INDRAMAYU, JAWA BARAT– Pita Puspita Sari, awalnya mencoba membuat kerupuk dari Mangga karena melimpahnya Mangga pada masa panen di lingkungan sekitarnya. “Anak saya juga kan suka jajan ciki, jadi saya coba buat cemilan di rumah,” katanya di sela-sela melakukan pengemasan produk pada (Rabu, 20/04).
Tak disangka, hasilnya melebihi ekspetasi, bersama suami, Pita beranikan diri untuk menjual kerupuk mangga hasil ciptaannya. Lalu Pita pasarkan sendiri melalui konsep reseller yang melibatkan mahasiswa dekat rumahnya hingga ikut pameran.

“Nah saat ikut pameran tahun 2021 itu saya lihat di tenant lain, packingnya pada bagus-bagus. Ternyata mereka dibina oleh Ibu Wina dari Rumah Edukasi,” ungkap Pita. Menurut penuturan Ibu Wina, kata dia, produknya sudah enak tapi kurang menarik dari segi pengemasannya dan kelengkapan standar produk.
Tak lama untuk menentukan sikap, Pita lalu memberanikan diri untuk mengikuti kelas yang dibina oleh Darwinah atau Wina sapaan akrabnya.
Pita ikut kelas yang dibina Wina secara Cuma-cuma di Rumah Edukasi, modal materi dan pengetahuan akan produk penjualan semakin bertambah dan dikuasainya. “Maka saat ada permintaan untuk kerupuk kulit saya sanggupi meski ada keterbatasan mulai dari alat produksi, SDM (Sumber Daya Manusia) untuk proses produksinya hingga fasilitas produksi yang harus luas. Permintaan 2.400 pcs saya selesaikan selama satu bulan, belum lagi kalau ada kendala cuaca, karena kami lakukan secara manual dan alami, Namanya aja home industry,” tambah Pita.
Berbagai kendala dan permasalahan tidak menyurutkan Pita dan Rolis dalam mengembangkan UMKM di Indramayu. “Kami tidak butuh kata-kata apresiasi, namun kami membutuhkan bantuan modal maupun sarana produksi yang harus ditambah seiring bertambah pula permintaan kerupuk kulit ke luar negeri,” ujar Pita.
Pita yang juga Guru Honorer, berharap ada bantuan pemerintah terhadap UMKM dalam menyambut pasar global, “Ya mau tidak mau pemerintah harus bantu UMKM Lokal untuk masuk ke Pasar Global. Apalagi dengan tuntutan produk yang lebih tinggi menuntut keberadaan teknologi dan kapasitas produksi harus di tingkatkan, itukan semua butuh modal yang besar,” ujar Pita.
Selain ibu Vita, ada banyak Kartini Tangguh lain binaan Ibu Wina yang memproduksi produk UMKM khas Indramayu, mulai dari Crab Stick, Dodol Mangga, Kerupuk Bonggol Pisang dan produk menarik lainnya.
Tentang Dompet Dhuafa
Dompet Dhuafa adalah lembaga Filantropi Islam yang berkhidmat dalam pemberdayaan kaum Dhuafa dengan pendekatan budaya melalui kegiatan filantropis (welasasih) dan wirausaha sosial. Selama 28 tahun lebih, Dompet Dhuafa telah memberikan kontribusi layanan bagi perkembangan umat dalam bidang sosial, kesehatan, ekonomi, dan kebencanaan serta CSR.
https://dompetdhuafa.org/
Untuk informasi lebih lanjut, harap hubungi :
U.P : Corcom Dompet Dhuafa, Bani (+6285692951433), Fatzry (+6282122182919)
(Helmi Ade Saputra)