Hadis Dhaif Hindari Saat Berdakwah Pencegahan Penyebaran Virus Covid-19

Vitrianda Hilba Siregar, Jurnalis · Senin 05 Juli 2021 11:25 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 05 330 2435593 hadis-dhaif-hindari-saat-berdakwa-pencegahan-penyebaran-virus-covid-19-gCERuIjIxy.jpg Hndari hadis dhaif saat berdakwah soal pecegahan penularan Virus Covid-19. (Foto: Reuters)

HADIS Dhaif sudah sepatutnya dihindari saat berdakwa terutama yang bermaterikan pencegahan penularan Virus Covi-19. Pandemi Covid-19 yang telah menjadi wabah yang mengglobal dan telah menginfeksi ratusan ribu ummat manusia serta menyebabkan puluhan ribu manusia meninggal dunia.

Maka para ulama dan ahli agama hendaknya berhati-hati dalam berfatwa dan hanya menggunakan dalil dalil yang otoritatif dalam membimbing umat.

Di antaranya, para ulama dan ahli agama hanya menggunakan hadis-hadis yang shahih dan meninggalkan hadis dhaif dalam ber-hujjah.

Sekretaris PP Muhammadiyah Dr. H. Agung Danarta, M.Ag, menjelaskan di antara hadis-hadis dha’if yang sering digunakan adalah sebagai berikut:

Hadis Dha’if Pertama

Dari Anas bin Malik

Rasulullah saw. bersabda: 

إِنَّ اللهَ تَعَالَى إِذَا أَنْزَلَ عَاهَةً مِنَ السَّمَاءِ عَلَى أَهْلِ الأرْضِ صُرِفَتْ عَنْ عُمَّارِ الْمَسَاجِدِ.

“Sesungguhnya apabila Allah ta’ala menurunkan penyakit dari langit kepada penduduk bumi, maka Allah menjauhkan penyakit itu dari orang-orang yang meramaikan masjid.” Hadis riwayat Ibnu Asakir (juz 17 hlm 11) dan Ibnu Adi (juz 3 hlm 232).

Hadis ini dinyatakan sebagai hadis dhaif oleh Nashir al-Din al-Albani dalam kitab Silsilat al-Hadits al-Dha’ifat wa al-Maudhu’at, juz IV, hal. 222, hadis no. 1851.

Hadis Dha’if Kedua

Dari Anas bin Malik,  رضي الله عنه,     

Rasulullah saw. bersabda: 

إِذا أرَادَ الله بِقَوْمٍ عاهةً نَظَرَ إِلَى أهْلِ المَساجِدِ فَصَرَفَ عَنْهُمْ

“Apabila Allah menghendaki penyakit pada suatu kaum, maka Allah melihat ahli masjid, lalu menjauhkan penyakit itu dari mereka.” Riwayat Ibnu Adi (juz 3, hlm 233); al-Dailami (al-Ghumari, al-Mudawi juz 1, hlm 292 [220]); Abu Nu’aim dalam Akhbar Ashbihan (juz 1, hlm 159); dan al-Daraquthni dalam al-Afrad (Tafsir Ibn Katsir juz 2, hlm 341).

Hadis ini adalah hadis dha’if. (lihat Nashiruddin al-Albani, Shahih wa Dha’if al-Jami’ al-Shaghir, juz IV, hlm. 380, hadis no. 1358).

Hadis Dha’if Ketiga

Sahabat Anas bin Malik رضي الله عنه berkata: “Aku mendengar Rasulullah saw. bersabda: 

يَقُولُ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ: ” إِنِّي لَأَهُمُّ بِأَهْلِ الْأَرْضِ عَذَابًا فَإِذَا نَظَرْتُ إِلَى عُمَّارِ بُيُوتِي والْمُتَحَابِّينَ فِيَّ والْمُسْتَغْفِرِينَ بِالْأَسْحَارِ صَرَفْتُ “عَنْهُمْ

“Allah  عز وجل  berfirman: “Sesungguhnya Aku bermaksud menurunkan azab kepada penduduk bumi, maka apabila Aku melihat orang-orang yang meramaikan rumah-rumah-Ku, yang saling mencintai karena Aku, dan orang-orang yang memohon ampunan pada waktu sahur, maka Aku jauhkan azab itu dari mereka”. Riwayat al-Baihaqi, Syu’ab al-Iman [2946].

Hadis ini dha’if Jiddan. (Lihat Nashiruddin al-Albani, Kitab Shahih wa Dha’if al-Jami’ al-Shaghir, juz 9, hal. 121, hadis no. 3674).

Hadis Dha’if Keempat

Sahabat Anas bin Malik berkata,

Rasulullah saw. bersabda: 

“إِذَا عَاهَةٌ مِنَ السَّمَاءِ أُنْزِلَتْ صُرِفَتْ عَنْ عُمَّارِ الْمَسَاجِدِ”

“Apabila penyakit diturunkan dari langit, maka dijauhkan dari orang-orang yang meramaikan masjid.” Riwayat al-Baihaqi, Syu’ab al-Iman [2947]; dan Ibnu Adi (juz 3 hlm 232). Al-Baihaqi berkata: “Beberapa jalur dari Anas bin Malik dalam arti yang sama, apabila digabung, maka memberikan kekuatan (untuk diamalkan)”.Hadis ini Dha’if. (Lihat Nashiruddin al-Albani, al-Silsilah al-Dha’ifah, juz IV, hal. 350, hadis no. 1851).

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

(Vitri)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya