Share

Konsep Islam Wasathiyah Menjadi Penting untuk Merespons Perkembangan Zaman

Tim Okezone, Jurnalis · Kamis 26 Agustus 2021 10:29 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 26 614 2461328 konsep-islam-wasathiyah-menjadi-penting-untuk-merespons-perkembangan-zaman-VaJVRinYL9.jpg Konsep Islam Wasathiyah diingatkan kembali oleh Ketua Umum MUI KH Miftachul Akhyar. (Foto: SINDOnews)

JAKARTA - Konsep Islam Wasathiyah kembali diingatkan oleh Ketua Umum MUI KH Miftachul Akhyar. Islam Wasathiyah atau Islam jalan tengah. Islam Wasathiyah itu menjadi penting dalam merespons perkembangan gerakan Islam yang mengarah kubu ekstrem. Selain ekstrem kiri yang cenderung sekuler dan liberal, ada pula ekstrem kanan yang mengarah pada radikalisme.

Hal ini disampaikannya  saat membuka kegiatan Musyawarah Kerja Nasional atau Mukernas MUI Masa Khidmat 2020-2025, Rabu (25/08/2021) secara virtual.

Baca Juga: Begini Akibat Jika Bersandar Harapan dan Mencari Ridha kepada Manusia

Menurut Kiai Miftach, Islam Wasathiyah atau Islam jalan tengah itu menjadi penting dalam merespon perkembangan gerakan Islam yang mengarah kubu ekstrem. Selain ekstrem kiri yang cenderung sekuler dan liberal, ada pula ekstrem kanan yang mengarah pada radikalisme.

“Pengurus MUI di semua tingkatan harus memahami Islam Wasathiyah. Setiap pengurus MUI harus mendakwahkan Islam Wasathiyah sehingga pemahaman keislaman bisa hadir kembali menjadi jati diri muslimin di Indonesia, ” ujarnya.

“Mukernas kali ini bertema meningkatkan peran MUI dalam membangun sinergi. Penguatan Paradigma Islam Wasathiyah harus terus dijaga di semua tingkatan. Hal ini penting untuk merespons semakin menguatnya radikalisme kiri dan kanan, ” imbuhnya melansir laman MUI.

Baca Juga: Santri Hafal 30 Juz Alquran Lulus Masuk Perguruan Tinggi Negeri

Menurutnya, pergerakan dua kelompok ekstrem ini adalah gambaran ideologi global yang menyerang dan menggempur Indonesia. Dua ideologi ini bisa memporak-porandakan bangunan Keislaman di Indonesia yang sudah lama terbangun.

Kiai Miftach menambahkan, selain tantangan dua ekstrem itu, tugas MUI ke depan adalah menginternalisasikan nilai Islam ke dalam masyarakat. Seiring perkembangan masyarakat yang semakin kompleks, para ulama di MUI harus menyadari perannya yang semakin besar.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

“Perkembangan tekhnologi Informasi yang memasuki era yang tidak menentu, akan mengubah secara mendasar tata hidup masyarakat. Hal itu akan mengubah tata nilai yang dipegang dan dialami masyarakat,” ungkapnya melansir laman Kemenag.

Mukernas MUI adalah nama baru dari Rapat Kerja Nasional (Rakernas). Kegiatan tahun ini berlangsung secara online dan daring. Kegiatan tahunan ini berlangsung selama dua hari membahas mengenai peraturan organisasi MUI, Program Prioritas Komisi Badan dan Lembaga di dalam MUI, serta penyusunan rekomendasi Mukernas. Mukernas hari ini dihadiri 400 peserta online dari berbagai Komisi, Badan, Lembaga, dan Pimpinan MUI Daerah. 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini