Share

Teguran Rasulullah untuk Sahabat yang Beribadah Secara Berlebihan

Ahmad Muhajir, Jurnalis · Sabtu 22 Januari 2022 14:46 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 22 330 2536166 teguran-rasulullah-untuk-sahabat-yang-beribadah-secara-berlebihan-uwHnsCYFVB.jpg Teguran Rasulullah bagi yang beribadah secara berlebihan (Foto: Freepik)

JAKARTA - Ajaran Islam memang memprioritaskan ibadah, namun bukan berarti seorang muslim harus melakukannya siang dan malam, tanpa memedulikan haknya sebagai manusia.

Dilansir dari NU Online, Sabtu (22/1/2022), Pengasuh Madrasah Baca Kitab Ustadz Muhamad Abror mengatakan, seorang muslim yang rajin bangun malam untuk shalat tahajud, sangat bagus, apalagi jika ditambah puasa sunnah di siang harinya.

"Tetapi, jika terlalu berlebihan, sampai akhirnya hak-hak fisik sebagai manusia terabaikan, justru ibadah akan menyiksa diri. Rasulullah tidak menghendaki demikian," katanya.

Menurut dia, dalam ajaran Islam antara kehidupan dunia dan akhirat harus seimbang, jangan sampai seseorang hanya sibuk mengurusi dunia saja, namun urusan akhirat ia lupakan.

Baca JugaHari Kiamat Makin Dekat, Berikut 9 Tanda-Tandanya

"Begitu juga sebaliknya, terlalu sibuk beribadah, hingga urusan duniawi dan hak-hak dirinya sebagai manusia ia abaikan," ujar dia.

Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an:

رَبَّنَآ ءَاتِنَا فِي ٱلدُّنۡيَا حَسَنَةٗ وَفِي ٱلۡأٓخِرَةِ حَسَنَةٗ وَقِنَا عَذَابَ ٱلنَّارِ

"Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka". (QS. Al-Baqarah [2]: 201).

Disebutkan, ayat di atas Allah menegaskan kepada hamba-Nya agar meminta keseimbangan antara dunia dan akhirat.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Teguran Rasulullah untuk Sahabat yang Beribadah Secara Berlebihan

Hadits riwayat Imam al-Bukhari mengisahkan, terdapat 3 orang sahabat Nabi bertekad untuk beribadah dengan lebih giat lagi. Ada yang berjanji akan melaksanakan shalat malam selamanya.

Kemudian, ada pula yang bersikukuh untuk berpuasa setiap hari. Bahkan, ada yang mantap menyatakan untuk membujang seumur hidup demi fokus beribadah.

Tekad mereka sampai ke telinga Rasulullah. Segeralah Rasulullah menemui mereka.

“Apa betul kalian yang berkata demikian?” Nabi mengawali. “Demi Allah, aku adalah orang yang paling bertakwa di antara kalian. Tapi tidak selamanya juga aku shalat malam, tidak setiap hari pula aku berpuasa, dan aku juga tetap menikahi wanita!”

“Siapa yang tidak menyukai sunnahku, ia bukanlah dari bagianku!” tegas Nabi.

Berkaitan hadits di atas, Ibnu Hajar menjelaskan, ibadah yang dilakukan dengan terlalu berambisi, justru bisa menyebabkan rasa bosan.

Kalau sudah bosan, semangat ibadah turun. Lain lagi jika ibadah dilakukan dengan sewajarnya (tidak malas-malasan, juga tidak berlebihan), hasilnya adalah ibadah dikerjakan dengan konsisten. (Ibnu Hajar, Fatḫul Bârî, juz IX, h. 7).

Bagi Ustadz Muhamad Abror, sabda Nabi di atas menegaskan, jangan sampai alih-alih berlomba mendapat pahala, justru mencelakakan diri sendiri dan tidak dianggap mengikuti ajaran Nabi Muhammad SAW.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini