4. Cintailah saudaramu seperti mencintai diri sendiri, niscaya kamu menjadi orang Muslim.
Muslim artinya menyelamatkan. Menjadi muslim berarti menjadi orang yang menyelamatkan orang lain, baik dari lisannya atau perbuatannya.
Di sisi lain, muslim berarti mencintai untuk orang lain. Salah satu contohnya adalah jika kita mengharapkan kesehatan untuk diri sendiri, maka berharap pula kesehatan untuk orang lain.
Hal ini dilakukan oleh para sahabat-sahabat Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wassallam. Kaum Anshar yang mendahulukan saudaranya, kaum Muhajirin, daripada diri mereka sendiri.
Baca juga: Buya Yahya Jelaskan Alasan Istri Wajib Berbakti kepada Suami
5. Jangan banyak tertawa karena bisa mematikan hati.
Islam mensyariatkan kaum muslimin untuk banyak tersenyum, karena tersenyum adalah sedekah. Sementara itu, Islam melarang banyak tertawa karena segala sesuatu yang berlebihan atau melampaui batas akan mematikan hati.
Dalam hadis yang diriwayatkan Aisyah Radhiyallahu anha: "Saya tidak pernah melihat Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam tertawa terbahak-bahak hingga kelihatan tenggorokan beliau. Beliau biasanya hanya tersenyum." (HR Bukhari dan Muslim)
Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam bersabda: "Janganlah kalian banyak tertawa karena banyak tertawa akan mematikan hati." (HR At-Tarmizi)
Menurut Imam Al Ghazali, jika hati mati, maka hati tidak akan bisa menerima peringatan Alquran dan tak akan mau menerima nasihat. Manusia dengan hati yang mati diibaratkan sebagai bangkai yang berjalan.
Para ulama mengatakan tidaklah ditemui orang yang paling banyak tertawa kecuali dia adalah orang yang paling jauh dari Alquran.
Wallahu a'lam bishawab.
Baca juga: Sumpah Pemuda, Kisah di Balik Pidato Takbir Bung Tomo yang Menggemparkan Penjajah
(Hantoro)