Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Sejarah Kalender Hijriah vs Masehi, Umat Islam Wajib Tahu

Biladi Muhammad Wiragana , Jurnalis-Jum'at, 31 Desember 2021 |13:26 WIB
Sejarah Kalender Hijriah vs Masehi, Umat Islam Wajib Tahu
Ilustrasi sejarah penentuan kalender hijriah dan masehi. (Foto: Shutterstock)
A
A
A

Sejarah Kalender Masehi

Berbeda dengan kalender hijriah, kalender masehi ditentukan berdasarkan revolusi matahari sehingga mengikuti pada arah musim.

Tahun masehi memiliki perjalanan yang panjang saat dibuat oleh bangsa Romawi kuno, namun pertama kali diciptakan oleh seorang biarawan katolik bernama Dionisius Exigus pada tahun 527 masehi. Perhitungan tahun yang menggunakan kelahiran Nabi Isa Alaihissallam sebagai permulaan tahunnya. Penamaan masehi diambil dari pengisbatan atas Al Masih.

Baca juga: Kenapa Disunahkan Baca Surah Al Kahfi Setiap Hari Jumat? Ini Penjelasannya 

Dikutik dari kanal YouTube Hastag TV, penanggalan masehi tersebut dinamakan Anno Domini (AD) yang berarti "tahun tuhan kita" yang berasal dari bahasa Latin. Pada awal mula kalender tersebut dibuat hanya terdiri dari 10 bulan, tanggal pertama bukan 1 Januari, melainkan 25 Maret, karena diyakini kelahiran Nabi Isa waktu itu terjadi saat 25 Maret.

Namun karena kurangnya bukti yang akurat serta terjadinya perbedaan tanggal dengan musim di setiap tahun membuat banyak ilmuwan yang memperbaiki sistem penanggalan dari Dionisius Exigus tersebut. Berkembangnya sistem penanggalan masehi dari bangsa Romawi yang saat itu dipimpin oleh Julius Caesar, membuat bangsa Romawi menamakan bulan yang dikaitkan dengan nama-nama dewa yang dianutnya kala itu.

Misalnya dewa Mars, dewa Maia, dewa Juno. Sedangkan nama-nama Quintrilis, Sextrilis, September, October, November, dan December adalah nama yang diberikan berdasarkan angka urutan susunan bulan. Sementara untuk bulan April yaitu ketika musim semi, bangsa Romawi menyambut dengan sukacita sehingga disebut saat itu Aprilis dari kata Aperiri yang berarti cuaca yang nyaman.

Namun penanggalan tersebut memiliki selisih 60 hari untuk kembali ke bulan Martius (berdasarkan musim), maka 30 hari pertama diberi nama Januarius yang dikaitkan dengan dewa Janus, dewa yang bermuka dua, yang menatap ke arah masa depan dan masa lalu sehingga ditetapkan sebagai awal tahun. Lalu 30 hari berikutnya dikaitkan dengan dewi Febria, dewi kasih sayang dan cinta kasih, sehingga terdapat hari valentine pada bulan tersebut.

Baca juga: 15 Nama Anak Perempuan Islami Bermakna Lembut, Cerdas, hingga Salihah 

Saat masih memimpin bangsa Romawi, Julius Caesar bertemu dengan ahli astronomi dan menemukan bahwa dalam satu tahun terdapat 365,25 hari sehingga ditentukanlah tahun kabisat setiap 4 tahun sekali, sehingga lahirlah kalender Julian. Untuk menghormati namanya, Julius dijadikan nama bulan menggantikan quintrilis menjadi bulan Juli. Jenderal Augustus pun diabadikan sebagai nama bulan karena pengaruh besarnya kepada bangsa Romawi, Sextirilis diganti dengan Augustus.

Namun dalam perjalanannya, kalender Julian terdapat penyempurnaan yang dilakukan pemimpin gereja Katholik di Roma, Paus Gregious XIII. Penyempurnaannya antara lain memangkas hari agar sesuai dengan musim serta mengubah awal mula tanggal dari tanggal 25 ke tanggal 1 sehingga kalender masehi yang awalnya untuk memperingati kelahiran Nabi Isa Alaihissallam berubah menjadi mengikuti perubahan musim yang terjadi di Eropa kala itu.

Wallahu a'lam bishawab.

(Hantoro)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita muslim lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement