Larangan Memotong Kuku dan Rambut Bila Ingin Berkurban, Berikut Hikmahnya

Vitrianda Hilba Siregar, Jurnalis · Jum'at 09 Juli 2021 15:00 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 08 330 2437540 larangan-memotong-kuku-dan-rambut-bila-ingin-berkurban-berikut-hikmahnya-UObMdvlFDn.jpg Larangan memotong kuku dan rambut. (Foto: Freepik)

LARANGAN memotong kuku dan rambut bagi yang ingin berkurban mulai dipatuhi sejak memasuki awal Bulan Dzulhijjah atau tanggal 1 Dzulhijjah hingga pelaksanaan penyembelihan hewan kurban miliknya selesai dilakukan. Tentu ada hikmah dari larangan tersebut. 

Nabi Muhammad shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda, 

إِذَا دَخَلَتِ الْعَشْرُ وَأَرَادَ أَحَدُكُمْ أَنْ يُضَحِّىَ فَلاَ يَمَسَّ مِنْ شَعَرِهِ وَبَشَرِهِ شَيْئً

Artinya, “Jika telah memasuki sepuluh hari pertama (bulan Dzulhijjah) sedangkan diantara kalian ingin berkurban maka janganlah dia menyentuh (memotong) sedikitpun bagian dari rambut dan kukunya.” (HR. Muslim, no. 1977)

Baca Juga: Larangan Memotong Kuku dan Rambut Jika Ingin Berkurban, Mulai Kapan Harus Dipatuhi?

Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa’di rahimahullah berkata dalam ‘Risalah Fiil Qowaaidil Fiqhiyah’ halaman 41 Maktabah Adwa’us salaf, bahwa Allah SWT tidak akan memerintah sesuatu ke hambanya apabila tidak ada hikmah di baliknya.

“Tidaklah Allah memerintahkan sesuatu kecuali padanya terdapat berbagai mashlahat yang tidak bisa diketahui secara menyeluruh.”

Ustaz dr. Raehanul Bahraen, M.Sc, Sp.PK Raenul Bahraen menjelaskan rangkuman beberapa pendapat ulama tentang hikmah larangan memotong kuku dan rambut bagi orang yang akan berkurban. Melansir laman Muslim or id dijelaskan sebagai berikut:

Baca Juga: Keutamaan 10 Hari Pertama Bulan Dzulhijjah, Berikut Dalil-Dalilnya

1. Yang pertama Ulama Syafi’iyah pendapat mengenai hikmah di balik seluruh anggota tubuh untuk tetap lengkap seperti halnya tidak memotong kuku dan rambut bagi shaibul qurban supaya dibebaskan dari panasanya api neraka.

2. Pendapat lain menyebutkan, apabila seseorang tidak memotong kuku dan rambut maka menjadi bagian dari kurban di sisi Allah SWT

Adapun beberapa pendapat di dalam hadits Syarh Shahih Muslim, 13: 127 mengenai hukum dari memotong rambut dan kuku bagi shahibul qurban.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Para ulama berselisih pendapat bagaimana jika telah masuk bulan Dzulhijjah dan ada yang berkeinginan untuk berkurban.

1. Sa’id bin Al Musayyib, Robi’ah, Ahmad, Ishaq, dan sebagian ulama Syafi’i mengatakan bahwa hukumnya haram memotong rambut dan kuku hingga hewan kurban disembelih pada hari kurban.

2. Imam Syafi’i dan ulama Syafi’iyah lainnya berpendapat bahwa hal itu makruh tanzih, bukanlah haram.

3. Abu Hanifah menyatakan tidaklah makruh.

4. Imam Malik dalam satu pendapat menyatakan tidak makruh, dalam pendapat lainnya menyatakan makruh.

5. Imam Malik juga memiliki pendapat yang menyatakan haram dalam kurban sunnah, tidak pada yang wajib. Ulama yang berpendapat haramnya memotong kuku dan rambut bagi yang berkurban berdalil dengan hadits ini.” (Syarh Shahih Muslim, 13: 127)

Wallahualam Bishawab, yang terbaik yaitu tetap melaksanan apa yang diperintahkan oleh Allah SWT, karena dibalik perintah yang diberikan dari Allah SWT terdapat hikmah dibaliknya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya