Advertisement
Advertisement

Jamaah Haji Miqat di Bir Ali Mulai Besok, Begini Tahapannya

Dani Jumadil Akhir , Jurnalis-Sabtu, 11 Juni 2022 |23:51 WIB
Jamaah Haji Miqat di Bir Ali Mulai Besok, Begini Tahapannya
Masjid Bir Ali. (Media Center Haji/Kemenag)
A
A
A

MADINAH - Jamaah haji Indonesia dari Madinah akan miqat di Masjid Bir Ali sebelum tiba di Makkah pada Minggu, 12 Juni 2022.

Berikut tahapan jamaah haji melakukan miqat di Bir Ali, seperti disampaikan Kepala Sektor Khusus Bir Ali Aruji Maswatu.

Besok, dua kloter pertama jamaah haji Indonesia berangkat dari Madinah ke Makkah. Miqat dilakukan di Bir Ali.

Jamaah haji akan mulai bergerak ke Makkah setelah shalat Ashar.

Perjalanan dari Madinah ke Masjid Bir Ali hanya memakan waktu sekira 20 menit.

Setibanya di Bir Ali, jamaah diberikan waktu lebih kurang satu jam untuk wudhu, shalat sunah dua rakaat, dan melakukan niat ihram. Ihram digunakan jamaah sejak dari pemondokan.

Kemudian jamaah masuk ke masjid melalui pintu berbeda untuk jamaah laki-laki dan perempuan. Jamaah perempuan masuk melalui pintu 3 dan 4, sementara jamaah laki-laki masuk melalui pintu 5 dan 6.

Sementara untuk pintu masjidnya, jamaah perempuan masuk melalui pintu 6 dan 7. Sementara jemaah laki-laki pintu 1 sampai 5.

"Jadi pintu masuk harus sama dengan pintu keluar," kata Aruji.

Di sisi lain, untuk jamaah yang kemungkinan sakit, akan dilakukan penanganan terlebih dahulu.

Tetapi setelah dipastikan cukup baik, jamaah akan tetap melanjutkan perjalanan ke Makkah.

Setibanya di Makkah, jamaah langsung melakukan umrah wajib sebagai rangkaian ibadah haji tamattu.

Di sisi lain, Aruji mengatakan, sejumlah persiapan sudah dilakukan untuk perjalanan ke Bir Ali hingga Makkah.

Termasuk memastikan sopir dan bus yang membawa jamaah agar tidak kelewatan.

"Untuk memastikan sopir bus tiba di Bir Ali, kami akan bekali kontak seluruh petugas TPIHI (tim pembimbing ibadah haji Indonesia) atau ketua kloter," katanya.

Dia menambahkan, pihaknya akan selalu memonitor keberadaan bus setelah dipastikan berangkat dari pemondokan.

"Kalau lebih dari waktu itu maka kita bisa curigai jangan-jangan dia terlewat, dan harus kembali," ujarnya.

Kepala Daerah Kerja Madinah Amin Handoyo menambahkan, bus-bus yang membawa jamaah haji dari Madinah ke Makkah juga telah dilengkapi GPS. Hal itu diharapkan mempermudah petugas memantau keberadaan bus.

"Sekarang setiap bus ada GPS begitu lewat, akan diingatkan karena terpantau di GPS," kata Amin

(Erha Aprili Ramadhoni)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita muslim lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement