergi dan meninggalkan khotbah, aku memakruhkannya sekalipun tidak wajib baginya mengulang'."
"Yang perlu dipahami mengapa dalam sholat berjamaah pada kondisi normal terdapat khutbah adalah esensi khutbah pada idul Fitri yaitu dalam rangka momentum saling mengingatkan dalam kebaikan. Serta saling berwasiat untuk tetap mempertahankan keistiqamahan ibadah setelah selama sebulan penuh menjalankan ibadah Ramadhan," jelas Ustadz Ainul Yaqin saat dihubungi Okezone belum lama ini.
Wallahu a'lam bishawab.
(Vitrianda Hilba Siregar)