Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Cerita Perjuangan Marbot Haji Berhasil Naik Haji, Hidup Penuh Kesusahan Tapi Tekankan Kejujuran Sejak Awal

Muhammad Farhan , Jurnalis-Jum'at, 17 Juni 2022 |12:55 WIB
Cerita Perjuangan Marbot Haji Berhasil Naik Haji, Hidup Penuh Kesusahan Tapi Tekankan Kejujuran Sejak Awal
Marbot haji Waridjun berhasil naik haji bersama sang istri Sopiah (Foto: MPI)
A
A
A

Ketika hendak mendekati azan Asar, Waridjun menyampaikan izin kepada MNC Portal untuk mempersiapkan salat Asar berjamaah di masjid dekat rumahnya, Masjid Jami Al-Hilal. Sebelum beranjak, Sopiah dan anaknya, Atun, mengungkapkan keinginan Waridjun yang tetap ingin beramal dengan tenaganya.

"Bapak saya sudah jadi marbot masjid sekitar tahun 1982, itu saat saya mau masuk TK. Kami baru tinggal di rumah ini sekitar dua tahun," kata Atun.

Saat ditegaskan mengapa dirinya ingin menjadi marbot Masjid, Waridjun dengan singkat menjawab hanya ingin memenuhi panggilan hatinya dan ibadah. Putrinya menyambar dengan segera bahwa ayahnya hanya ingin beramal dengan apa saja yang dimilikinya.

"Bapak saya itu prinsipnya jika tidak bisa beramal dengan harta, maka amal dengan tenaga. Hanya itu yang dipikirkan bapak saya," sergah Atun menimpali ayahnya yang terbata-bata menjelaskan.

Sopiah pun menambahkan, suaminya bekerja sebagai marbot dengan ikhlas tanpa bayaran. Ia pun menceritakan suaminya iba melihat marbot yang menjaga masjid di dekat rumahnya karena sudah sepuh. "Suami saya selain ibadah hanya ingin membantu marbot yang sudah tua. Itu pun tidak digaji, benar-benar panggilan hatinya," kata Sopiah.

Waridjun pun menjelaskan tugasnya sebagai marbot dilakukan sedari dahulu hanya difokuskan pada mempersiapkan waktu shalat fardhu jamaah. Dirinya pun kini masih aktif menjadi marbot lantaran teman-temannya yang membantu mengurus masjid satu persatu sudah wafat.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita muslim lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement