Jangan Memaksakan Diri dengan Pekerjaan Bukan Ahlinya, Pesan Nabi Muhammad: Maka Tunggulah Kehancurannya

Fariza Rizky Ananda, Jurnalis · Senin 26 Juli 2021 07:55 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 26 330 2445913 jangan-memaksakan-diri-dengan-pekerjaan-bukan-ahlinya-pesan-nabi-muhammad-maka-tunggulah-kehancurannya-qGao3DkbRM.jpg Jangan memaksakan diri dengan pekerjaan bukan ahlinya. (Foto: Freepik)

JANGAN memaksakan diri dengan sebuah pekerjaan yang bukan ahlinya. Bila itu tetap dilakukan maka sangat besar kemungkinan bukannya berhasil justru menjadi berantakan.  Pentingnya memberikan tugas atau pekerjaan sesuai dengan kemampuan karyawan merupakan salah satu bentuk profesional yang dilakukan oleh seorang pemimpin atau pemberi kerja.

Bahkan, hal tersebut sudah ditegaskan oleh Nabi Muhammad SAW. Melansiri buku "Strategi Andal dan Jitu Praktik Bisnis Nabi Muhammad" karya Thorik Gunara dan Utus Hardiono Sudibyo, Senin (26/7/2021), profesionalisme ini juga berlaku bagi karyawan untuk tidak terlalu memaksakan diri untuk bekerja di luar bidang dan kompetensinya, karena hanya akan merugikan dirinya sendiri.

Baca Juga: Imunitas Tubuh Terjaga dengan Resep Herbal Ustaz Zaidul Akbar

Rasulullah bersabda, "Apabila amanat disia-siakan, maka tunggulah kehancurannya, berkata seseorang: bagaimana caranya menyia-nyiakan amanat ya Rasulullah? Berkata Nabi: apabila diserahkan sesuatu pekerjaan kepada yang bukan ahlinya, maka tunggulah kehancurannya." (HR. Bukhari).

Profesionalisme dan kompetensi terhadap sebuah pekerjaan adalah dua hal yang saling berkaitan, namun kadang ada individu yang memaksakan diri mengerjakan sebuah pekerjaan yang bukan bidangnya sehingga yang terjadi adalah kerugian, baik dari sisi waktu pelaksanaan pekerjaan maupun kerugian materil.

Baca Juga: Adab Istri di Rumah, Patuhi dan Bau Surga Pun Akan Tercium

Allah berfirman, "Janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya." (QS al-Isra : 36).

Profesionalisme bukan berarti memaksakan diri untuk menyelesaikan semua pekerjaan tanpa ada pengetahuan yang mencukupi. Bukan juga bersikap sok tahu atau merasa paling mengerti padahal yang diketahui belum tentu benar. Egoisme yang terlalu tinggi terkadang menutupi pandangan yang objektif dalam menyelesaikan sebuah masalah.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Menjadi seseorang yang jujur pada kemampuan diri dan tidak memaksakan kehendak menjadikan perusahaan mempunyai orang-orang pilihan yang sesuai dengan kriteria pekerjaan yang dibutuhkan. Selain itu, profesional juga berarti seseorang bisa menerima kritik dan saran yang dilayangkan kepadanya, terutama mengenai kinerjanya ketika bekerja.

Luqman al-Hakim berkata pada anaknya, "Wahai anakku, bermusyawarahlah dengan orang yang berpengalaman karena sesungguhnya ia memberimu dari pendapatnya sesuatu yang mahal sedangkan engkau mengambilnya dengan cara cuma-cuma".

Ikhlas dalam menerima saran dan masukan haruslah menjadi bagian dari sikap seorang profesional. Sikap inilah yang patut dimiliki ketika menjalankan sebuah bisnis, baik itu bagi pemimpin atau pemilik bisnis maupun karyawan yang dipekerjakan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya