Sholat Idul Adha di Rumah, Apa Iya Tanda Akhir Zaman?

Vitrianda Hilba Siregar, Jurnalis · Senin 12 Juli 2021 08:00 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 12 330 2439129 sholat-idul-adha-di-rumah-apa-iya-tanda-akhir-zaman-HkneDv6LKg.jpg Sholat Ied sebelum pandemi Covid-19. (Foto: Okezone/Dok)

SHOLAT Idul Adha di rumah lantas disebut sebagai tanda akhir zaman, apa iya begitu? Sholat Idul Adha di rumah karena lingkungan masuk zona merah pandemi Covid-19. Prosesi Hari Raya Idul Adha tidak boleh hanya dipandang sebagai dimensi ritual tahunan semata.

Sayangnya, publik seringkali hanya menekankan aspek ritual dalam beragama, sehingga kalau ritual tidak seperti biasanya, mereka gusar seakan datang tanda-tanda akhir zaman.

Baca Juga: Keutamaan 10 Hari Pertama Bulan Dzulhijjah, Allah Ta'ala Mencintai Amalan Saleh

“Ada satu grup di Whatsapp warga Muhammadiyah karena salat Iduladha di rumah, maka dia mengeluhkan di media sosial: akhir zaman, salat Iduladha di rumah, siapa khatibnya. Jadi, salat Iduladha di rumah saja dipandang sebagai akhir zaman,” tutur Wakil Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah Hamim Ilyas.

Baca Juga: Puasa Ayyamul Bidh Jatuh Pada Hari Tasyrik, Bolehkah Dilakukan?

Karena itulah menurut Hamim, salat Iduladha dan kurban memiliki dimensi-dimensi dan makna yang fungsional untuk mewujudkan tujuan pewahyuan risalah Islam. Salat Iduladha hukumnya sunah muakkadah atau sunah yang sering dilakukan oleh Nabi Saw. Sebagai ibadah mahdlah-badaniyah, salat Iduladha tentu tidak dapat diganti dengan ibadah lain atau dikerjakan orang lain (tidak bisa diwakilkan).

(Sholat ied sebelum pandemi Covid-19)

Sementara terkait dengan tempat pelaksanaan, salat Iduladha idealnya dilaksanakan di tanah lapang. Apabila cuaca hujan maka dapat dilaksanakan di dalam masjid. Tidak hanya itu, Hamim turut menerangkan bahwa pada zaman Nabi, ketika sahabat Nabi Anas bin Malik tidak dapat salat Id di tempat yang semestinya, beliau memerintahkan keluarganya untuk ikut salat Id bersamanya di rumah. Keterangan ini menurut Hamim—mengutip Ibn Rajab dalam kitab Fath al-Bari— diperkuat sejumlah ulama terkemuka seperti Hasan Al-Basri, Ibn Sirin, Abu Hanifah, Malik bin Anas, Idris al-Syafii, Ahmad bin Hanbal, dan lain-lain.

Baca Juga: Apa Hukuman Bagi Muslimin yang Memotong Kuku dan Rambut Sementara Sudah Niat Berkurban?

“Jadi menurut Ibn Rajab, empat Imam Mazhab itu membolehkan baik salat Idul Fitri maupun salat Iduladha di rumah. Pada masa pandemi Covid-19, salat Id ditiadakan itu tidak masalah atau dilaksanakan di rumah muslim masing-masing,” ujar Dosen Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga ini melansir laman resmi Muhammadiyah pada Senin (12/7/2021) .

Baca Juga: Hikmah Larangan Memotong Kuku dan Rambut Bagi Muslimin yang Niat Berkurban

Karenanya, Hamim menegaskan bahwa salat Id di rumah bukan fenomena baru ataupun tanda-tanda akhir zaman. Pengalihan salat Id ke rumah sejatinya salah satu terapi ampuh untuk menata benang kusut persoalan hidup karena datangnya wabah Covid-19 ini. Bukan hanya dalam rangka menyelamatkan nyawa tapi juga untuk menyembuhkan semua sektor-sektor kehidupan.

Hamim kemudian menjelaskan teknis prosesi salat Iduladha di rumah bersama keluarga. Menurutnya, salat Id di rumah dapat mengandalkan salah satu anggota keluarga untuk khutbah dan memimpin salat. Tidak perlu khutbah yang panjang atau menggebu-gebu, menurut Hamim, cukup dengan membaca QS. Al Fatihah dan terjemahannya, khutbah dapat diakhiri.

“Tidak perlu mendatangkan khatib dari luar!” tegas Hamim.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

(Vitri)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya