JAKARTA - Menteri Agama (Menag) RI, Yaqut Cholil Qoumas mengatakan kini tenda masuk ke dalam komponen biaya layanan di Masyair, baik Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).
Diketahui biaya pelayanan masyair (angkutan bus) pada penyelenggaraan ibadah haji 1443 H menggunakan sistem paket layanan sebagaimana merujuk kebijakan terkini dari pemerintahan kerajaan Arab Saudi yakni dengan tarif layanan sebesar 5.656,87 SAR per jemaah.
"Hal-hal yang tidak masuk ke komponen pembayaran di masyair ini dimasukan misalnya di Arafah, tenda suruh bayar dulu tidak ada komponen itu, sekarang 1.803 real untuk tenda. Akomodasi di sana dulu tidak ada sekarang 97,75 real dan ada pembimbing yang harus kita bayar 28,75 real," kata Menag dalam Raker dengan DPR RI, Senin (30/5/2022).
Dengan demikian, pihaknya mengajukan permohonan penambahan anggaran operasional haji tahun 2022 sebesar Rp1,5 triliun kepada DPR.
"Dengan adanya anggaran kebutuhan tersebut di atas kami telah menyampaikan surat kepada komisi 8 DPR RI B-165/MA/KU.00/05/2022 tanggal 27 Mei 2022 perihal usulan tambahan anggaran operasional haji reguler dan khusus tahun 1443 Hijriah atau 2022 Masehi," ujar dia.
Menag juga mengusulkan beberapa tambahan anggaran lainnya yaitu: pertama, biaya Masyair petugas haji daerah (PHD) dan pembimbing KBHIU dengan jumlah kekurangan anggaran sebesar 2.388.412,83 SAR atau setara dengan Rp9,18 miliar.