SURABAYA - Menjadi guru honorer bergaji jauh di bawah UMR tidak memutuskan harapan Wiwik Ernawati untuk bisa mewujudkan impian terbesar hidupnya.
Adalah menunaikan haji, ibu dari dua orang anak ini diketahui sudah menjadi guru honorer sejak tahun 2008.
Wiwik mengenang, saat itu ia hanya mendapatkan honor sebesar Rp24 ribu sebulan.
Tentu gaji tersebut tidaklah sebanding dengan pengeluaran yang harus ia rogoh setiap harinya.
Pasalnya, jarak rumah menuju tempat ia bekerja tidaklah dekat, butuh waktu sekitar 40 menit dengan mengendarai sepeda motor.
"Setiap hari, saya harus menempuh sekitar 50 km di daerah pegunungan untuk bisa sampai di tempat saya mengajar, di daerah Pacet," tutur jamaah haji yang tergabung dalam kelompok terbang (kloter) 34 Embarkasi Surabaya ini, Rabu (29/6/2022).