MAKKAH - Wakil Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Nasrullah Jasam menjelaskan soal persiapan layanan dan fasilitas saat puncak haji di Arafah, Muzdalifah dan Mina (Armuzna).
Hal ini menanggapi beberapa catatan yang diberikan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) usai meninjau fasilitas di Armuzna pada Kamis, 30 Juni 2022.
"Tentu catatan-catatan tadi menjadi penting bagi kita," kata Nasrullah yang juga menjabat sebagai Kepala Satuan Operasi Armuzna.
Pihaknya akan terus melakukan pengecekan layanan dan fasilitas secara rutin di Armuzna H-3 hingga H-1 jelang puncak haji.
Hal ini wajib dilakukan sebagai bentuk komitmen melayani jamaah haji Indonesia. Terlebih lagi pelayanan Masyair ini, Indonesia harus menambah anggaran Rp1,5 triliun.
"Kami sudah komunikasi dengan pihak syarikah bahwa kenaikan harga di Masyair harus berimbang dengan fasilitas yang diterima jamaah Indonesia," katanya.
Baca juga: Update Haji 2022: Hari Ini 3.376 Jamaah RI Terbang ke Tanah Suci
Pelayanan fasilitas yang akan diterima jamaah haji Indonesia imbas kenaikan biaya Masyair seperti tambahan AC baru, tenda yang dilengkapi karpet, kasur dan bantal hingga toilet yang baru. Selain itu, untuk layanan konsumsi, jamaah haji Indonesia akan mendapatkan 16 kali makan.
Baca juga: Jamaah Bisa Lapor Pelayanan Haji 2022 Secara Online, Begini Caranya
"Kalau karpet dan kasur dipasang sejak dini kotor. Sementara jamaah harus dapat pelayanan yang nyaman, setiap tahun seperti itu. Pas operasional dipastikan semua sudah siap dan kami tidak bisa menerima apa adanya, akan terus kami cek. 5 Juli, mereka janjikan bisa dicek kembali seperti apa progresnya terutama Arafah dan Mina," kata Nasrullah.