Share

Ini Aturan Menafkahi Anak Bagi Suami yang Sudah Bercerai

Vitrianda Hilba Siregar, Jurnalis · Senin 24 Mei 2021 10:31 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 24 330 2414533 ini-aturan-menafkahi-anak-bagi-suami-yang-sudah-bercerai-YkDxqKJ5gd.jpg Kewajiban ayah terhadap anaknya. (Foto:Freepik)

JAKARTA - Perceraian pasangan suami istriย  bukan berarti kewajiban seorang ayah atas anak-anaknya menjadi gugur. Kewajiban seorang ayah tetap berlaku memberi nafkah anak termasuk membiayai urusan sekolah.

Dalam Islam memang tegas disebutkan bahwa kewajiban memberi nafkah dibebankan kepada ayah, dan bukan ibunya. Dalil khusus yang menunjukkan bahwa ayah wajib memberi nafkah anaknya adalah kasus Hindun bersama suaminya, Abu Sufyan.

Abu Sufyan tidak memberikan nafkah yang cukup untuk Hindun dan anaknya. Kemudian beliau mengadu kepada Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam. Saran Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam,ย 

ุฎูุฐููŠ ู…ูŽุง ูŠูŽูƒู’ูููŠูƒ ูˆูŽูˆูŽู„ูŽุฏูŽูƒ ุจูุงู„ู’ู…ูŽุนู’ุฑููˆูู

Ambillah harta Abu Sufyan yang cukup untuk dirimu dan anakmu sewajarnya. (HR. Bukhari 5364 dan Muslim 1714).

Baca Juga:ย Tuntutan Nafkah Rp100 Juta Tak Dikabulkan, Nindy Ayunda Legawa

Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam mengizinkan istri untuk mengambil harta suaminya di luar pengetahuan suaminya, karena suami tidak memberikan nafkah yang cukup bagi istri dan anaknya. Ini menunjukkan bahwa dalam harta suami, ada bagian yang wajib diberikan kepada istri dan anaknya.

Ustaz Ammi Nur Baits menjelaskan ketika terjadi perceraian dan masa iddah sudah selesai, wanita yang dulunya menjadi istri, kini berubah status menjadi mantan istri. Tali pernikahan sudah putus, bukan lagi suami-istri. Sehingga dia tidak wajib dinafkahi oleh mantan suaminya.

Baca Juga:ย Jangan Malu dan Malas, Hari Libur Membantu Pekerjaan Istri di Rumah Amalan Sunah

Namun hak nafkah bagi anak, tidak putus, sehingga ayah tetap berkewajiban menanggung semua kebutuhan anak, sekalipun anak itu tinggal bersama mantan istrinya.

Imam Ibnul Mundzir mengatakan,ย 

ูˆูŽุฃูŽุฌู’ู…ูŽุนูŽ ูƒูู„ู‘ู ู…ูŽู†ู’ ู†ูŽุญู’ููŽุธู ุนูŽู†ู’ู‡ู ู…ูŽู†ู’ ุฃูŽู‡ู’ู„ู ุงู„ู’ุนูู„ู’ู…ู , ุนูŽู„ูŽู‰ ุฃูŽู†ู‘ูŽ ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ู’ู…ูŽุฑู’ุกู ู†ูŽููŽู‚ูŽุฉูŽ ุฃูŽูˆู’ู„ุงุฏูู‡ู ุงู„ุฃูŽุทู’ููŽุงู„ู ุงู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ู„ุง ู…ูŽุงู„ูŽ ู„ูŽู‡ูู…ู’ . ูˆูŽู„ุฃูŽู†ู‘ูŽ ูˆูŽู„ูŽุฏูŽ ุงู„ุฅูู†ู’ุณูŽุงู†ู ุจูŽุนู’ุถูู‡ู , ูˆูŽู‡ููˆูŽ ุจูŽุนู’ุถู ูˆูŽุงู„ูุฏูู‡ู , ููŽูƒูŽู…ูŽุง ูŠูŽุฌูุจู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ุฃูŽู†ู’ ูŠูู†ู’ููู‚ูŽ ุนูŽู„ูŽู‰ ู†ูŽูู’ุณูู‡ู ูˆูŽุฃูŽู‡ู’ู„ูู‡ู ูƒูŽุฐูŽู„ููƒูŽ ุนูŽู„ูŽู‰ ุจูŽุนู’ุถูู‡ู ูˆูŽุฃูŽุตู’ู„ูู‡

Ulama yang kami ketahui sepakat bahwa seorang lelaki wajib menanggung nafkah anak-anaknya yang masih kecil, yang tidak memiliki harta. Karena anak seseorang adalah darah dagingnya, dia bagian dari orang tuanya. Sebagaimana dia berkewajiban memberi nafkah untuk dirinya dan keluarganya, dia juga berkewajiban memberi nafkah untuk darah dagingnya. (al-Mughni, 8/171).

Jadi mantan istri boleh nuntut mantan suaminya untuk menafkahi seluruh kebutuhan anaknya. Jika mantan suami tetap tidak bersedia, mantan istri bisa menggunakan kuasa hukum untuk meminta hak anaknya.

"Ingat bahwa anak anda tetap anak anda, sekalipun anda bercerai dengan ibunya. Dia bagian dari darah daging anda. Jangan sia-siakan dia, karena semua akan anda pertanggung jawabkan kelak di hari kiamat," ujarnya dikutip laman Konsultasisyariah pada Senin (24/5/2021).

Ketika anda tidak memberikan nafkah kepada anak anda, sehingga dia dinafkahi orang lain, ini tanda bahwa anda tipe lelaki yang tidak bertanggung jawab, yang merepotkan orang lain.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

(Vitri)

1
1

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini