Sejarah Panjang Lembaga Kepenghuluan Menjadi KUA, KH Hasyim Asyari Pernah Menjadi Penghulu

Vitrianda Hilba Siregar, Jurnalis · Senin 31 Mei 2021 14:24 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 31 614 2417953 sejarah-panjang-lembaga-kepenghuluan-menjadi-kua-kh-hasyim-asyari-pernah-menjadi-penghulu-OwoEiUAKMl.jpeg KH Haysim Asyari. (Foto:Okezone/Dok)

JAKARTA - Tahukah Anda Kantor Urusan Agama  atau KUA  pada masa lalu disebut lembaga kepenghuluan sudah sejak lama, bahkan sebelum Indonesia merdeka sudah terbentuk. Bahkan pendiri Nahdlatul Ulama KH Hasyim Asyari pernah menjadi penghulu.

Lembaga kepenghuluan peranannya tidak dapat lepas dari proses sejarah Indonesia. Sejarah KUA ini diawali dengan adanya lembaga kepenghuluan. "Bahkan lembaga kepenghuluan telah ada jauh sebelum Indonesia Merdeka pada tahun 1945," ujar Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas dari laman Kemenag pada Senin (31/5/2021).

Kesultanan Mataram, kata Menag, telah mengangkat seseorang yang diberi tugas dan wewenang khusus di bidang kepenghuluan. Hadratussyeikh KH Hasyim Asy'ari juga pernah tercatat sebagai penghulu sebelum Indonesia merdeka.

Baca Juga: Usaha Menjauhkan Umat Islam dari Al-Quran Perbuatan Sia-sia

Lembaga kepenghuluan inilah yang kemudian bertransformasi menjadi Kementerian Agama. Dalam perkembangan selanjutnya, peran dan tugas lembaga kepenghuluan ini banyak dilakukan oleh KUA.

Sejak 2016, telah dirumuskan bahwa setidaknya ada sembilan fungsi KUA, empat di antaranya terkait nikah san rujuk, yaitu: pelayanan, pengawasan, pencatatan, serta pelaporan nikah dan rujuk. Adapun lima fungsi lainnya adalah layanan bimbingan keluarga sakinah, bimbingan kemasjidan, hisab rukyat dan pembinaan syariah, bimbingan dan penerangan agama Islam, dan terakhir adalah bimbingan zakat dan wakaf.

"Bagi saya pribadi dan juga sebagian besar masyarakat Indonesia pasti memiliki kenangan yang tak terlupakan dengan KUA. Karena paling tidak satu kali dalam hidup, kita pernah berinteraksi dengan KUA," tutur Menag.

Baca Juga: Difitnah Dana Bantuan Palestina, Ustaz Adi Hidayat Banjir Dukungan di Medsos

KUA secara tidak langsung menjadi bagian yang paling menentukan dalam perjalanan hidup seseorang. Meski demikian, tugas KUA dahulu terbilang cukup sederhana, dan karenanya dikelola secara sederhana, baik fisik maupun sistem pengelolaannya.

Menag berharap Pencanangan Revitalisasi KUA akan dapat memaksimalkan pelaksanaan seluruh fungsi KUA. Ke depan, KUA tidak hanya dikenal sebagai kantor layanan pernikahan, tapi juga pusat layanan untuk fungsi-fungsi keagamaan lainnya.

"Revitalisasi KUA harus dilakukan secara serius hingga tuntas. Pelayanan harus meningkat. Jangan pernah berhenti memberikan pelayanan yang terbaik untuk masyarakat," pesan Menag.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

(Vitri)

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya