Sihir dan 7 Pengobatan Secara Syari

Vitrianda Hilba Siregar, Jurnalis · Selasa 07 September 2021 10:03 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 07 330 2467284 sihir-dan-7-pengobatan-secara-syari-xQLbOuZmgx.jpg Sihir dan 7 pengobatannya secara syari. (Foto: Shutterstock)

SIHIR dan pengobatannya yang bagaimana harus diketahui kaum Muslimin. Pengobatan sihir sejatinya sudah diajarkan dalam Islam. Mengobati terkena sihir dengan cara-cara yang syari dan bukan dengan cara yang dilarang keras dalam Islam seperti mendatangi dukun.

Adapun pengobatan terkena sihir secara syari yakni:

1) Ruqyah dengan membacakan ayat-ayat Al-Qur’an dan doa-doa yang terdapat dalam hadits yang shahih, diantaranya, 

أَذْهِبِ الْبَاسَ رَبَّ النَّاسِ وَاشْفِ أَنْتَ الشَّافِى لاَ شِفَاءَ إِلاَّ شِفَاؤُكَ شِفَاءً لاَ يُغَادِرُ سَقَمًا

Baca Juga: Sihir Apakah Itu Nyata, Begini Pandangan Ulama

“Adzhibil ba’sa Robban naasi, wasy-syfi Antasy Syaafiy laa syifaa-a illaa syifaauka syifaa-an laa yughaadiru saqoman”

“Hilangkanlah penyakit ini wahai Rabb manusia sembuhkanlah, dan Engkau adalah Penyembuh, tidak ada kesembuhan kecuali kesembuhan-Mu, kesembuhan yang tidak menyisakan penyakit.” [HR. Al-Bukhari dan Muslim]

2) Ustaz Sofyan Ruray menjelaskan, membaca ruqyah Jibril ‘alaihissalaam kepada Nabi Muhammad shallallahu’alaihi wa sallam menjadi cara mengobati sihir, 

بِسْمِ اللهِ أَرْقِيكَ، مِنْ كُلِّ شَيْءٍ يُؤْذِيكَ، مِنْ شَرِّ كُلِّ نَفْسٍ أَوْ عَيْنِ حَاسِدٍ، اللهُ يَشْفِيكَ بِسْمِ اللهِ أَرْقِيكَ

Bismillaahi arqiyka, min kulli syai-in yu’dziika, min syarri kulli nafsin au ‘aini haasidin, Allaahu yasyfiyka bismillaahi arqiyka.

Baca Juga: Sihir Itu Nyata, Ini Amalan untuk Mencegah Terkena Ilmu Hitam Tersebut

“Dengan nama Allah aku meruqyahmu, dari segala sesuatu yang menyakitimu, dari setiap jiwa atau mata orang yang hasad, semoga Allah menyembuhkanmu, dengan nama Allah aku meruqyahmu.” [HR. Muslim dari Abu Sa’id Al-Khudri radhiyallahu’anhu]

3) Dan termasuk pengobatan sihir yang bermanfaat, khususnya bagi pasangan suami istri yang tidak dapat melakukan hubungan badan karena disihir adalah, menumbuk 7 lembar daun bidara hijau, kemudian larutkan dalam air yang mencukupi untuk mandi, kemudian dibacakan padanya ruqyah, setelah itu diminum 3 tegukan dan sisanya digunakan untuk mandi, cara seperti ini boleh dilakukan beberapa kali sampai hilang penyakit. Adapun diantara ruqyah yang dibaca adalah:

Ayat Kursi, Al-Kafirun, Al-Ikhlas, Al-Falaq, An-Naas dan ayat-ayat tentang sihir, yaitu:

Surat Al-A’raf: 117-119

وَأَوْحَيْنَا إِلَى مُوسَى أَنْ أَلْقِ عَصَاكَ فَإِذَا هِيَ تَلْقَفُ مَا يَأْفِكُونَ، فَوَقَعَ الْحَقُّ وَبَطَلَ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ، فَغُلِبُوا هُنَالِكَ وَانْقَلَبُوا صَاغِرِينَ

“Dan Kami wahyukan kepada Musa: “Lemparkanlah tongkatmu!”. Maka sekonyong-konyong tongkat itu menelan apa yang mereka sulapkan. Karena itu nyatalah yang benar dan batallah yang selalu mereka kerjakan. Maka mereka kalah di tempat itu dan jadilah mereka orang-orang yang hina.”

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Surat Yunus: 79-82

وَقَالَ فِرْعَوْنُ ائْتُونِي بِكُلِّ سَاحِرٍ عَلِيمٍ، فَلَمَّا جَاءَ السَّحَرَةُ قَالَ لَهُمْ مُوسَى أَلْقُوا مَا أَنْتُمْ مُلْقُونَ، فَلَمَّا أَلْقَوْا قَالَ مُوسَى مَا جِئْتُمْ بِهِ السِّحْرُ إِنَّ اللَّهَ سَيُبْطِلُهُ إِنَّ اللَّهَ لَا يُصْلِحُ عَمَلَ الْمُفْسِدِينَ، وَيُحِقُّ اللَّهُ الْحَقَّ بِكَلِمَاتِهِ وَلَوْ كَرِهَ الْمُجْرِمُونَ

“Fir’aun berkata (kepada pemuka kaumnya): “Datangkanlah kepadaku semua ahli-ahli sihir yang pandai!” Maka tatkala ahli-ahli sihir itu datang, Musa berkata kepada mereka: “Lemparkanlah apa yang hendak kamu lemparkan”. Maka setelah mereka lemparkan, Musa berkata: “Apa yang kamu lakukan itu, itulah yang sihir, sesungguhnya Allah akan menampakkan ketidakbenarannya. Sesungguhnya Allah tidak akan membiarkan terus berlangsungnya amalan orang-yang membuat kerusakan. Dan Allah akan mengokohkan yang benar dengan ketetapan-Nya, walaupun orang-orang yang berbuat dosa tidak menyukainya.”

Surat Thaha: 65-69

قَالُوا يَا مُوسَى إِمَّا أَنْ تُلْقِيَ وَإِمَّا أَنْ نَكُونَ أَوَّلَ مَنْ أَلْقَى، قَالَ بَلْ أَلْقُوا فَإِذَا حِبَالُهُمْ وَعِصِيُّهُمْ يُخَيَّلُ إِلَيْهِ مِنْ سِحْرِهِمْ أَنَّهَا تَسْعَى، فَأَوْجَسَ فِي نَفْسِهِ خِيفَةً مُوسَى، قُلْنَا لَا تَخَفْ إِنَّكَ أَنْتَ الْأَعْلَى، وَأَلْقِ مَا فِي يَمِينِكَ تَلْقَفْ مَا صَنَعُوا إِنَّمَا صَنَعُوا كَيْدُ سَاحِرٍ وَلَا يُفْلِحُ السَّاحِرُ حَيْثُ أَتَى

“(Setelah mereka berkumpul) mereka berkata: “Hai Musa (pilihlah), apakah kamu yang melemparkan (dahulu) atau kamikah orang yang mula-mula melemparkan?” Berkata Musa: “Silahkan kamu sekalian melemparkan”. Maka tiba-tiba tali-tali dan tongkat-tongkat mereka, terbayang kepada Musa seakan-akan ia merayap cepat, lantaran sihir mereka. Maka Musa merasa takut dalam hatinya. Kami berkata: Janganlah kamu takut, sesungguhnya kamulah yang paling unggul (menang). Dan lemparkanlah apa yang ada di tangan kananmu, niscaya ia akan menelan apa yang mereka perbuat. Sesungguhnya apa yang mereka perbuat itu adalah tipu daya tukang sihir (belaka). Dan tidak akan menang tukang sihir itu, dari mana saja ia datang.”

4) Berusaha mencari buhul-buhul sihir dan menghancurkannya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya