Mereka tersebar di delapan titik masjid baik di dalam maupun di luar masjid. Di antaranya di lokasi tawaf, lokasi sai, pintu Babussalam, sekitar Tower Zamzam, serta tiga terminal bus yang ada di seputaran Masjidil Haram.
Selain memberi rasa aman bagi jamaah, personel yang dikenal dengan sebutan Linjam (perlindungan jemaah) ini juga membantu jamaah yang tersesat, membantu memenuhi kebutuhan jamaah termasuk juga membantu jemaah agar tidak menggunakan jasa kereta dorong ilegal hingga membantu jamaah yang kehilangan sandal.
“Termasuk kereta dorong kita juga arahkan dan sosialisasikan untuk kereta dorong yang resmi. Kami juga punya banyak sandal untuk membantu jemaah yang kehilangan sandal,” ujarnya.
(Angkasa Yudhistira)