"Contoh yang paling akhir adalah bagaimana konflik politik di Israel dan palestina itu kemudian di beberapa tempat dimodifikasi menjadi konflik agama. Oleh karena itu saya yakin kita sama-sama punya tanggung jawab untuk menghilangkan sikap destruktif agama," sambungnya.
Yaqut berharap Rusia sependapat dengan Indonesia yang memiliki pandangan bahwa untuk menyelesaikan konflik Israel-Palestina perlu kearifan dan menempatkan posisi degan semestinya.
"Bahwa ini bukan konflik agama. Ini ada persoalan lain di dalamnya. Sehingga Indonesia, Rusia, dan negara-negara yang peduli dengan perdamaian dunia dapat membantu menyelesaikan ini," tuturnya.
Lebih lanjut kata dia, apabila konflik yang terjadi adalah murni karena agama tentunya hal ini tidak dapat dibenarkan. "Karena pasti tidak ada satu pun agama yang mengajarkan tentang kekerasan," pungkasnya.
(Vitrianda Hilba Siregar)