Share

7 Hadis Penjelasan Hukum Ziarah Kubur Jelang Ramadan

Tim Okezone, Jurnalis · Sabtu 26 Maret 2022 07:15 WIB
https: img.okezone.com content 2022 03 25 330 2567751 7-hadis-penjelasan-hukum-ziarah-kubur-jelang-ramadan-9Mg2QvrvSy.jpg Hadis yang menjelaskan hukum ziarah kubur jelang ramadan (foto: Okezone)

JAKARTA โ€“ Menjelang bulan suci Ramadan 1443 H, umumnya masyarakat muslim Indonesia menjalankan tradisi ziarah kubur. Lalu bagaimana sebenarnya hukum ziarah kubur dalam syariat Islam?

Sebelum menjawabnya perlu diketahui bahwa dari segi bahasa ziarah artinya โ€œkunjunganโ€. Kemudian jika kata ziarah dihubungkan dengan kata kubur, maka yang dimaksud ziarah kubur adalah aktivitas mengunjungi kuburan atau makam dengan maksud mendoakan orang yang telah meninggal dunia atau orang yang ada di dalam makam tersebut sambil menginggat kematiannya.

BACA JUGA:ย Hukum Ziarah Kubur, Benarkah Sangat Dianjurkan Rasulullah?ย 

Secara umum beberapa praktik ritual keagamaan ziarah kubur di antaranya membaca salam ketika masuk ke makam, membersihkan lingkungan dari dedaunan dan rerumputan yang ada di kanan kiri makam yang akan diziarahi, membaca Alquran, dan dilanjutkan dengan berdoa.

Mengenai hukum ziarah kubur, ada tujuh hadisyang menjelaskannya. Yaitu:

1. Hadis Riwayat Turmudziy

ุนูŽู†ู’ ุจูุฑูŽูŠู’ุฏูŽุฉูŽ ู‚ูŽุงู„ูŽ ุฑูŽุณููˆู’ู„ู ุงู„ู„ู‡ู ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… : ู‚ูŽุฏู’ ูƒูู†ู’ุชู ู†ูŽู‡ูŽูŠู’ุชููƒูู…ู’ ุนูŽู†ู’ ุฒููŠูŽุงุฑูŽุฉู ุงู’ู„ู‚ูุจููˆู’ุฑู ููŽู‚ูŽุฏู’ ุงูุฐูู†ูŽ ู„ูู…ูุญูŽู…ู‘ูŽุฏู ููู‰ ุฒููŠูŽุงุฑูŽุฉู ู‚ูŽุจู’ุฑู ุงูู…ู‘ูู‡ู ููŽุฒููˆู’ุฑููˆู’ู‡ูŽุง ููŽุงูู†ู‘ูŽู‡ูŽุง ุชูุฐูŽูƒู‘ูุฑูุงู’ู„ุขุฎูุฑูŽุฉูŽ

โ€œDari Buraidah ia berkata: Rasulullah SAW bersabda, saya pernah melarang kamu berziarah kubur. Tapi sekarang, Muhammad telah diberi izin ke makam ibunya, maka sekarang berziarahlah! Karena perbuatan itu dapat mengingatkan kamu kepada akhirat.โ€

2. Hadis Riwayat Turmudziy

โ€œSebagian ilmuwan berpendapat hadistersebut diucapkan sebelum Nabi Muhammad SAW membolehkan melakukan ziarah kubur, akan tetapi setelah beliau membolehkannnya, maka laki-laki dan perempuan tercakup dalam kebolehan tersebut.โ€

BACA JUGA:ย 9 Adab Ziarah Kubur yang Belum Banyak Diketahui, Salah Satunya Melepas Sandalย 

3. Hadis Riwayat Abu Dawud

ุนู† ู…ุนู‚ู„ ุจู† ูŠุณุงุฑ ุนู† ุงู„ู†ุจูŠ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… ุฃู†ู‡ ู‚ุงู„: โ€œุงู‚ุฑุฃูˆุง ุนู„ู‰ ู…ูˆุชุงูƒู… ูŠุณ

โ€œDari Maโ€™qal bin Yasar, beliau berkata : Rasulullah SAW bersabda : Bacalah Surah Yasin untuk mayit-mayit kamu sekalian.โ€

4. Hadis Riwayat Ahmad dan Ibnu Majah

โ€œRasulullah berziarah ke makam Syuhadaโ€™ dalam perang Uhud dan makam keluarga Baqiโ€™ , dia mengucapkan salam mendoakan mereka atas amal-amal yang telah mereka kerjakan (HR. Muslim dan Ahmad dan Ibnu Majjah).โ€

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

5. Kitab Iโ€™anah al-Thalibin

โ€œhadisriwayat Hakim dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda; Barang siapa melakukan ziarah ke makam orangtuanya setiap hari Jumat, maka Allah pasti akan mengampuni dosa-dosanya dan mencatatnya sebagai bukti batinya kepada orangtua.โ€

6. Kitab Kasyf al-Syubuhat

โ€œSuatu hadisyang diriwayatkan Tirmidzi dan Hakim dalam kitab Nawadly al Ushul, hadisdari Abdul Ghofur bin Abdul Aziz , dari Ayahnya, dari kakeknya, dan mengatakan bahwa Rasulullah SAW bersabda: Amal manusia itu dilaporkan kepada Allah setiap hari Senin dan Kamis lalu diberitahukan kepada para Nabi, kepada bapak-bapak, ibu-ibu mereka yang lebih dulu meninggal pada hari Jumat. Mereka gembira bila melihat amal-amal baiknya, sehingga nampak wajah mereka bersinar putih berseri.โ€

7. Kitab Kasuf al-Syubuhat

โ€œhadisdari Hisyam bin Salim: Setelah 75 hari ayahnya (Nabi Muhammad) meninggal, Fatimah tidak lagi tampak murung, ia selalu ziarah ke makam para syuhada dua hari dalam seminggu yakni setiap hari Senin dan Kamis, sambil berucap: di sini makam Rasulullah.โ€

Demikian dipaparkan Izzatul Mufidati pelajar Mahasiswi Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah al Urwatul Wutsqo (STIT โ€“ UW), yang disarikan dari buku Ternyata Aku Orang NU? (Kupas Tuntas tradisi dan Amaliyah NU), sebagaimana dikutip dari laman Tebuireng.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini