Share

Tata Cara Memandikan Jenazah Sesuai Sunah Rasulullah

Hantoro, Jurnalis · Selasa 28 September 2021 20:37 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 28 616 2478192 tata-cara-memandikan-jenazah-sesuai-sunah-rasulullah-rRpywUEl5k.jpg Ilustrasi tata cara memandikan jenazah. (Foto: Shutterstock)

TATA cara memandikan jenazah hendaknya dipahami setiap Muslim. Hal ini akan berguna apabila dalam keadaan darurat mesti ikut memandikan jenazah. Diperlukan orang yang mengerti betul langkah-langkah memandikan jenazah agar bersih luar hingga dalam.

Nah, berikut ini penjelasan lengkap mengenai tata cara memandikan jenazah berdasarkan tuntunan Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam, seperti dijelaskan Ustadz Yulian Purnama SKom di laman Muslim.or.id, Selasa (28/9/2021):

Baca juga: Tata Cara Mengkafani Jenazah Sesuai Tuntunan Rasulullahย 

1. Hukum memandikan jenazah

Memandikan mayit hukumnya fardhu kifayah. Berdasarkan hadits dari Abdullah bin Abbas radhiallahuโ€™anhu, beliau berkata:

ุจูŠู†ูŽุง ุฑุฌู„ูŒ ูˆุงู‚ููŒ ู…ุน ุงู„ู†ุจูŠู‘ู ุตู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‡ู ุนู„ูŠู‡ู ูˆุณู„ู‘ูŽู…ูŽ ุจุนูŽุฑูŽููŽุฉูŽ ุŒ ุฅุฐู’ ูˆูŽู‚ูŽุนูŽ ุนู† ุฑุงุญู„ุชูู‡ู ููŽูˆูŽู‚ูŽุตูŽุชู’ู‡ู ุŒ ุฃูˆ ู‚ุงู„ ูุฃูŽู‚ู’ุนูŽุตูŽุชู’ู‡ู ุŒ ูู‚ุงู„ูŽ ุงู„ู†ุจูŠู‘ู ุตู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‡ู ุนู„ูŠู‡ู ูˆุณู„ู‘ูŽู…ูŽ : ุงุบู’ุณูู„ูˆู‡ู ุจู…ุงุกู ูˆุณูุฏู’ุฑู ุŒ ูˆูƒูŽูู‘ูู†ููˆู‡ู ููŠ ุซูŽูˆู’ุจูŽูŠู’ู†ู ุŒ ุฃูˆ ู‚ุงู„ูŽ : ุซูŽูˆู’ุจูŽูŠู’ู‡ู ุŒ ูˆู„ุง ุชูุญูŽู†ู‘ูุทููˆู‡ู ุŒ ูˆู„ุง ุชูุฎูŽู…ู‘ูุฑูˆุง ุฑุฃุณูŽู‡ู ุŒ ูุฅู†ู‘ูŽ ุงู„ู„ู‡ูŽ ูŠุจู’ุนูŽุซูู‡ู ูŠูˆู…ูŽ ุงู„ู‚ูŠุงู…ุฉู ูŠูู„ูŽุจู‘ููŠ

"Ada seorang lelaki yang sedang wukuf di Arafah bersama Nabi Shallallahuโ€™alaihi wassallam. Tiba-tiba ia terjatuh dari hewan tunggangannya lalu meninggal. Maka Nabi Shallallahuโ€™alaihi wassallam bersabda: 'Mandikanlah ia dengan air dan daun bidara. Dan kafanilah dia dengan dua lapis kain, jangan beri minyak wangi dan jangan tutup kepalanya. Karena Allah akan membangkitkannya di hari Kiamat dalam keadaan bertalbiyah." (HR Bukhari Nomor 1849, Muslim 1206)

Kemudian dalam hadis dari Ummu โ€˜Athiyyah radhialahuโ€™anha, ia berkata:

ุชููˆููŠุชู’ ุฅุญุฏู‰ ุจู†ุงุชู ุงู„ู†ุจูŠู‘ู ุตู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‡ู ุนู„ูŠู‡ู ูˆุณู„ู‘ูŽู…ูŽ ุŒ ูุฎุฑุฌ ูู‚ุงู„ : ุงุบู’ุณูู„ู’ู†ูŽู‡ุง ุซู„ุงุซู‹ุง ุŒ ุฃูˆ ุฎู…ุณู‹ุง ุŒ ุฃูˆ ุฃูƒุซุฑูŽ ู…ู† ุฐู„ูƒ ุฅู† ุฑุฃูŠุชูู†ู‘ูŽ ุฐู„ูƒ ุŒ ุจู…ุงุกู ูˆุณุฏุฑู ุŒ ูˆุงุฌุนู„ู†ูŽ ููŠ ุงู„ุขุฎุฑุฉู ูƒุงููˆุฑู‹ุง ุŒ ุฃูˆ ุดูŠุฆู‹ุง ู…ู† ูƒุงููˆุฑูุŒ ูุฅุฐุง ูุฑุบุชูู†ู‘ูŽ ูุขุฐูู†ู‘ูŽู†ููŠ ูู„ู…ุง ูุฑุบู†ุง ุขุฐู†ุงู‡ ูุฃู„ู‚ู‰ ุฅู„ูŠู†ุง ุญู‚ูˆู‡ ูุถูุฑู†ุง ุดุนุฑู‡ุง ุซู„ุงุซุฉ ู‚ุฑูˆู† ูˆุฃู„ู‚ูŠู†ุงู‡ุง ุฎู„ูู‡ุง

"Salah seorang putri Nabi Shallallahuโ€™alaihi wassallam meninggal (yaitu Zainab). Maka beliau keluar dan bersabda: 'Mandikanlah ia tiga kali, atau lima kali, atau lebih dari itu jika kalian menganggap itu perlu. Dengan air dan daun bidara. Dan jadikanlah siraman akhirnya adalah air yang dicampur kapur barus, atau sedikit kapur barus. Jika kalian sudah selesai, maka biarkanlah aku masuk.' Ketika kami telah menyelesaikannya, maka kami beritahukan kepada beliau. Kemudian diberikan kepada kami kain penutup badannya, dan kami menguncir rambutnya menjadi tiga kunciran, lalu kami arahkan ke belakangnya." (HR Bukhari Nomor 1258, Muslim 939)

2. Siapa yang memandikan jenazah?

Pihak yang memandikan jenazah hendaknya orang yang paham fikih pemandian mayit. Lebih diutamakan jika dari kalangan kerabat mayit. Sebagaimana yang memandikan jenazah Nabi Muhammad Shallallahuโ€™alaihi wassallam adalah Ali radhiallahuโ€™anhu dan kerabat Nabi. Ali mengatakan:

ุบุณู„ุชู ุฑุณูˆู„ูŽ ุงู„ู„ู‡ู ุตู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‡ู ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู‘ูŽู… , ูุฐู‡ูŽุจุชู ุฃู†ุธูุฑู ู…ุง ูŠูƒูˆู†ู ู…ู†ูŽ ุงู„ู…ูŠุชู ูู„ู… ุฃุฑูŽ ุดูŠุฆู‹ุง , ูˆูƒุงู† ุทูŠุจู‹ุง ุญูŠู‘ู‹ุง ูˆู…ูŠุชู‹ุง , ูˆูˆู„ูŠ ุฏูู†ูŽู‡ ูˆุฅุฌู†ุงู†ูŽู‡ ุฏูˆู†ูŽ ุงู„ู†ุงุณู ุฃุฑุจุนุฉูŒ : ุนู„ูŠู‘ู ุจู†ู ุฃุจูŠ ุทุงู„ุจู , ูˆุงู„ุนุจุงุณู , ูˆุงู„ูุถู„ู ุจู†ู ุงู„ุนุจุงุณู , ูˆุตุงู„ุญูŒ ู…ูˆู„ู‰ ุฑุณูˆู„ู ุงู„ู„ู‡ู ุตู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‡ู ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู‘ูŽู… ูˆุฃู„ุญุฏูŽ ู„ุฑุณูˆู„ู ุงู„ู„ู‡ู ุตู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‡ู ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู‘ูŽู… ู„ุญุฏู‹ุง ูˆู†ูุตูุจูŽ ุนู„ูŠู‡ ุงู„ู„ุจู†ู ู†ูŽุตุจู‹ุง

"Aku memandikan Rasulullah Shallallahuโ€™alaihi wsasallam. Dan aku memerhatikan jasad beliau seorang tidak ada celanya. Jasad beliau bagus ketika hidup maupun ketika sudah wafat. Dan yang menguburkan beliau dan menutupi beliau dari pandangan orang-orang ada empat orang: Ali bin Abi Thalib, Al Abbas, Al Fadhl bin Al Abbas, dan Shalih pembantu Rasulullah Shallallahuโ€™alaihi wassallam. Aku juga membuat liang lahat untuk Rasulullah Shallallahuโ€™alaihi Wasallam dan di atasnya diletakkan batu bata." (HR Ibnu Majah Nomor 1467 dishahihkan Al Albani dalam Shahih Ibni Majah)

Wajib bagi jenazah laki-laki dimandikan oleh laki-laki. Demikian juga jenazah wanita dimandikan oleh wanita. Karena Kecuali suami terhadap istrinya atau sebaliknya. Hal ini dikarenakan wajibnya menjaga aurat. Rasulullah Shallallahuโ€™alaihi wassallam ditanya:

ูŠุง ุฑุณูˆู„ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูˆุฑุงุชูู†ุง ู…ุง ู†ุฃุชูŠ ู…ู†ู‡ุง ูˆู…ุง ู†ุฐูŽุฑู ู‚ุงู„ูŽ ุงุญููŽุธู’ ุนูˆุฑุชูŽูƒูŽ ุฅู„ู‘ูŽุง ู…ู† ุฒูˆุฌุชููƒูŽ ุฃูˆ ู…ุง ู…ู„ูƒุช ูŠู…ูŠู†ููƒูŽ

"Wahai Rasulullah, mengenai aurat kami, kepada siapa boleh kami tampakkan dan kepada siapa tidak boleh ditampakkan? Rasulullah menjawab: 'Tutuplah auratmu kecuali kepada istrimu atau budak wanitamu'." (HR Tirmidzi Nomor 2794, dihasankan Al Albani dalam Shahih At Tirmidzi)

Kecuali bagi anak yang berusia kurang dari 7 tahun maka boleh dimandikan oleh lelaki atau wanita.

Baca juga: Kain Ihram Digunakan untuk Mengkafani Jenazah, Bolehkan Dilakukan?ย 

3. Perangkat memandikan jenazah

Perangkat yang dibutuhkan untuk memandikan jenazah di antaranya:

- Sarung tangan atau kain untuk dipakai orang yang memandikan agar terjaga dari najis, kotoran, dan penyakit.

- Masker penutup hidung juga untuk menjaga orang yang memandikan agar terjaga dari penyakit.

- Busa penggosok atau kain untuk membersihkan badan jenazah.

- Kapur barus yang sudah digerus untuk dilarutkan dengan air.

- Daun sidr (bidara) jika ada yang busanya digunakan untuk mencuci rambut dan kepala jenazah. Jika tidak ada, maka bisa diganti dengan sampo.

- Satu ember sebagai wadah air.

- Satu embar sebagai wadah air kapur barus.

- Gayung.

- Kain untuk menutupi aurat jenazah.

- Handuk.

- Plester bila dibutuhkan untuk menutupi luka yang ada pada jenazah.

- Gunting kuku untuk menggunting kuku jenazah jika panjang.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

4. Tata cara memandikan jenazah

- Melemaskan persendian jenazah

Syekh Abdullah bin Jibrin mengatakan:

ูˆุฃู…ุง ุชู„ูŠูŠู† ู…ูุงุตู„ู‡ ูุงู„ุญูƒู…ุฉ ููŠ ุฐู„ูƒ ุฃู† ุชู„ูŠู† ุนู†ุฏ ุงู„ุบุณู„ุŒ ูˆุฐู„ูƒ ุจุฃู† ูŠู…ุฏ ูŠุฏู‡ ุซู… ูŠุซู†ูŠู‡ุงุŒ ูˆูŠู…ุฏ ู…ู†ูƒุจู‡ ุซู… ูŠุซู†ูŠู‡ุŒ ูˆู‡ูƒุฐุง ูŠูุนู„ ุจูŠุฏู‡ ุงู„ุฃุฎุฑู‰ุŒ ูˆูƒุฐู„ูƒ ูŠูุนู„ ุจุฑุฌู„ูŠู‡ุŒ ููŠู‚ุจุถ ุฑุฌู„ู‡ ู„ูŠุซู†ูŠู‡ุง ุซู… ูŠู…ุฏู‡ุง ู…ุฑุชูŠู† ุฃูˆ ุซู„ุงุซุงู‹ ุญุชู‰ ุชู„ูŠู† ุนู†ุฏ ุงู„ุบุณู„

"Adapun melemaskan persendian, hikmahnya untuk memudahkan ketika dimandikan. Caranya dengan merentangkan tangannya lalu ditekuk. Dan direntangkan pundaknya lalu ditekuk. Kemudian pada tangan yang satunya lagi. Demikian juga dilakukan pada kaki. Kakinya pegang lalu ditekuk, kemudian direntangkan, sebanyak dua kali atau tiga kali. Sampai ia mudah untuk dimandikan." (Ad Durar Al Mubtakirat Syarah Akhsharil Mukhtasharat, 1/424)

Lalu hendaknya berlaku lembut kepada jenazah. Sebab, Rasulullah Shalallahu โ€˜alaihi wassallam bersabda:

ูƒูŽุณู’ุฑู ุนูŽุธู’ู…ู ุงู„ู’ู…ูŽูŠู‘ูุชู ูƒูŽูƒูŽุณู’ุฑูู‡ู ุญูŽูŠู‘ู‹ุง

"Memecah tulang orang yang telah meninggal dunia adalah seperti memecahnya dalam keadaan hidup." (HR Abu Dawud Nomor 3207, dishahihkan Al Albani dalam Shahih Abu Dawud)

- Melepas pakaian yang melekat di badannya

Syekh Abdullah bin Jibrin mengatakan:

(ูˆุฎู„ุน ุซูŠุงุจู‡) ูŠุนู†ูŠ: ุงู„ุซูŠุงุจ ุงู„ุชูŠ ู…ุงุช ููŠู‡ุง ูŠุณู† ุฃู† ุชุฎู„ุน ุณุงุนุฉ ู…ูˆุชู‡ุŒ ูˆูŠุณุชุฑ ุจุฑุฏุงุก ุฃูˆ ู†ุญูˆู‡

"(Dilepaskan pakaiannya) yaitu pakaian yang dipakai jenazah ketika meninggal. Disunahkan untuk dilepaskan ketika ia baru wafat. Kemudian ditutup dengan rida (kain) atau semisalnya." (Ad Durar Al Mubtakirat Syarah Akhsharil Mukhtasharat, 1/424)

Namun orang yang meninggal dunia ketika ihram tidaklah boleh ditutup wajah dan kepalanya, berdasarkan hadits Ibnu Abbas radhiyallahu โ€˜anhuma sebelumnya.

Cara melepaskan pakaiannya jika memang sulit untuk dilepaskan dengan cara biasa, maka digunting hingga terlepas.

- Menutup tempat mandi dari pandangan orang banyak

Syekh Abdullah bin Jibrin mengatakan:

ุฃู† ูŠุณุชุฑ ููŠ ุฏุงุฎู„ ุบุฑูุฉ ู…ุบู„ู‚ุฉ ุงู„ุฃุจูˆุงุจ ูˆุงู„ู†ูˆุงูุฐุŒ ูˆู„ุง ูŠุฑุงู‡ ุฃุญุฏ ุฅู„ุง ุงู„ุฐูŠู† ูŠุชูˆู„ูˆู† ุชุบุณูŠู„ู‡ุŒ ูˆู„ุง ูŠุฌูˆุฒ ุฃู† ูŠุบุณู„ ุฃู…ุงู… ุงู„ู†ุงุณ

"Mayat ditutup dalam suatu ruangan yang tertutup pintu dan jendelanya. Sehingga tidak terlihat oleh siapa pun kecuali orang yang mengurus pemandian jenazah. Dan tidak boleh dimandikan di hadapan orang-orang banyak." (Ad Durar Al Mubtakirat Syarah Akhsharil Mukhtasharat, 1/428)

Kemudian jenazah ditutup dengan kain pada bagian auratnya terhadap sesama jenis, yaitu dari pusar hingga lutut bagi laki-laki dan dari dada sampai lutut bagi wanita.

Baca juga: Tata Cara Sholat Jenazahย 

5. Teknis pemandian jenazah

Disebutkan dalam Matan Akhsharil Mukhtasharat:

ู†ูˆู‰ ูˆุณู…ู‰ ูˆู‡ู…ุง ูƒููŠ ุบุณู„ ุญูŽูŠู‘ ุซู…ู‘ูŽ ูŠุฑูุน ุฑุงุณ ุบูŠุฑ ุญูŽุงู…ูู„ ุงู„ู‰ ู‚ุฑุจ ุฌูู„ููˆุณ ูˆูŠุนุตุฑ ุจูŽุทู’ู†ู‡ ุจูุฑููู’ู‚ ูˆูŽูŠูƒุซุฑ ุงู„ู…ูŽุงุก ุญููŠู†ูŽุฆูุฐู ุซู…ู‘ูŽ ูŠู„ู ุนู„ู‰ ูŠูŽุฏู‡ ุฎุฑู‚ูŽุฉ ููŠู†ุฌูŠู‡ ุจู‡ูŽุง ูˆูŽุญุฑู… ู…ุณ ุนูŽูˆุฑูŽุฉ ู…ู† ู„ูŽู‡ู ุณุจุน

ุซู…ู‘ูŽ ูŠุฏู’ุฎู„ ุงุตุจุนูŠู‡ ูˆูŽุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ูŽุง ุฎุฑู‚ูŽุฉ ู…ุจู„ูˆู„ุฉ ูููŠ ููŽู…ู‡ ููŠู…ุณุญ ุงุณู†ุงู†ู‡ ูˆูŽูููŠ ู…ูŽู†ู’ุฎุฑูŽูŠู’ู‡ู ููŠู†ุธูู‡ู…ุง ุจูู„ูŽุง ุงุฏุฎุงู„ ู…ูŽุงุก ุซู…ู‘ูŽ ูŠูˆุถุฆู‡ ูˆูŽูŠุบุณู„ ุฑุงุณู‡ ูˆู„ุญูŠุชู‡ ุจุฑุบูˆุฉ ุงู„ุณุฏุฑ ูˆุจุฏู†ู‡ ุจุซูู„ู‡ ุซู…ู‘ูŽ ูŠูููŠุถ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ุงู„ู…ูŽุงุก ูˆูŽุณู† ุชุซู„ูŠุซ ูˆุชูŠุงู…ู† ูˆุงู…ุฑุงุฑ ูŠูŽุฏู‡ ูƒู„ ู…ุฑู‘ุฉ ุนู„ู‰ ุจูŽุทู’ู†ู‡ ูุงู† ู„ู… ูŠู†ู‚ ุฒูŽุงุฏ ุญูŽุชู‘ูŽู‰ ูŠู†ู‚ู‰ ูˆูŽูƒุฑู‡ ุงู‚ู’ุชูุตูŽุงุฑ ุนู„ู‰ ู…ุฑู‘ุฉ ูˆูŽู…ูŽุงุก ุญูŽุงุฑ ูˆุฎู„ุงู„ ูˆุงุดู†ุงู† ุจูู„ูŽุง ุญูŽุงุฌูŽุฉ ูˆุชุณุฑูŠุญ ุดุนุฑู‡

ูˆูŽุณู† ูƒุงููˆุฑ ูˆูŽุณุฏุฑ ูููŠ ุงู„ุงุฎูŠุฑุฉ ูˆุฎุถุงุจ ุดุนุฑ ูˆู‚ุต ุดูŽุงุฑูุจ ูˆุชู‚ู„ูŠู… ุงุธูุงุฑ ุงู† ุทุงู„ุง

"Berniat dan membaca basmalah, keduanya wajib ketika mandi untuk orang hidup. Kemudian angkat kepalanya jika ia bukan wanita hamil, sampai mendekati posisi duduk. Kemudian tekan-tekan perutnya dengan lembut. Perbanyak aliran air ketika itu, kemudian lapisi tangan dengan kain dan lakukan istinja (cebok) dengannya. Namun diharamkan menyentuh aurat orang yang berusia 7 tahun (atau lebih). Kemudian masukkan kain yang basah dengan jari-jari ke mulutnya lalu gosoklah giginya dan kedua lubang hidungnya. Bersihkan keduanya tanpa memasukkan air. Kemudian lakukanlah wudhu pada mayit. Kemudian cucilah kepalanya dan jenggotnya dengan busa dari daun bidara. Dan juga pada badannya beserta bagian belakangnya. Kemudian siram air padanya. Disunahkan diulang hingga tiga kali dan disunahkan juga memulai dari sebelah kanan. Juga disunahkan melewatkan air pada perutnya dengan tangan. Jika belum bersih diulang terus hingga bersih. Dimakruhkan hanya mencukupkan sekali saja, dan dimakruhkan menggunakan air panas dan juga daun usynan tanpa kebutuhan. Kemudian sisirlah rambutnya dan disunahkan air kapur barus dan bidara pada siraman terakhir. Disunahkan menyemir rambutnya dan memotong kumisnya serta memotong kukunya jika panjang."

Baca juga: Ketika Jenazah Bisa Bicara, Apa yang Disampaikan?ย 

6. Poin-poin tambahan seputar teknis pemandian jenazah

Jumlah yang wajib dalam memandikan mayit adalah sekali. Disunahkan tiga kali, boleh lebih dari itu jika dibutuhkan.

Bagi jenazah wanita, dilepaskan ikatan rambutnya dan dibersihkan. Kemudian dikepang menjadi tiga kepangan dan diletakkan di bagian belakangnya. Sebagaimana dalam hadits Ummu Athiyyah sebelumnya.

Baca juga: Nabi Muhammad Berdiri jika Melihat Iringan Jenazah meski Berbeda Agamaย 

7. Jika tidak memungkinkan mandi, maka diganti tayammum

Apabila tidak ada air untuk memandikan jenazah, atau dikhawatirkan akan tersayat-sayat tubuhnya jika dimandikan, atau jenazah tersebut seorang wanita di tengah-tengah kaum lelaki, sedangkan tidak ada mahramnya atau sebaliknya, maka jenazah tersebut di-tayammumi dengan tanah (debu) yang baik, diusap wajah dan kedua tangannya dengan penghalang dari kain atau yang lainnya.

Syekh Abdullah bin Jibrin mengatakan:

(ูˆุฅุฐุง ุชุนุฐุฑ ุบุณู„ ู…ูŠุช ูŠู…ู…) ูˆุฐู„ูƒ ู„ุฃุฌู„ ุงู„ู…ุดู‚ุฉุŒ ููŠุถุฑุจ ุฃุญุฏู‡ู… ูŠุฏูŠู‡ ุจุงู„ุชุฑุงุจุŒ ูˆูŠู…ุณุญ ูˆุฌู‡ู‡ุŒ ูˆูŠู…ุณุญ ูƒููŠู‡ุŒ ูˆูŠู‚ูˆู… ู…ู‚ุงู… ุงู„ุบุณู„ุŒ ูˆูŠู…ุซู„ูˆู† ู„ุฐู„ูƒ ุจุงู„ู…ุญุชุฑู‚ ุงู„ุฐูŠ ุฅุฐุง ุบุณู„ ุชู…ุฒู‚ ู„ุญู…ู‡ุŒ ูู„ุง ูŠุณุชุทูŠุนูˆู† ุฃู† ูŠุบุณู„ูˆู‡ุŒ ูˆูƒุฐู„ูƒ ู…ู† ูƒุงู† ููŠ ุจุฏู†ู‡ ุฌุฑูˆุญ ูƒุซูŠุฑุฉุŒ ูˆุฌู„ุฏุชู‡ ุจุดุนุฉุŒ ุจุญูŠุซ ุฅู†ู‡ ุฅุฐุง ุตุจ ุนู„ูŠู‡ ุงู„ู…ุงุก ุชู…ุฒู‚ ุฌู„ุฏู‡ุŒ ูˆุชู…ุฒู‚ ู„ุญู…ู‡ุ› ูู„ุง ูŠุบุณู„ ูˆุงู„ุญุงู„ุฉ ู‡ุฐู‡

"(Jika ada udzur untuk dimandikan, maka mayit di-tayammumi), yaitu karena adanya masyaqqah. Maka salah seorang memukulkan kedua tangannya ke debu kemudian diusap ke wajah dan kedua telapak tangannya. Ini sudah menggantikan posisi mandi. Misalnya bagi orang yang mati terbakar dan jika dimandikan akan rusak dagingnya, maka tidak bisa dimandikan. Demikian juga orang yang penuh dengan luka dan kulitnya berantakan. Jika terkena dimandikan dengan air maka akan robek-robek kulitnya dan dagingnya. Maka yang seperti ini tidak dimandikan." (Ad Durar Al Mubtakirat Syarah Akhsharil Mukhtasharat, 1/435-436)

Baca juga: Mengurus Jenazah hingga Menguburkan Pahalanya Sebesar Gunung Uhudย 

8. Disunahkan mandi bagi orang yang telah selesai memandikan jenazah

Rasulullah Shallallahu โ€˜alaihi wassallam bersabda:

ู…ูŽู†ู’ ุบูŽุณู‘ูŽู„ูŽ ู…ูŽูŠู‘ูุชู‹ุง ููŽู„ู’ูŠูŽุบู’ุชูŽุณูู„ู’ ูˆูŽู…ูŽู†ู’ ุญูŽู…ูŽู„ูŽู‡ู ููŽู„ู’ูŠูŽุชูŽูˆูŽุถู‘ูŽุฃู’

"Barangsiapa yang memandikan mayit, maka hendaklah dia mandi. Dan barangsiapa yang memikul jenazah, maka hendaklah dia wudhu." (HR Abu Dawud Nomor 3161, dihasankan Al Albani dalam Ahkamul Janaiz Nomor 71)

Baca juga: Hukum Pemakaman Jenazah, Pesan Nabi Muhammad Segerakanlahย 

9. Janin yang keguguran

Janin yang mati karena keguguran dan telah berumur lebih dari 4 bulan, maka dimandikan dan disholatkan. Jika 4 bulan atau kurang, maka tidak perlu. Hal ini berdasarkan hadis dari Al Mughirah bin Syuโ€™bah secara marfuโ€™:

ูˆุงู„ุณู‘ูู‚ุทู ูŠูุตู„ู‘ูู‰ ุนู„ูŠู‡ ูˆูŠูุฏุนูŽู‰ ู„ูˆุงู„ุฏูŽูŠู‡ ุจุงู„ู…ุบูุฑุฉู ูˆุงู„ุฑุญู…ุฉู

"Janin yang mati keguguran, dia disholatkan dan didoakan ampunan dan rahmat untuk kedua orangtuanya." (HR Abu Dawud Nomor 3180, dishahihkan Al Albani dalam Shahih Abu Dawud)

Syaikh Abdullah bin Jibrin mengatakan:

ุงู„ุณู‚ุท ุงู„ุฐูŠ ุนู…ุฑู‡ ุฏูˆู† ุฃุฑุจุนุฉ ุฃุดู‡ุฑ: ุงู„ุตุญูŠุญ ุฃู†ู‡ ู„ุง ูŠูƒูู†ุŒ ูˆุฅู†ู…ุง ูŠู„ู ูˆูŠุฏูู† ููŠ ู…ูƒุงู† ุทุงู‡ุฑุŒ ูˆู„ูŠุณ ู„ู‡ ุญูƒู… ุงู„ุฅู†ุณุงู†ุŒ ูุฅุฐุง ุชู…ุช ู„ู‡ ุฃุฑุจุนุฉ ุฃุดู‡ุฑ ูุฅู†ู‡ ูŠุนุงู…ู„ ูƒุงู„ุญูŠุŒ ููŠุบุณู„ุŒ ูˆูŠูƒูู†ุŒ ูˆูŠุตู„ู‰ ุนู„ูŠู‡

"Janin yang mati keguguran jika di bawah 4 bulan maka yang shahih ia tidak dikafani. Namun ia dilipat dan dikuburkan di tempat yang bersih. Dan ia tidak diperlakukan sebagaimana manusia. Jika sudah berusia 4 bulan (atau lebih) maka diperlakukan sebagaimana manusia yang hidup, yaitu dimandikan, dikafani, dan disholatkan." (Ad Durar Al Mubtakirat Syarah Akhsharil Mukhtasharat, 1/435)

Wallahu a'lam bishawab.

Baca juga: Bolehkah Menunda Penguburan Jenazah?ย 

1
4

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini