Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Hidup Suri Apa Artinya, Begini Penjelasan Ulama

Vitrianda Hilba Siregar , Jurnalis-Selasa, 07 September 2021 |11:45 WIB
Hidup Suri Apa Artinya, Begini Penjelasan Ulama
Hidup suri sebagai istilah orang yang masih hidup namun malas berzikir. (Foto: Freepik)
A
A
A

HIDUP suri lawan dari mati suri adalah istilah untuk menjelaskan kondisi di mana sesorang tampaknya mati, tetapi sebenarnya masih hidup. Nah siapakah dia? Dia adalah orang yang enggan dan malas berzikir

Perlu diketahui, bahwa selain memotivasi para hamba-Nya untuk banyak berdzikir, Allah Ta’ala juga mengingatkan mereka agar tidak lalai dari berdzikir. Bahkan terkadang Allah menggabungkan antara keduanya. Antara lain dalam firman-Nya, 

“وَاذْكُرْ رَبَّكَ فِي نَفْسِكَ تَضَرُّعًا وَخِيفَةً وَدُونَ الْجَهْرِ مِنَ الْقَوْلِ بِالْغُدُوِّ وَالآصَالِ وَلا تَكُنْ مِنَ الْغَافِلِينَ”.

Artinya: “Ingatlah Rabbmu dalam hatimu dengan rendah hati dan rasa takut, dan dengan tidak mengeraskan suara, pada waktu pagi dan petang. Serta janganlah kamu termasuk orang-orang yang lalai”. QS. Al-A’raf (7): 205.

Baca Juga: 6 Keutamaan Memberi Nafkah Keluarga

Ustadz Abdullah Zaen, Lc. MA menjelaskan, kebutuhan seorang hamba kepada dzikir melebihi kebutuhan seekor ikan terhadap air, sebab dzikir merupakan sumber kehidupan hati. Nabi kita shallallahu’alaihiwasallam memberikan sebuah perumpamaan yang sangat buruk bagi manusia yang enggan berdzikir. Kata beliau, 

“مَثَلُ الَّذِي يَذْكُرُ رَبَّهُ وَالَّذِي لَا يَذْكُرُ رَبَّهُ مَثَلُ الْحَيِّ وَالْمَيِّتِ”.

“Perumpamaan orang yang berdzikir (mengingat) Rabbnya dan orang yang tidak berdzikir, seperti orang yang hidup dan orang yang mati”. HR. Bukhari dan Muslim dari Abu Musa al-Asy’ary radhiyallahu ’anhu.

Baca Juga: Memberi Udzur Atas Kesalahan Saudara Seiman Memupuk Kesucian dan Kebahagian Hati

Jenis-Jenis Hati Manusia

Berdasarkan keterangan di atas, hati para manusia bisa diklasifikasikan menjadi tiga jenis:

1. Hati yang Hidup dan Sehat

Hati yang hidup dan sehat adalah hati yang senantiasa dipenuhi dengan dzikrullah. Hati yang mengikhlaskan seluruh amalannya hanya untuk Allah ta’ala. Ia mencintai, membenci, memberi dan menahan pemberian karena Allah semata. Dalam bertindak dan berlaku, selalu yang dijadikan sebagai patokan adalah keridaan Allah dan Rasul-Nya shallallahu’alaihiwasallam bukan yang lain.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita muslim lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement