Istilah Istidraj dan 3 Elemen Masyarakat yang Bisa Terkena Dampak

Tim Okezone, Jurnalis · Rabu 15 September 2021 15:00 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 15 330 2471717 istilah-istidraj-dan-3-elemen-masyarakat-yang-bisa-terkena-dampak-ATcK6ypSP0.jpg Karier melesat, rezeki terus mengalir tapi tidak pernah sholat melalaikan perintah Allah Ta'ala. Maka hati-hati ini adalah istidraj. (Foto: Freepik)

Sifat yang demikian itu (istidraj) bisa ada pada setiap segmen masyarakat.

1. Ada pada kalangan rakyat jelata, atau yang hidupnya pas pasan.

Kita sering menjumpai orang miskin, papah, yang kerjanya mabuk-mabukan, minum miras oplosan, berzina dengan banyak perempuan. Dan dengan angkuhnya bilang kepada ahli ibadah :

“ ngapain lu tunggang tungging sembahyang, rajin ke masjid, ternyata lu juga boke kaya gue, lu malah sakit-sakitan, lihat neh gue kagak pernah sakit”, 

2. Banyak terjadi di kalangan orang kaya 

Golongan ini jelas lebih parah. Karena apapun yang dia inginkan bisa terlaksana dengan duitnya yang tidak berseri. Sudah punya bini empat, masih juga berzina dengan artis dan selebritis. Bila sakit pergi ke dokter yang paling canggih. Kekayaannya semakin bertambah saja karena berkolaborasi dengan Penguasa culas. Demikian seterusnya, semakin sukses semakin lupa daratan, lupa lautan. Bahkan dia juga lupa bahwa umurnya akan berakhir.

3. Banyak juga terjadi di kalangan penguasa

Dari zaman purba sampai kini, banyak penguasa otoriter, curang, dholim alias tidak adil, rakus, nepotis alias mementingkan keluarga dan kroni sendiri. Berkolaborasi dengan Pengusaha-Pengusaha rakus, sampai tega-teganya mengkorupsi aset negara untuk keuntungan diri dan kelompoknya, di tengah rakyat yang masih melarat. Kalau menerapkan hukum dengan politik belah bambu. Yang bawah diinjek, yang atas diangkat.

Maka itu waspadalah:

“Ketika Allah membiarkan kita, sengaja meninggalkan shalat, sengaja meninggalkan puasa, tidak merasa dosa ketika berbuat maksiat dan membuka aurat, berat untuk beribadat, menganggap enteng perbuatan dosa, bangga dengan apa yang dimiliki, berlaku curang, tebang pilih dalam penegakan hokum, dan anda merasa baik-baik saja, bahkan sukses terus, itu adalah tanda-tanda bahwa anda sedang diistidrajkan, atau sedang dilulu oleh Allah swt yang Maha Kuasa,” ujarnya

Perhatikanlah dengan saksama firman Allah SWT dalam Surat Al An’am (6):44 ini: 

فَلَماَّ نَسُوْا مَا ذُكِّرُوْا بَهِ فَتَحْناَ عَلَيْهِمْ اَبْوَابَ كُلِّ شَيْءٍ حَتَّى إذَا فَرِحُواْ بِماَ اُتُوْا اَخَذْناَهُمْ بَغْتَةً فَإذاَ هُمْ مُبْلِسُوْنَ

“Maka ketika mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kami pun membukakan semua pintu (kesenangan) untuk mereka. Sehingga ketika mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka. Kami siksa mereka secara tiba-tiba, maka ketika itu mereka terdiam berputus asa”.

Perhatikan juga Surat Al ‘Araf (7):165 berikut :

فَلَماَّ نَسُواْ ماَ ذُكَرُوْا بِهِ اَنْجَيْناَ الَّذِيْنَ يَنْهَوْنَ عَنِ السَوْءِ وَأخَذْناَ الَّذِيْنَ ظَلَمُوْا بِعَذَابٍ بَئيْسٍ بِمَا كَانُوْا يَفْسُقُوْنَ

“ Maka ketika mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kami selamatkan orang-orang yang melarang orang berbuat jahat, dan Kami timpakan kepada orang-orang yang dzalim siksaan yang keras, disebabkan mereka selalu berbuat fasik”. (Terjemahan Kemenag RI)

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya